My Heart Is Only For You

My Heart Is Only For You
Story 36



๐ŸŒนRasanya pertama kali punya pacar๐ŸŒน


โ™ฅโ™ฅโ™ฅ


"Aku tidak tahu perasaan apa ini? Tapi, aku sangat bahagia ." Status di media sosial milik Sarah.


"Indahnya hari-hariku saat memilikimu, pria yang ku cintai. MR. L." Sarah kembali membuat status di media sosial nya.


***


"Uweek! lkh, kakak bikin status di sosmednya menggelikan sekali. Aku tahu dia baru pertama kali punya pacar. Tapi. seharusnya dia sadar. Dia bukan anak remaja lagi. Aku akan menghentikan nya sebelum dia semakin membuat ku malu. Hah! Apa yang akan orang-orang katakan, jika mereka membaca status kakak. Apalagi jika ayah dan ibu tahu. Ahh, akan semakin runyam urusannya," gerutu Adelia.


Adelia lalu ke kamar kakaknya.


Tok... tok... tok.


Adelia mengetuk pintu kamar Sarah. "Kak, boleh aku masuk?"


"Iya, masuklah!"


"Kak, berapa umur mu sekarang?"


"Hmm, 24 tahun. Memang nya kenapa?"


"Kak, sadarlah! Kakak ini bukan remaja lagi, ga usah bucin-bucinanlah bikin malu aja," ujar Adelia yang mencoba menasehati kakaknya.


"Memang kakak ngapain? Kakakkan ga ngapa-ngapain, Del."


"Oh ya? Lalu status di sosmed kakak itu siapa yang buat? Hah!"


"Status apa sih, Del? Coba kakak lihat! Ahahaha, akun kakak dibajak sama Luan. Ouh, manis sekali! Ternyata dia sangat romantis."


"Apa? Bukan nya marah atau gimana, ini malah seneng akunnya dibajak. Mentang-mentang sama pacarnya. Hikks... Hikks, kapan akunku dibajak sama pacarku?"


"Kamu kan masih kecil, udah sana keluar!"


Sarah lalu menelfon Luan.


"Hai! Mr.L? Kenapa bajak akun orang sembarangan? Hehehe."


"Orang siapa? Jelas-jelas akun milik pacar ku."


"Iya, tapi kan baru pacar bukan istri."


"Hmm, kalau tidak suka hapus saja!" ucap Luan kesal.


"Ehh... ehh! Kenapa ngambek? Hmm, aku hanya bercanda. Habis aku bosan di rumah."


"Bagaimana kalau kita jalan - jalan keluar? Semenjak jadian, kita memang belum jalan berdua kan?"


"Sekarang? Hari ini?"


"Hmm, baiklah. Aku siap-siap dulu ya!"


Sarah menutup telfonnya dan bersiap-siap untuk kencan pertamanya.


"Hah! Aku pakai baju yang mana ya? Aku bingung sekali," ujar Sarah yang kebingungan mencari baju yang cocok untuknya.


"Kakak, ngapain ngacak-ngacak lemari?" tanya Adelia penasaran.


"Adel, kakak lagi nyari baju yang cocok buat kencan pertama kakak. Tapi, kakak ga punya, semuanya sudah lama kakak pakai."


"Makanya kak, dari pada uang kakak ditabungin terus, mending sekali- sekali shoping, beli baju baru, perhiasan dan ke salon biar penampilan kakak lebih muda dan cantik. Sekarang, kakak tahu kan kenapa wanita-wanita sangat mementingkan penampilan. Yasudah, kebetulan kemarin aku baru beli dres yang bagus dan indah, ukuran badan kita kan ga jauh beda. Kakak boleh memakainya, lagian dres itu ga sexy kok, sesuai sama keinginan kakak."


"Hmm, kamu malah menasehati ku. Mana coba kakak lihat dulu dres nya."


"Sebentar ya, aku ambil dulu."


"Awas ya! Kalau dresnya sexy. Kakak ga mau memakainya."


Adelia pun kembali dan membawakan dres untuk kakak nya.


"Tara, ini dia dresnya, cantikkan? Seleraku ga akan kampungan kaya selera kakak. Coba lihat dres ini baik-baik, Kak! Bahannya bagus dan lembutkan. Cepet kakak pakai! Kali aja cocok sama kakak."


"lya del, kakak suka. Bentar ya! Hmm, bagaimana pendapatmu?"


"Wuah! Cocok, Kak. Kakak kelihatan cantik banget."


"Kamu bisa aja, saat menggoda kakak."


Luan pun sudah tiba didepan rumah Sarah. Luan segera meminta izin kepada orang tua Sarah. Setelah meminta izin kepada orang tua Sarah, mereka berdua pun segera pergi berkencan.


๐Ÿ€Bersambung...๐Ÿ€


###


.


.


.


Tunggu nexs episode berikutnya ya!๐Ÿ‘‰


Jangan Lupa like ๐Ÿ‘ dan dukung dengan vote sebanyak-banyaknya. ๐Ÿ™Œ


Semoga novel ini menarik minat kalian untuk membacanya.๐Ÿ’–


Terima kasin.๐Ÿ™


๐ŸŒน~l Miss You~๐ŸŒน