
Hari Lamaran Untuk Hara
.
.
.
πΉπΉπΉ
Pagi itu Sarah duduk dan berkaca di depan cermin sambil tersenyum. Tiba-tiba Luan menghampirinya dan memeluknya dari belakang.
"Sayang, kamu asyik sendiri, aku di lupakan," ujar Luan sambil memegang dasinya.
Sarah pun tertawa dan membetulkan dasi suaminya itu. "Sekarang kamu manja sekali. Dulu perasaan ga begini deh."
"Apa kamu mau aku kembali seperti dulu?" ujar Luan sambil menggoda istrinya.
"Ehh, jangan! Aku kan hanya bercanda sayang. Gitu aja marah, huh."
"Kapan aku marah sama istriku tercinta ini," ujar Luan sambil memanggut bibir Sarah dengan lembut.
Sarah lalu melepaskan ciuman Luan. "Sayang, aku udah pakai lipstik. Lihat bibirmu jadi merah kan? Hahaha."
"Ahh! Aku tidak perduli." Luan lalu meneruskan ciuman nya kepada Sarah. Kali ini lebih cepat dan ganas. Sarah di buat kualahan dengan ulah Luan.
Rambut sarah yang sudah tertata rapi karena akan menghadiri acara lamaran Lucas pun akhirnya acak-acakan lagi. Luan berhasil membuat Sarah juga menikmati percintaan itu.
Sarah bergelayut manja di bahu Luan.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Luan pura-pura tidak tahu.
"A-aku," ucap Sarah serak dan terbata-bata.
Spontan Luan merasa senang akan hal itu, yang awalnya di tolak oleh Sarah kini dia sendiri juga menginginkan nya, namun Luan ingin memancing istrinya lebih jauh.
"Aku tak mengerti maksudmu sayang? Coba katakan apa mau mu?" balas Luan yang terus menggoda istrinya.
"Jangan pura-pura tidak tahu, aku malu mengatakan nya," ujar Sarah yang cemberut karena di goda oleh Luan.
Melihat istrinya cemberut, Luan lalu memeluk istrinya dari belakang, menyentuh lembut bagian daun telinganya, tak lupa dia juga meremas bahu Sarah yang membuat Sarah menjadi merinding.
Sarah menggeliat karena rasa nikmat dari kecupan Luan dan remasannya.
Sarah menyentuh kepala luan, menghadapkan kepalanya di hadapan Luan, kemudian menarik kerah baju nya dan bibir mereka kembali bersatu saling berpanggutan.
Tangan Luan juga semakin ganas, dia lalu membopong tubuh Sarah ke tempat tidur.
Di tempat tidur, Luan kembali menyerang tubuh Sarah, Sarah juga tak mau kalah. Dia membalikan badannya, sehingga membuatnya lebih leluasa untuk menjelajah tubuh Luan yang kekar mempesona.
βοΈβοΈβοΈ
Mereka berdua masih asyik saling bergumul satu sama lain. Namun ketika Luan akan melepas baju Sarah, pintu kamarnya pun diketuk oleh seseorang.
"Kakak, lama sekali sih! Semua keluarga sudah menunggu sejak tadi di bawah tuh, kalian ngapain sih. Cepaatttt!" ujar seseorang yang suaranya sudah tidak asing lagi.
"Adel!" ujar Sarah terkejut. Sarah lalu bangun dan membetulkan kembali rambutnya yang acak-acakan.
Hah! Gagal lagi misi kali ini.
Luan juga bangun dan merapikan bajunya lagi. "Sayang, seharusnya misi kita berhasil pagi ini?"
"Diamlah! Kita sudah di tunggu oleh keluargaku di bawah. Bagaimana jika mereka semua menyusul kita kemari? Bisa bahaya nanti! His."
"Baiklah, misi kita tunda untuk sementara waktu. Tapi aku tidak akan melepas pandanganku darimu nanti di sana. Ingat lah kau adalah milikku! Jangan menebar pesonamu kepada pria lain atau kau akan tahu betapa ganasnya suamimu ini."
"Hmm, ia sayang. Aku akan selalu berada di sisimu nanti. Sudah rapi? Ayo kita turun ke bawah!" ujar Sarah yang tersenyum dan menarik tangan Luan untuk menemui keluarganya di bawah.
Setelah berada di bawah mereka hanya tersenyum dan pura-pura tidak terjadi sesuatu tadi. Setelah semuanya siap, Luan, Sarah dan seluruh anggota keluarganya pun berangkat ke rumah Hara untuk menghadiri acara lamaran Lucas.
