
๐Aku merasa dia ada didekatku๐
โฅโฅโฅ
"Kak... Kakak!" Luan memanggil Lucas sambil menepuk-nepuk pundak Lucas.
"Jangan mengganggu ku, cepat pergi! Aku masih mengantuk," ujar Lucas.
"Kakak, dimana Sarah sekarang? Apa kau yang menyembunyikan nya? Cepat jawab pertanyaan ku!"
"Mana mungkin aku menyembunyikannya, kau kan tahu semua teman ku dan tempat yang sering aku kunjungi. Apa kau mengkhawatirkan nya? Hah! Sana pergi, cari sendiri."
"Jika kau bukan kakak ku, aku sudah menghajar mu dari tadi. Karena tingkah mu ini menyebalkan sekali."
Tiba-tiba terdengar nada dering dari phonsel Lucas yang ada di meja samping tempat tidur nya. Luan masih berusaha membangunkan Lucas, nada dering di phonsel Lucas terus saja berbunyi membuat Luan penasaran. Luan pun memeriksanya.
"Siapa ini? Kenapa nomernya tidak ada namanya, apa sangat penting sampai menelfon berkali - kali," gumam Luan.
Kemudian nada dering itu berbunyi lagi, Luan pun segera mengangkatnya.
Lucas kamu dimana? Kamu sedang melihat ku di CCTV tidak? Aku izin keluar ya, hanya di sekitar sini saja, gak akan pergi jauh," ucap Sarah yang berbicara sambil melambaikan tangannya ke arah CCTV.
Luan yang mendengar suara Sarah langsung menghidup kan komputer milik Lucas. Luan lalu melihat rekaman CCTV itu. Betapa terkejut nya dia melihat Sarah sedang melambaikan tangan ke arahnya. Kerinduan kepada sosok wanita yang ia cintai, yang selama ini ia pendam sekarang ada depan matanya. Luan lalu segera melacak lokasi tempat Sarah berada.
***
Setibanya Luan di lokasi yang itu, Luan pun bingung kenapa tidak ada satu bangunan pun disana, dia lalu memeriksa lokasinya kembali.
"Aku sangat yakin ini lokasi nya, tapi kenapa tidak ada bangunan sama sekali. Ahh! Aku akan menelusuri di sekitar sini," ujar Luan.
Luan lalu pergi menyusuri hutan itu, dia menemukan sebuah air terjun yang sangat jernih dibawah nya terdapat sungai yang mengalir. Saat mendekati air terjun itu, betapa terkejut nya dia melihat seorang wanita yang sedang mandi dibawah air terjun tersebut. Wanita itu membelakangi nya sehingga ia tidak bisa melihat wajahnya. Dari bentuk tubuhnya dan rambutnya, Luan seperti mengenali wanita itu.
Saat Luan akan memanggil wanita itu, tiba-tiba ada seorang pria, seperti seorang pengawal yang memanggil wanita itu terlebih dahulu.
"Nona, nona muda! Cepatlah naik keatas, Nona. Tuan muda Lucas ingin berbicara dengan anda di telefon, anda diperintahkan untuk menelfon nya kembali," ucap Pengawal itu.
***
Didalam Bunker Sarah pun menelfon Lucas kembali.
"Lucas ada apa? Pengawal bilang kamu menelfon ku berkali-kali."
"Kau kemana saja, sudah ku bilang jangan keluar dari Bunker itu. Kenapa kau tidak menuruti perintahku? Bagaimana jika ada yang melihat mu?"
"Tidak ada siapa-siapa dihutan ini kecuali aku dan para pengawal mu. Lagi pula tadi kan aku sudah meminta izin darimu, apa kamu lupa?"
"Meminta izin? Kapan? Aku bahkan baru bangun tidur."
"Jika bukan kamu, lalu siapa yang mengangkat telefon ku tadi?"
Sarah dan Lucas sama-sama panik. Lucas langsung bangun dari tempat tidurnya lalu memeriksa komputer nya dan benar saja, Sarah sudah meminta izin kepadanya. Lucas lalu berfikir siapa yang berani memeriksa phonselnya dan Komputernya.
๐Bersambung...๐
###
.
.
.
[ SALAM - SALAM ]
Hai Readers ๐. Salam sayang dari ku untuk kalian semua dan keluarga di rumah ya! Semoga hari-hari kalian semakin menyenangkan dengan membaca novel ini. ๐๐
Jangan lupa Like ๐ dan vote sebanyak-banyaknya ya. ๐
๐น~I MISS YOU~๐น