My Heart Is Only For You

My Heart Is Only For You
Story 58



🌹 Bulan Madu Di Desa 🌹


.


.


.


🌸🌸🌸


Luan pulang ke rumahnya untuk membawa beberapa pakaian nya yang tidak terbawa. Dia pun segera merapikan dan memasukan bajunya kedalam koper.


Lucas melihat adiknya sangat sibuk dikamarnya, dia segera menghampiri adiknya. " Hei, butuh bantuan?" ucap Lucas seraya menepuk bahu Luan.


"Ahh! Tidak perlu, sebentar lagi selesai."


"Untuk apa membawa pakaian sebanyak ini?" tanya Lucas penasaran.


"Seminggu lagi aku akan kembali ke luar negri untuk meneruskan misiku mencari pelaku itu. Samuel sudah mengabariku alamatnya. Dan sebelum aku kesana, Sarah mengajakku untuk menginap dirumah neneknya didesa."


"Haha, kenapa harus didesa? Apa kalian takut kedengaran kalau dirumah Sarah?" goda Lucas.


"Apa maksudmu kedengaran?" tanya Luan yang memang belum paham maksud Lucas.


"Hah! Kau ini, aku yang masih bujang saja tahu. Hei, memang nya kalian belum melakukan itu?"


"Itu apa? Huh, bicaralah dengan jelas, Kak."


"Cih, sok polos sekali. Ya malam pertama mu dengannya."


"Jadi itu yang kau maksud? Kenapa ucapanmu berbelit-belit. Langsung saja pada intinya," jawab Luan kesal.


"Ya kan biar seru."


"Aku belum melakukan nya. Aku menunggu dia siap menerimaku menjadi suaminya sepenuhnya."


"Apa? Jadi kalian belum tancap gas? Dan kau! Laki-laki macam apa kau ini. Menunggu wanita lebih dulu yang bereaksi. Jika aku jadi Sarah aku sudah menceraikan laki-laki sepertimu. Kenapa tidak kau tunjukan keperkasaanmu. Hah! Buat malu kakak mu saja. Apa perlu aku ajari?"


Plakkk ... ( Pukulan keras mendarat dibahu Lucas)


"Mau ku pukul lagi? Aku yakin kau bukan bujang lagi, Kak.


"Hei! Jangan bicara sembarangan. Walau bagaimana pun aku masih orsinil."


"Lalu, kenapa kau lebih tahu segalanya?" tanya Luan curiga.


Plakkk... ( Pukulan keras mendarat di kepala Luan )


"Kau ini bodoh sekali. Jika ayah dengar, bisa disuntik mati aku. Mana mungkin aku berani bermain wanita. Aku hanya mencari informasi diinternet saja. Aslinya aku juga takut jika benatap wanita yang kucintai."


"Hahaha, tadi sombong sekali. Gayanya sudah selangit dan seperti sudah berpengalaman saja. Sudahlah aku mau berangkat lagi. Ingat! Jangan sering menonton apapun yang tidak baik lagi. Jaga kehormatan keluarga kita. Aku pamit ya," ujar Luan sambil melambaikan tangan nya dan berpamitan kepada kedua orang tuanya.


"Hahaha! Dia menasehatiku seperti dia yang paling berpengalaman saja."


***


Luan pun menjemput Sarah yang sudah siap untuk berangkat ke rumah neneknya. Setelah berpamitan kepada keluarganya, Sarah dan Luan pun berangkat ke desa.


Mereka sampai di desa sore hari. Setelah sampai dirumah neneknya Sarah pun segera masuk kedalam, karena cuaca sangat gelap dan hujan lebat. Pelayan dirumah neneknya sudah menyiapkan makan malam untuk Sarah dan Luan.Mereka pun segera mandi dan berganti pakaian.


Walau masih menggunakan tongkat, Sarah dengan perlahan mengantar neneknya untuk istirahat dibantu oleh Luan dan pelayan yang mengikuti mereka.


Luan dan Sarah pun masuk ke kamar mereka. Mereka pun berbaring diranjang. Luan menyelimuti tubuh Sarah agar tidak kedinginan karena memang diluar sedang hujan lebat, dan udara pun semakin terasa dingin.


Sarah menatap mata Luan dengan malu dan kemudian mencoba menutup matanya. Luan mengusap kepala Sarah sambil bertanya.