βοΈβοΈβοΈ
Setelah sampai di sana Luan lalu menggandeng tangan Sarah seakan tidak memperbolehkan Sarah menjauh darinya.
Adelia ingin juga menggandeng tangan Leo namun dia melirik ke arah Dr. Antonio dan Ny. Madona yang terus mengawasinya.
Hah! Bagaimana aku bisa pamer kemesraan kalau begini caranya? Ayah dan ibu selalu mengawasiku. Padahal kan aku ingin seperti kak Sarah dan kak Luan yang selalu bermesraan. Leo, segera halalkan aku! Kapan aku bisa bebas memegang tanganmu dan berkata ini lah suamiku. Aku sudah memberinya banyak sekali kode tapi dia hanya diam saja. Huhuhu sepertinya aku yang paling menyedihkan di sini.
Leo yang mengetahui Adelia sedih pun lalu menghampirinya dan duduk di sebelahnya. Walau di awasi oleh kedua orang tua Adelia, Leo dengan santai memandang wajah Adelia agar dia tidak bersedih lagi.
Seketika senyum lebar menghiasi wajah Adelia. Dia pun di buat malu karena pandangan Leo yang memikat hatinya.
Acara lamaran Lucas pun di mulai. Semua tamu pun duduk dengan tenang dan tak bersuara.
Hara merasa gugup dan berdebar. Dia juga tidak memiliki persiapan yang matang. Sejujurnya saat Lucas memberitahu bahwa ia akan melamar Hara, ibu Hara sedikit khawatir.
Pasalnya sekarang keadaan ekonominya sedang terpuruk. Ibu Hara takut jika anaknya tidak akan di terima oleh keluarga Lucas yang kaya raya dan terpandang.
Dia tahu bagaimana pola pikir orang kaya terhadap orang miskin walau tidak semua sama. Namun, tetap saja seorang ibu pasti tidak ingin jika anaknya nanti akan menderita.
Malam sebelum lamaran, Hara mencoba menenangkan hati ibunya dan berkata bahwa keluarga Lucas adalah keluarga yang baik. Mereka tidak memandang seseorang dari status sosial. Akhirnya ibunya menyetujui hubungan Lucas dan Hara.
Kembali ke acara lamaran. Lucas mengucapkan kata indah dan romantis untuk Hara yang membuat orang hanyut dalam suasana itu. Lucas lalu mengatakan bahwa dia akan segera menikahi Hara. Lucas lalu meminta restu kepada ibu Hara.
Di acara itu Sarah banyak terdiam karena terus di pandangi oleh Luan. Mereka duduk berdampingan karena Luan tidak mau jika jauh dari Sarah.
Setelah acara selesai, seluruh keluarga pun kembali ke rumahnya masing-masing. Begitu juga Sarah dan Luan, mereka berpamitan kepada Lucas dan Hara.
Luan sempat menggoda kakaknya dengan candaan seperti biasanya. Lucas memang selalu tersenyum bahagia sepanjang acara. Tidak ada rasa tegang sedikitpun di wajahnya. Dia sangat bahagia karena akhirnya dia menemukan tambatan hatinya di umur yang sudah tak lagi muda.
.
.
.
π Bersambung... π
###
.
.
.
Hai semua kesayanganku...
Episode yang sedikit menegangkan ya hehe...
Khusus untuk melanjutkan misi Luan dan Sarah selanjutnya, author harus berfikir keras karena harus mencari insfirasi kepada yang lebih berpengalaman tentunya. π
Sambil menunggu mampir juga di novel author yang lain yaitu :
-Putri Asisten Pribadiku
-Melawan Rasa Takutku
-A Werewolf Hug
\=\=\=\=\=\=
Ada juga novel sahabat saya :
Judul : Our Love
Nama pena : Lee via
Judul : Istri pilihan ibu
Nama pena : septriani wulandari
Judul : Boss come here please
Nama pena : novi wu
Judul : My husband is a devil
Nama pena : Azmi 1410
Judul : Sebenarnya Cinta
Nama pena : Fa. Queen
Judul : Penantian 600 purnama
Nama pena : Deti anggraini
Judul : Radio kampus oren
Nama pena : Sofianfery
Judul : Takut untuk mencintai
Nama pena : Suci Fa
Judul : Aku gendut
Nama pena : Vhi dheavy
Judul : Ketika cinta harus memilih
Nama pena : iis syalala
Judul : My Only You
Nama pena : Versa
Bagi yang belum nanti gantian ya...
Terima kasih. ππ
πΉ~I Miss You~πΉ