My Heart Is Only For You

My Heart Is Only For You
Story 33



๐Ÿ’–Mimpi indah๐Ÿ’–


โ™ฅโ™ฅโ™ฅ


Jam beker dikamar Sarah terus berbunyi. Waktu menunjukan pukul 07.00 pagi. Sarah masih terlelap dalam mimpi indah nya, dia tidak ingin terburu-buru bangun agar durasi mimpinya semakin lama.


Tok... tok... tok.


Adelia mengetuk pintu kamar Sarah.


"Kakak.... kakak! Huuuffftttt," ujar Adelia sambil mendengus kesal karena Sarah tidak membuka pintu kamarnya.


***


Dalam mimpi Sarah...


"Wah! Luan, aku menemukan sebuah lampu yang cantik. Kelihatannya ini seperti lampu ajaib yang ada dalam film-film itu," *u*jar Sarah kepada Luan.


"Kita berada di pantai Sarah, benda apapun bisa saja hanyut dan terbawa sampai kesini. Mungkin itu milik seseorang yang hilang atau sengaja dibuang .Bukan berarti benda ini ajaib," jawab Luan.


"Luan, bagaimana jika ini memang lampu ajaib dan didalam nya ada penunggunya! Hmmm... Seperti jin pengabul permintaan itu. Hahaha, Jika benar, aku akan meminta apapun yang aku mau. Luan kamu jangan meledekku, kali ini biarkan aku merasa senang sedikit."


"Buat apa kau merasa senang karena menghayal. Lain kali tidak perlu menghayal untuk membuat hati mu merasa senang. Bagaimana jika aku adalah jin penunggu lampu itu? Memang nya apa yang ingin kau minta**?"


"Apa? Apa kamu benar-benar akan mengabulkan semua permintaan ku**?"


"Ya."


"Yessss... Berjanjilah! Apapun yang aku minta, kamu akan mengabulkannya**!"


"Iya, cepatlah! Sebutkan permintaanmu atau akan aku tarik kembali kata-kata ku .Satu... dua... ti_


"Tunggu! *B*aiklah. AKU INGIN MENIKAH DENGAN MU**."


"Hmm, Aku mengabulkan perminta'an mu. Sarah, jadilah istri ku dan jadilah ibu dari anak-anakku."


***


"Ya. Aku mau, aku mau menjadi istri mu Luan," ucap Sarah sambil mengigau.


Luan..... Aku mau menjadi istrimu. Luan kemarilah. Cium aku! Mmuu.......! Luan... Luan jangan pergi. Luaaannnnn."


Adelia yang menunggu kakaknya yang tidak kunjung keluar dari kamar, akhirnya dia memaksa masuk.


Kemarilah... Luan! " Ucap Sarah yang masih mengigau.


"Luan? Oh, jadi karena ini dia tidak bangun - bangun juga. Hahaha, Kakak ...kakak... Banguuuuuuunnnn! Huh. Susah sekali membangunkan nya. Aha! aku punya ide.


Kakak, kak Luan menunggu mu di luar .Cepatlah bangun."


Mendengar nama Luan ,Sarah pun langsung terbangun.


"Luan ? Luan menunggu ku? Luan tunggu aku, aku harus cepat keluar."


"Iya kak, cepat bangun dan keluar! Hahaha."


"Adel........ !" teriak Sarah.


"Hahaha, Mudah sekali menipu seseorang yang sedang jatuh cinta. Kakak... kakak, senang sekali mengerjai mu."


"Ahh... Baiklah, Tunggu pembalasan kakak. Kakak akan menelfon Lucas dan membicarakan kelakuan buruk mu selama ini, agar Lucas memarahimu dan menjauh darimu."


"Kakak jangan! Ampun. Maaf kan aku, tapi jangan beri tahu Lucas. Aku kan sudah tidak jahat lagi sekarang."


"Hahaha Kakak hanya bercanda. Nah, kan kamu juga sedang jatuh cinta. Kenapa kamu berani meledek kakak."


"Hehehe, Aku hanya ingin memberitaumu bahwa kita akan kemping bersama kak Lucas, untuk mengenang masa kecil kita, Kak."


"Apa Luan juga ikut?"


"Hmm, aku tidak tahu, sepertinya dia sangat sibuk."


"Jika dia tidak ikut, maka aku akan mencari alasan untuk tidak ikut juga," batin sarah.


Adelia tahu apa yang ada dipikiran Sarah. "Jangan mencari alasan untuk tidak ikut ya!"


"Bagaimana kamu tahu isi pikiranku?"


"Ahh! Aku sudah mulai mengerti dirimu, Kak. Jika kakak tidak ikut, bagaimana ayah dan ibu akan mengizinkan ku pergi?"


"Jadi kalian mengajak ku agar di beri izin oleh ayah dan ibu? Huuuufffttt ... Aku tidak mau. Disana, aku hanya akan menjadi pelayan kalian berdua. Tidak mau."


"Hmm, jika Kak Luan ikut, apa benar kakak tidak akan ikut?"


"Aku tidak percaya kata-kata mu lagi."


"Kakak! Pliisssssss ... plis ... plissss," bujuk Adelia.


"Dasar ini anak, keras kepala kalau ada mau nya. Baiklah aku ikut."


"Horee... Mmuuaahhhh." Adelia mencium pipi kakak tiri nya itu. "Kakak adalah kakak terbaik ku."


๐Ÿ€Bersambung...๐Ÿ€


###


.


.


.


Nexs ya ... ๐Ÿ‘‰


Jangan lupa like๐Ÿ‘ dan berikan dukungan kalian ya.


Terima kasih.๐Ÿ™


๐ŸŒน~l Miss You~๐ŸŒน