
πLari dari perjodohan part 2π
Harakia Hyang atau akrab disapa Hara adalah sabahat Sarah, lebih tepatnya hanya Sarah yang masih bertahan menjadi sahabatnya karena, keadaan ekonomi yang membuat nya dijauhi oleh teman- teman nya.
Sebelum perusahaan ayahnya bangkrut, hingga ayahnya meninggal dunia. Hara dulu pernah tinggal di rumah yang cukup mewah. Dia bahkan tidak pernah kekurangan apapun kala itu, dia juga masuk di SMA yang sama dengan Sarah, di SMA yang elite dan ternama dikota itu. Hingga Hara bertemu dengan Sarah dan menjadi sahabat baik.
Hara adalah anak pertama, dia memiliki dua adik kembar yang lucu, satu laki-laki dan satu lagi perempuan. Hara gadis yang cantik, humoris dan sedikit jahil. Dulu dia tidak pernah memikirkan nilai pelajaran nya, dia juga tidak memperhatikan saat guru nya menerangkan pelajaran disekolah. Sarah lah yang membantu menjelaskan kembali apa yang diterangkan oleh guru nya dan membantu mengerjakan PR nya.
Hingga pertengahan kelas 3 SMA, Hara tidak dapat melanjutkan sekolahnya karena sudah beberapa bulan Hara menunggak pembayaran SPP sekolah. Saat itu adalah ujian terberat bagi Hara. Perusahaan milik ayah nya bangkrut, dan karena sering ditagih hutang oleh pihak Bank yang jumlahnya tidak sedikit, maka ayah nya tiba-tiba terkena serangan jantung dan akhirnya meninggal dunia. Terpaksa rumah mewah yang selama ini mereka tempati harus rela disita oleh pihak Bank, dan pindah ke kontrakan yang kecil dipinggir kota.
Teman-teman Hara pun perlahan menjauhinya, bahkan beragam hinaan pun dilontarkan oleh teman-teman nya. Karena ia belum membayar iuran bulanan disekolah nya. Hanya Sarah yang selalu berada disisinya dimasa yang sulit itu, bahkan Sarah pernah membongkar tabungan dikamarnya untuk membayar SPP sekolah Hara.
Karena ibu Hara mulai sakit-sakitan dan berhenti bekerja jadi, terpaksa Hara harus berhenti sekolah dan menggantikan ibu nya bekerja, menjadi tulang punggung keluarga dan membesarkan adik-adiknya. Awal nya sangat sulit untuk Hara namun, lama-kelamaan dia terbiasa dengan kehidupan yang keras dengan kondisi keuangan yang sulit.
***
Disebuah kontrakan kecil dan kumuh, disini lah Hara tinggal sekarang. Sarah masih memandang kontrakan itu dari luar, dia menatap sedih melihat kondisi ekonomi sahabat nya.
"Hara, apa benar kamu tinggal disini?" tanya Sarah tak percaya.
"Kenapa Sarah? Apa kamu menyesal mau tinggal disini dan akan membatalkan keinginan mu itu? " ucap Hara yang mengharapkan demikian.
Hara sangat berharap agar Sarah membatalkan keinginan nya untuk tinggal dikontrakan nya karena, dia tidak mau Sarah merasakan kesengsaraan yang ia alami sekarang.
"Tidak! Aku tidak menyesal dan tidak akan membatalkan tujuan ku. Tapi aku hanya heran dan kagum padamu, kamu bisa bertahan dalam kondisi seperti ini. Kamu bahkan tidak pernah mengizinkan aku untuk mencari alamat rumah baru mu sejak kamu berhenti sekolah. Ternyata ini alasan nya."
"Iya Sarah, kamu adalah sahabat ku satu-satu nya yang selalu ada untuk ku. Mana mungkin aku membiarkan mu menderita dengan mengajak mu ke tempat ini. Jika tadi kamu tidak memaksa ku, maka aku tidak akan membiarkan mu kesini."
Sarah menggenggam tangan Hara sambil memohon. "Hara, hanya kamulah satu-satu nya harapan untuk menolong ku. lzinkan aku tinggal bersama mu dan menunggu kabar baik dari orang tua ku ya!"
Hara merasa kasihan kepada Sarah. "Baiklah! Aku mengizinkan mu tinggal bersama ku. Malahan aku sangat senang kamu mau tinggal disini, kamu memang gadis yang sangat cantik luar dalam, kaya raya tapi sederhana dan tidak sombong. Hmm Sarah, ayo kita masuk! Akan aku kenalkan kamu dengan ibu dan adik-adik ku."
"Ayo."
Hara duduk disamping ibunya. "Ibu, kenalkan ini Sarah sahabat ku, dia akan tinggal disini untuk sementara waktu ya."
Sarah lalu memegang tangan ibu Hara yang terbaring lemas ditempat tidur tanpa bisa berbicara apapun, dia hanya mengisyaratkan dengan mengedipkan mata dan tersenyum tanda beliau menyetujui nya .
"Bibi ... ini aku, Sarah. Apa bibi masih mengingat ku? Bibi, maafkan aku karena ingin tinggal disini bersama mu. Aku akan membantu Hara merawat mu dan juga adik-adik yang manis ini," ujar Sarah sambil mencubit pipi kedua adik Hara dengan gemas.
Hara masih merasa ragu. "Sarah, apa benar kamu mau tinggal disini? lbu ku tentu sangat senang tapi, bagaimana jika kamu tidak betah tinggal disini?"
"Hara kamu tenang saja, aku sudah membawa bekal yang cukup untuk beberapa bulan disini. Tolong masukan semua uang ini kedalam rekening mu ya agar aman." Sarah berkata sambil menunjukan satu tas penuh berisi uang. "Aku sengaja tidak langsung mentransfer ke rekening mu karena itu bisa dilacak, aku tidak akan menggunakan kartu atm ku atau semua kartu kredit ku."
Hara terkejut tak percaya. "Wuuaah! Sarah, kamu benar-benar sudah menyiapkan segalanya. Sarah uang mu banyak sekali, gaji ku saja jauh dari ini. Hmm, baiklah! Aku akan segera pergi ke Bank untuk memasukan uang ini ke rekening ku."
Hara lalu dengan hati-hati membawa uang milik Sarah dan pergi ke Bank untuk memasukan semua uang itu ke dalam rekening milik nya.
πBersambung... π
###
.
.
.
Nexs ke episode berikutnya ya. π
Jangan lupa like π dan vote sebanyak-banyaknya. ππ
Terima kasih.π
πΉ~l Miss You~πΉ