My Heart Is Only For You

My Heart Is Only For You
Story 50



๐Ÿ€Takdir yang harus kujalani๐Ÿ€


Sarah menerima dengan ikhlas segala cobaan yang menimpanya. Dokter dan semua keluarganya, selalu memberikan semangat dan motivasi agar dia kembali pulih.


Adelia sangat cemas, pikirannya tak menentu. Dia terus mondar-mandir mencemaskan keadaan kakak tirinya. Bahkan dia berhalusinasi sangat jauh, dia takut Sarah tidak terima dengan kondisinya dan ingin mengakhiri hidupnya.


Adelia menarik tangan ibunya dan berkata. "Bu, aku sangat mengkhawatirkan kondisi kakak didalam. Bu, jauhkan benda-benda tajam dari ruangan kakak. Aku takut dia mencoba untuk bunuh diri."


"Hus! Apa yang kamu ucapkan, Del?! Jangan bicara sembarang lagi atau ibu akan memukulmu. Kakak mu tidak akan berbuat seperti itu, ibu dan ayahmu akan terus berada disisinya."


Walau Ny.Madona marah atas ucapan Adelia yang sembarangan itu. Namun, dihatinya tersirat rasa khawatir juga. Dia takut apa yang dikatakan Adelia akan terjadi. Ny.Madona langsung masuk kedalam ruangan Sarah dan menjauhkan benda tajam yang mungkin membahayakan nyawa putrinya itu. Dia mengambil pisau untuk mengupas buah yang ada dimeja samping tempat tidur Sarah. Dia lalu membuang pisau itu kedalam tong sampah yang ada diluar. Sarah tidak mengetahui hal itu karena dia masih tertidur.


***


Malam pun tiba, Luan bergantian menunggu Sarah dirumah sakit. Sarah yang merasakan kesakitan yang luar biasa dikedua kakinya pun mencoba menutupinya dengan menggigit bibir bawahnya agar Luan tidak tahu. Sarah tidak ingin membuat Luan merasa khawatir padanya. Sarah pun mencoba duduk diranjangnya dan dengan cepat Luan membantunya. Luan menata bantal dipunggung Sarah, agar Sarah merasa nyaman saat duduk.


Sarah merasa sedih, dia tidak mau dikasihani. Dia ingin, Luan tulus menerimanya bukan karena rasa kasihan kepadanya.


"Luan, sebaiknya kita tunda rencana pernikahan kita. Aku ingin berjalan sendiri dihari pernikahan kita, tanpa ada yang membantuku."


Luan pun menatap mata Sarah dengan sayu. "Aku tidak mau menundanya, aku tidak mau kehilangan wanita yang ku cintai," jawab Luan sambil memegang tangan Sarah.


Sarah pun melepaskan tangannya dari pegangan Luan. "Aku tidak mau kamu menikahiku karena terpaksa."


Luan memejamkan matanya, mencoba untuk tetap tenang agar dia tidak mengeluarkan kesedihannya didepan Sarah.


"Apa kau mengira, aku adalah pria yang hanya menginginkan kesempurnaan dari seorang wanita. Apa dengan kondisimu seperti ini membuat cintaku menghilang begitu saja. Jika aku diposisimu sekarang, apa yang akan kau lakukan? Meninggalkanku? Mencampakanku? Tidak! Cintaku bukan seperti itu Sarah. Dulu, kau rela merawatku sampai aku sembuh dan kenapa sekarang kau tidak mengizinkanku untuk merawatmu Sarah? Katakan padaku."


Luan tidak kuasa menahan air matanya lagi, dia menangis dipangkuan Sarah sambil terus mencium tangannya.


"Aku hanya ingin kembali seperti dulu. Aku ingin melihat kamu memarahiku setiap hari, sikap lembutmu ini sangat berbeda dengan kepribadianmu. Aku merasa sikapmu ini sangat asing, aku sudah bilang jangan kasihan kepadaku. Aku ingin kamu bahagia Luan."


"Bahagiaku adalah saat bersamamu Sarah, kenapa kau sangat keras kepala. Aku mencintaimu dan selamanya akan terus mencintaimu, jika kau terus memaksaku untuk menunda pernikahan kita, maka aku akan semakin mempercepatnya."


"Luan, kamu sangat egois. Kamu masih egois seperti dulu."


"Aku memang egois Sarah, aku tidak akan pernah berubah dan selamanya aku akan menjadi singa peliharaanmu."


Luan mengusap air mata Sarah dan perlahan mendekatkan wajahnya ke arah Sarah. Luan lalu mencium kening Sarah dengan lembut. Dia lalu mengusap-usap rambut Sarah sambil mendekap tubuh Sarah dengan kasih sayang.


Krukukk... Krukuk... ( Bunyi perut Luan yang merasa lapar karena dia belum makan seharian ini )


"Suara apa tadi? Apa kamu lapar?" tanya Sarah kepada Luan.


"A_aku tidak mendengarnya."


"Jangan bohong? Sini, aku akan menyuapimu."


"Apa? Tidak mau, aku tidak mau makanan rumah sakit. Tidak enak, lebih baik aku pesan pizza lewat Go-food saja."


"Baiklah, aku juga mau."


Setelah pesanan Go-food tiba, Sarah menyuapi Luan. Luan makan dengan lahap karena Sarah yang menyuapinya.


๐ŸBersambung ... ๐Ÿ


###


.


.


.


.


Tunggu episode selanjutnya ya! ๐Ÿ˜Š๐Ÿ‘‰


Jangan lupa like ๐Ÿ‘ dan vote sebanyak-banyaknya ya!


Terima kasih.๐Ÿ™


๐ŸŒน~l Miss You~๐ŸŒน