
๐ฅBenci dan Dendam๐ฅ
Kini sudah sa'at nya untuk mengakhiri kebahagia'an mu Sarah," gumam Gracia.
***
[ Di Luar Bandara ]
"Apa semua sudah siap? Sini kopermu biar aku yang bawa," ucap Luan kepada Sarah.
"Ahh! Kamu tidak perlu Repot-repot, aku bisa bawa sendiri," ujar Sarah.
"Hah! Keras kepala. Baiklah, aku akan melihat Adelia dan Hara sepertinya mereka butuh bantuan," ucap Luan sambil menemui Adelia dan Hara.
"Hai, apa kalian butuh bantuan?" tanya Luan kepada Adelia dan Hara.
"Hah! kebetulan aku sangat kesulitan membawa dua koper ku, ini aku bagi satu kepadamu Kak, tolong bawakan ya!" ucap Adelia.
"Kau ini memang berbeda dengan Kakak mu, Lihat dia! dia sangat keras kepala dan tidak mau ku bantu, Hara mau sekalian ku bawakan kopermu?" ujar Luan.
"Ahh! Tidah perlu, aku hanya bawa satu koper," ujar Hara.
"Kakak memang begitu sifatnya, sangat sungkan menerima bantuan orang lain," ujar Adelia.
"Hah! Ternyata berat juga. gara-gara Luan membelikan aku banyak pakaian, aku jadi harus bawa dua koper, seharusnya aku berjalan lebih cepat, ini malah ditinggal oleh mereka. Huh! mereka malah menyebrang duluan," ucap Sarah.
"Kak Luan, ayo cepat kita tinggalkan Kak Sarah. Hehe, sekali-kali biar dia tau rasanya menolak bantuan mu Kak," ujar Adelia.
"Adel jangan gitu, kalau begitu aku akan kembali menemuinya, kalian berdua jahat sekali," ujar Hara.
Hara pun kembali untuk menemui Sarah.
"Aku juga akan kembali," ujar Luan.
"Ahh! Kakak kita tunggu saja disini. Capek tahu Bolak balik terus, lagi pula siapa yang mau menjaga Koper-koper ini ," ujar Adelia.
"Tidak! Aku sangat mengkhawatirkan nya, kau tunggu disini saja ," ujar Luan.
Luan pun kembali juga untuk menemui Sarah.
"Sarah, aku disini!" ucap Hara yang melambaikan tangan nya disebrang jalan.
"Hara, tunggu aku!" ujar Sarah yang setengah berlari sambil membawa kopernya.
Brrruuuaaakkkkkkk....
Koper Sarah terlempar dan berserakan. Sedangkan Sarah sudah tergeletak dan bersimbah darah. Mobil yang menabrak nya lalu kabur sebelum kerumunan orang mengetahuinya.
"Saraaaaaahhhh...," teriak Hara.
Hara langsung menghampiri Sarah dan menangis disampingnya.
"Help...help... help me please!" ucap Hara yang mencoba meminta bantuan.
"Sarah!" ujar Luan
Luan yang melihat Sarah tergeletak bersimbah darah pun langsung berlari dan tidak perduli dengan orang-orang yang ada didepan nya. Dia menabrak orang yang menghalangi jalan nya sambil tak kuasa menahan air matanya.
"Sarah.., Sarah wake up... please! Saraaaaahhhh," ucap Luan sambil menggendong Sarah ke dalam mobil nya.
"Lu_Luan ... andai aku tidak selamat nanti, tolong simpanlah cintaku yang hanya kuberikan kepadamu sejak aku kecil," ucap Sarah lirih.
Luan pun terus berjalan sambil menangis. "Tidak! Aku tidak akan membiarkanmu pergi. Sarah, cintamu akan menang. Aku sekarang milikmu, jangan buang tenagamu untuk berkata yang bukan-bukan lagi. Aku tidak ingin mendengarnya."
***
Adelia berlari menemui Hara yang masih berdiri kaku sambil menatap kedua tangannya. "Kak Hara, apa yang terjadi? Kenapa tangan Kakak banyak darah?" tanya Adelia.
"Adel, ini darah Sarah. Sarah tertabrak mobil dan mobil itu pergi begitu saja. A_aku tidak sempat menyelamatkannya," ucap Hara sambil menangis.
"Apa? Tidak mungkin! l_ini pasti hanya karanganmu saja kan, Kak? Aku tidak percaya!" ucap Adelia sambil berjalan dengan sempoyongan untuk menemui Sarah dan akhirnya dia pingsan karena tidak bisa menahan tubuhnya yang lemas mendengar berita buruk itu.
"Adel!" ucap Hara sambil mencoba membangunkan Adelia, Hara pun segera meminta bantuan untuk membawa Adelia ke dalam taxi. Mereka lalu menyusul Sarah ke rumah sakit.
Didalam mobilnya, Luan mencoba untuk menyemangati Sarah untuk tetap membuka matanya. Luan takut jika Sarah pergi meninggalkannya.
"Sarah bertahanlah! Jangan tinggalkan aku Sarah, ingatlah! Setelah kau sadar nanti kita akan segera menikah," ujar Luan sambil menyetir mobilnya.
Luan akhirnya sampai dirumah sakit terdekat dan segera membawa Sarah ke ruang UGD dibantu oleh suster dan perawat lain nya. Luan sangat cemas, tiba-tiba ponsel nya berbunyi dan dia pun segera mengangkatnya.
"Hallo Luan, kamu membawa Sarah ke rumah sakit mana?" tanya Hara.
"Aku akan share lokasinya, ini tidak jauh dari Bandara," ujar Luan.
"Baiklah aku dan Adelia akan menyusul," ujar Hara.
Hara pun menutup telepon nya dan mencoba membangun kan Adelia yang masih pingsan.
"Adel ... Adel..," panggil Hara sambil menepuk-nepuk pipi Adelia.
Adelia pun sadar dan kemudian dia menangis dipangkuan Hara. Hara mengelus kepala Adelia untuk menenangkan nya.
๐Bersambung ...๐
###
.
.
.
Hai Reders... ๐ป๐น๐ป
Sambil baca sambil makan cemilan, jangan lupa juga pencet tombol like dibawah ini ya!๐๐
Terima kasih.๐
โฅ~ l Miss You ~โฅ
ย