
🍁Bangun dari koma🍁
Sudah satu minggu Sarah terbaring lemah dirumah sakit dan belum sadarkan diri. Dia masih koma dengan peralatan yang terpasang di badan nya untuk membantunya bertahan hidup.
Malam itu, hanya Luan dan Hara yang menemani Sarah. Dr.Antonio, Ny.Madona dan Adelia bergantian untuk istirahat dihotel agar tidak jatuh sakit.
"Luan, dari pagi kamu hanya menemani Sarah disini dan belum makan apapun. Apa kamu mau meninggalkan dia untuk selamanya, Hah! Luan, berhentilah menyalahkan dirimu sendiri. Semua ini sudah takdir," ucap Hara yang sedih melihat Luan tidak memperdulikan dirinya sendiri.
"Aku tidak lapar, kau pergi saja mencari makan di luar. Aku masih ingin tetap berada disisinya," jawab Luan dengan lemas karena selama seminggu ini dia kurang makan dan istirahat.
"Kamu juga keras kepala, sama seperti Sarah. Baiklah, begini saja. Aku akan membelikan mu makanan dan tidak ada alasan untuk tidak makan lagi. Luan, jika kamu sakit siapa yang akan menjaga dan mendampingi Sarah Hah! siapa?"
Hara sudah tidak tahan lagi melihat kondisi sahabat-sahabatnya yang lemah tak berdaya. Hara lalu pergi keluar untuk mencari makan.
***
Luan hanya diam sambil memegang tangan Sarah, dia terus menempelkan tangan Sarah dipipinya.
"Apa kau ingin meninggalkanku? Baiklah, aku akan menemanimu kemana pun kau pergi. Jika kau tidak bangun juga, maka aku tidak ingin makan apapun. Aku tidak egois, ini lah caraku mencintai seorang wanita. Jika sekali saja aku sudah menaruhnya, maka tak akan ku lepas sampai maut memisahkan."
Luan terus meneteskan air matanya, dia tidak tahan melihat kekasihnya dalam kondisi kritis. Tiba-tiba dia dikejutkan dengan bunyi ponselnya.
"Hallo ... Sam? Apa kau sudah mendapat kabar?" tanya Luan kepada Samuel, sahabat Luan.
"Aku sudah mendapat info plat nomornya. Namun, ternyata mobil tersebut bukan milik si pelaku. Pelaku ini sepertinya sudah merencanakan ini semua dengan matang. Bahkan dia memakai sarung tangan agar tidak bisa dilacak sidik jarinya dalam mobil tersebut. Luan, dia bukan penjahat sembarangan, ini semakin rumit. Namun, ada saksi mata yang mengatakan ada dua orang yang ada di dalam mobil tersebut, seorang pria dan seorang wanita. Kemungkinan besar ada yang tidak suka dengan Sarah, kau bantu mencari tahu siapa yang memiliki kebencian dan dendam terhadap Sarah."
"Sarah tidak memiliki musuh, bagaimana bisa orang sebaik dia punya musuh."
"Luan, itulah kelemahanmu. Kau menyepelekan orang-orang disekitarmu dan Sarah. Baiklah, kabari aku jika kau mencurigai seseorang. Aku akan mencari bukti yang lain," ujar Samuel sambil menutup telfon nya.
"Siapa yang membenci wanita selemah dia, bahkan dia takut untuk menyakiti seekor semut pun. Jadi, semua ini sudah terencana dengan baik. Jika aku sendiri yang menemukan nya maka, akan aku hancurkan sisa hidupnya sampai dia merasakan hal yang setimpal dengan yang di rasakan Sarah, bahkan lebih. Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Aku akan menunggu hari itu, hari pembalasan untuk sebuah kejahatan berencana," gumam Luan sambil mengepalkan kedua tangan nya.
Saat Luan sedang marah besar, tiba-tiba dia melihat tangan Sarah bergerak sedikit demi sedikit. Kemarahan Luan mulai meredam dan dia langsung menggenggam tangan Sarah.
Luan pun segera memanggil Dokter. Dokter dan suster lalu keruangan Sarah dan memeriksa keadaan nya. Dokter lalu melepas alat bantu pernafasan agar Sarah dapat berbicara dengan lancar.
"Nona Sarah, katakan apa yang anda rasakan saat ini?" tanya Dokter.
"Aku merasakan keram di kedua kakiku dan aku merasa sepertinya ada sesuatu yang masuk ke dalam mataku hingga penglihatanku agak kabur. Namun, aku masih bisa melihat bayangan mu, Dok," ucap Sarah lirih.
"Hmm, jangan terlalu memaksakan diri apapun keadaan yang anda rasakan nanti. Berusahalah dan jangan putus asa," ujar Dokter tersebut.
Dokter dan suster itu keluar setelah selesai memeriksa Sarah.
🍀Bersambung ...🍀
###
.
.
.
.
Hai ... Readers?🙌
Nantikan episode selanjutnya ya!😘
Jangan lupa like👍 dan vote novel ini ...💖
Terima kasih.🙏
🌹~ l Miss You ~🌹