"Betapa beruntungnya memiliki keluarga yang sangat menyayangimu."


Ucapan Luan itu membuat Sarah terkejut dan bangun kembali. "Apa yang kamu katakan? Aku tidak mengerti."


"Sudah! Lupakan ucapanku tadi," ujar Luan sambil meneteskan air matanya.


Sarah menyentuh pipi Luan dan mengusap air matanya. "Jangan menyimpan rahasia apapun dariku! Ceritakan lah semua suka dukamu."


"Aku tidak tahu dimana dan siapa keluarga kandungku. Apa orang tua kandungku masih hidup atau sudah tiada, aku tidak tahu. Sebenarnya aku ingin tahu identitasku yang sebenarnya, tapi apalah dayaku. Itu akan menyakiti hati ibu angkatku dan membuat penyakitnya kambuh lagi."


Sarah pun ikut menangis. "Jadi, kamu bukan anak nya ayah Piter dan ibu Juliana? Bagaimana bisa, bertahun-tahun mereka menyembunyikan rahasia sebesar ini darimu?"


"Aku juga tidak tahu, mungkin orang tua kandungku tidak ingin memiliki anak sepertiku hingga mereka membuangku."


"Tidak, Luan. Kamu adalah laki-laki yang baik, tidak mungkin mereka membuangmu begitu saja. Jangan berfikir buruk dulu ya. Kita cari jalan keluar."


Luan memegang kepalanya dengan kedua tangan nya. Dia sangat terpukul, jika mengingat kenyataan bahwa, dirinya hanyalah anak angkat dari orang tua yang selama ini sangat menyayanginya. Dia sebenarnya sangat frustasi namun, dia menyembunyikan semuanya dari orang-orang yang dicintainya.


Sarah panik dan mencoba menenangkan suaminya. Dia pun memegang tangan Luan dan merlahan medekatkan wajahnya ke arah Luan. Sarah pun berdo'a dan bergumam dalam hatinya.


"Aku harus melakukan ini untuk menenangkannya. Tuhan izinkan hambamu ini menenangkan hati suami hamba. Tidak ada pilihan lain, walau sebenarnya hamba masih takut."


Sarah mencoba menahan nafasnya yang semakin memburu, dia mendekatkan bibirnya dan perlahan mencium Luan dengan gemetar.


Luan seketika terdiam karena terkejut dengan apa yang Sarah lakukan. Namun, Luan pun segera membalas ciuman Sarah dengan lebih menggebu-gebu. Dengan perlahan, Luan membuka pakaian yang dikenakan oleh Sarah, hingga tak tersisa satu helai benang pun. Hujan lebat diluar, justru menambah gerahnya gelora malam itu.


Seketika keringat mereka bercucuran walau mereka belum melakukannya. Rasa getaran didada mereka justru lebih kuat dari pada hanya sebuah nafsu semata.


Cinta yang terpendam sejak kecil, rintangan yang menghadapi akhirnya telah dilewati. Mereka saat ini sedang mengutarakan hasrat cinta yang diizinkan oleh Tuhan. Luan mengecup bibir istrinya, kemudian perlahan mencium leher istrinya hingga tak terasa gigitan kecil itu membuat Sarah melenguh kesakitan. Sarah meletakan kedua tangan nya di punggung Luan dan kemudian menggigit bahu Luan. Sarah membuat Luan terlena dalam suasana romantis itu, dan perlahan Luan dapat melupakan kesedihan didalam hidupnya.


Dengan kelembutan dan cinta, Luan akhirnya memiliki Sarah sepenuhnya. Dan Sarah juga memiliki Luan sepenuhnya. Malam itu, cinta mereka menyatu abadi dalam ikatan yang halal. Alam pun, seakan mengizinkan mereka untuk bersatu.


πŸ€Bersambung ... πŸ€


###


.


.


.


Ehemm... πŸ˜‚


Kalian boleh ikut larut dalam suasana romantis mereka. Tapi hanya dalam hati ya...


πŸ‘‰ Jangan lupa like πŸ‘ dan vote sebanyak-banyaknya ya. Dukungan kalian adalah semangat bagiku. πŸ‘


Terima kasih. πŸ™


🌹~l Miss You~🌹