
πTersesat...π
πππ
"Aku harus menerima kenyataan ini! Salah jika aku terus memaksa nya agar selalu mencintai ku. Cinta yang dipaksakan akan berakhir tidak baik," batin Sarah.
"Hah! Aku dimana ini? Bahkan aku begitu bodoh sampai aku lupa jalan untuk kembali," ucap Sarah.
Sarah mencoba mengingat jalan pulang namun dia justru semakin tersesat. Jalanan yang semakin sepi dan orang-orang yang begitu asing membuat nya takut untuk bertanya. Sarah mencari phonselnya di dalam tas namun, ternyata batrenya habis.
Dia kemudian duduk didepan sebuah toko yang sudah tutup. Dia berharap bertemu seseorang yang dapat membantu nya.
Tak lama kemudian datang lah dua pria asing yang menghampiri nya. Sarah pun merasa aneh dengan tingkah dua pria itu, ia pun mengurungkan niatnya untuk bertanya. Dua pria itu menggoda Sarah dan mengajak nya party bersama namun, Sarah menolak nya .
Sarah terus memberontak dan berusaha lari namun, apalah daya baju nya dirobek oleh salah satu pria hidung belang itu.
Ketika Sarah sudah sangat menderita karena berusaha melawan, Luan pun akhirnya dapat menemukan Sarah.
Luan lalu menghajar dua pria itu. Mereka saling baku hantam sampai Luan kualahan. Sarah tidak tinggal diam menyaksikan Luan yang kualahan berkelahi dengan kedua pria asing itu. Sarah pun mencoba menolong nya namun, dia sudah sangat kelelahan dan akhirnya Sarah pun pingsan.
Luan akhirnya dapat mengalahkan kedua pria asing itu namun, terdapat luka di wajah dan tangan nya yang terkena pisau milik salah satu pria asing itu.
Luan pun kemudian menghampiri Sarah dan membawa nya kembali ke apartemen nya. Dengan susah payah dia menggendong Sarah.
***
Akhirnya Luan sampai di apartemen nya, kemudian dia membuka kunci pintu apartemen nya. Luan segera membawa Sarah yang tak sadar kan diri masuk ke dalam.
Luan yang terluka tidak perduli dengan luka nya, dia lalu membaringkan Sarah di tempat tidur. Luan pun menelfon salah satu staf wanita di apartemennya untuk segera datang ke kamar nya. Setelah staf itu datang, Luan memintanya untuk mengganti pakaian Sarah yang robek.
Luan pun keluar dari kamar nya sebentar. Setelah staf itu selesai mengganti pakaian Sarah, Luan pun kembali masuk ke dalam untuk memeriksa keadaan Sarah.
Staf tersebut menawarkan untuk mengobati Luan juga namun, Luan menolak nya dan menyuruhnya untuk kembali bekerja. Luan pun memperhatikan wajah Sarah sampai dia tertidur disamping nya.
Saat tengah malam, Sarah pun sadar dan mencoba membangunkan Luan namun, Luan tidak bangun. Sarah pun melihat ada banyak luka memar di wajah Luan dan di lengannya yang terkena pisau.
Sarah pun panik dan segera mencari kotak obat di dalam laci. Setelah menemukannya, dia segera mengobati luka Luan. Luan yang merasa perih saat diobati pun segera terbangun.
"Sarah, kau sudah sadar?" tanya Luan.
"Luan, kenapa kamu menolong ku? Seharusnya kamu biarkan aku sendiri disana," ucap Sarah dengan mata yang berkaca-kaca karena menahan air matanya.
"Apa kau sudah gila Sarah? Bagaimana aku bisa membiarkan mu sendirian disana, Hah! Kau adalah kekasih ku, sudah kewajiban ku untuk melindungi mu."
"Jika kau membiarkan ku tadi, kau tidak akan terluka seperti ini Luan! Kau ini sangat ceroboh. Untuk apa melindungi ku jika hanya merasa kasian kepada ku."
"Aku tidak merasa kasian kepada mu, aku mencintai mu."
Sarah lalu membuka tasnya dan mengambil foto yang diberikan oleh Gracia dan menunjukan kepada Luan.
"Jika kamu mencintai ku, lalu ini apa?"
Luan terkejut melihat bukti foto yang tidak pernah dia lakukan. "Siapa yang memberi mu bukti palsu ini?"
"Seseorang yang menunjukan itu kepada ku!"
"Dan kau langsung percaya begitu saja! Apa kau tidak percaya kepada ku? Lalu untuk apa kau mencintai ku sejak kecil jika kau tidak mengenal diriku. Akan aku beri tahu, aku hanya memiliki satu wanita dalam hidup ku! Aku mencintainya karena dia benar-benar telah meluluhkan hatiku. Namun, sekarang aku kecewa kepadanya karna dia sangat bodoh. Dia lebih percaya orang lain dari pada kekasihnya sendiri," ucap Luan dengan penuh kemarahan.
Sarah sejenak memikirkan kata-kata Luan yang ada benarnya. Mengapa dia mudah sekali dihasut oleh orang lain, padahal dia yang lebih tahu sifat Luan. Sarah pun merasa menyesal dan tidak bisa lagi menyembunyikan air matanya. Dia pun menangis dan berlutut kepada Luan.
"Maafkan aku! Aku memang sangat bodoh. Kamu boleh menghukum ku apa saja tapi, jangan marah kepada ku. Kamu tahu aku sangat takut jika sampai membuat mu marah seperti ini. Aku tadi hanya merasa kecewa, aku merasa tidak pantas untuk terus memaksamu untuk mencintaiku. karena aku tahu cinta yang dipaksakan itu tidak akan berakhir baik," ujar Sarah sambil menangis tersedu - sedu.
Luan pun akhirnya luluh, dia membangun kan Sarah. Sarah lalu duduk di samping Luan, Luan menghapus air mata Sarah dan memeluk nya. Sarah pun membalas Luan dengan memeluknya lebih erat.
Sarah pun melanjutkan mengobati luka Luan. Setelah selesai, dia segera menyuruh Luan untuk berganti pakaian.
Saat Sarah akan meninggalkan kamar Luan, Luan pun menariknya dan dia mencium bibir Sarah. Mereka pun saling berciuman dengan ikatan kasih yang dibangun sejak lama. Sebuah ciuman hangat yang membuat Sarah merasa nyaman didekat Luan.
Setelah bertengkar biasanya sebuah hubungan akan semakin kuat. Jika terbukti kedua nya masih saling mencintai.
Sarah pun segera melepaskan ciuman itu karena dia ingat pesan ayahnya agar tidak sampai melanggar aturan dan norma yang ditanamkan sejak Sarah masih kecil. Sarah pun segera keluar dari kamar Luan.
"Cepat, ganti pakaianmu!" ujar Sarah sambil berlari keluar.
πBersambung... π
###
.
.
.
Nexs episode berikutnya ya >>> π
Semoga kalian masih betah membaca novel ini.
Jangan lupa like π dan vote novel ini sebanyak-banyaknya ya.ππ
Terima kasih.π
πΉ~l Miss You~πΉ