
๐Kabar itu telah sampai kepada Luan๐
โฅโฅโฅ
Di luar negri, Luan memang sengaja menonaktifkan semua akun media sosial nya. Bahkan, dia jarang memegang phonselnya, dia tidak ingin mendengar informasi apapun tentang keluarganya.
Sebenarnya, yang tidak ingin ia dengar adalah kabar pernikahan kakaknya dengan wanita yang ia cintai. Meskipun keras kepala dan dengan susah payah ia berusaha mencegah namun, berbagai sumber berita tetap tidak dapat ia cegah untuk sampai ke telinga nya.
***
[ Di dalam stadion ]
"Luan... Luan...," panggil Samuel, teman satu tim Luan dan juga sahabat nya.
"Yes, Sam, I hear you! What's up? You look so worried," ujar Luan.
"Have you heard the news about your family?" tanya Samuel.
"lf it's not important then don't say it!"
"This is very important, you know your broter's fiance? She disappeared from her home and has yet to be found."
"What? Are you serious? What you just said?"
Luan sangat terkejut mendengar berita hilangnya Sarah.
"Yes, i'm serious, the news spread on social media. You should ask your family directly!"
Luan langsung menelfon Kakaknya.
***
"Hallo.. Kak, apa benar Sarah menghilang?" tanya Luan.
"Hai.. Adik ku tercinta, bagaimana kabar mu disana?" ucap Lucas.
"Kabar ku baik ,kak jawab pertanyaan ku!"
"Luan, apa kau benar-benar perduli dengan nya? Apa kau sangat mencintai nya? Hmm.., suara mu terdengar sangat gelisah."
"Kak, aku serius. Cepatlah! Jawab pertanyaan ku sebelum kesabaran ku hilang."
"Jika kau memang lelaki sejati, jangan lari dari masalah. Apa lagi menghindari seorang yang kau cintai. Dan jika kau benar-benar mencintai nya cepatlah datang kemari!"
Lucas lalu menutup telefon Luan, dia sengaja mempermainkan kesabaran Luan, agar Luan belajar memperjuangkan cinta nya dan merasakan arti kehilangan.
Tanpa banyak berfikir lagi, Luan langsung bergegas pergi ke apartemen nya dan membereskan pakaian nya, dia lalu segera memesan tiket pesawat.
Sepanjang perjalanan dipesawat, Luan tidak berhenti memikirkan Sarah, bagaimana keada'an nya sekarang dan entah berapa lama dia menghilang, Luan sangat khawatir dia tidak makan atau minum yang ditawarkan oleh pramugari di pesawat tersebut. Dia juga menyalahkan dirinya sendiri atas sikap keegoisan nya selama ini. Luan ingin segera sampai di rumahnya.
***
"Kenapa kau kembali? Bukankah, kau ingin mengejar impian mu itu," ujar ayah Luan.
"Ayah, saat ini aku sedang tidak ingin berdebat dengan mu. Aku hanya ingin bertanya apa Sarah sudah ditemukan?"
J.Piter tidak menjawab pertanyaan Luan, namun Ny.Juliana langsung memeluk anak bungsu nya itu.
"Nak, Sarah belum juga ditemukan. Entah pergi kemana gadis itu. Gadis yang malang, ini semua salah lbu, dia adalah putri lbu. Kenapa ibu tidak menjaga dan mengawasi nya," ucap Ny .Juliana sambil menangis dipelukan anaknya.
"Bu, ini semua bukan salah ibu tapi, ini salah ku Bu. Aku terlalu egois, aku berjanji akan menemukannya dan akan menjaganya dengan izin atau tanpa seizin ayah," ujar Luan.
Luan lalu pergi mencari Lukas, dia ingin menanyakan semua yang terjadi di rumah saat dia pergi dan bagaimana Sarah bisa menghilang dari rumah nya.
"Pelayan, dimana Kakakku?" tanya Luan kepada salah satu Pelayan di rumahnya.
"Tuan muda, tuan muda Lucas sedang tidur dikamarnya."
Luan terkejut sekaligus kesal. "Apa? Sudah siang begini dia masih tidur! Bagaimana bisa dalam situasi seperti ini dia bisa tidur sepulas itu."
"Maaf tuan muda, tuan muda Lucas baru saja pulang tadi pagi."
Luan merasa heran. "Baru pulang tadi pagi? Kemana saja dia semalaman?"
"Saya juga tidak tahu tuan muda, sebaiknya tuan muda tanyakan langsung kepada tuan muda Lucas. Saya permisi tuan!"
Luan pun lalu pergi ke kamar Lucas.
๐Bersambung... ๐
###
.
.
.
Hai Readers... ๐๐
Baca terus ya! Like ๐ novel ini dan jadikan favorit kalian ๐ serta vote sebanyak-banyaknya.
Terima kasih.๐
๐น~l Miss You~๐น