
Hamil Besar
.
.
.
πππ
Tujuh bulan telah berlalu kini perut Sarah semakin membesar. Entah kenapa dia selalu takut untuk pergi ke rumah sakit, memeriksa kandungan nya.
Beruntung ayahnya selalu merawatnya di rumah. Kini jadwal wajib USG yang harus Sarah jalani. Sebenarnya Sarah ingin kejutan dengan tidak ingin melihat lebih awal jenis kelamin sang bayi, namun demi mengetahui kondisi kesehatan bayi nya maka Sarah terpaksa harus ke rumah sakit.
Dr. Antonio menghubungi teman dekat nya yakni Dr. Retno, dokter spesialis kandungan. Sarah di temani oleh Luan pergi ke rumah sakit milik ayahnya untuk memeriksa kandungan nya.
Sesampainya di sana mereka langsung menemui Dr. Retno karena mereka sudah membuat perjanjian untuk bertemu.
"Silahkan duduk," ujar Dr. Retno.
"Dok, ayah saya sudah memberitahu dokter kan bahwa saya akan USG hari ini?" tanya Sarah.
"Iya, sekarang timbang berat badan dulu ya?"
"Baik dok."
Setelah di timbang berat badan dokter pun menyuruh Sarah untuk berbaring di ranjang khusus. Luan melihat ada kecemasan di raut wajah istrinya. Luan lalu mendekat dan memegang tangan Sarah.
Dr. Retno mulai memasang alat USG ke purut Sarah dan melihat janin di dalam kandungan Sarah melalui layar USG.
"Wah lihatlah kepala mereka sudah memasang ke bawah, kondisi janin nya sehat, tempurung kepalanya juga bagus dan normal," jelas Dr. Retno.
Saat Dr. Retno sedang menjelaskan tiba-tiba Sarah memotong pembicaraan nya. "Mereka dok? Maksud dokter?"
"Ya mereka sayang, memangnya kalian belum pernah melakukan USG sebelumnya?"
Sarah dan Luan kompak menggelengkan kepala mereka.
"Sayang selamat ya, kalian akan memiliki bayi kembar."
"Apa?" Sarah terkejut dan melihat ke arah Dr. Retno.
"Apa dokter sungguh-sungguh?" tanya Luan memastikan kembali.
"Saya sudah memeriksa berkali-kali, kalian akan memiliki bayi kembar, namun saya masih mencaritahu jenis kelamin mereka, tunggu sebentar ya?"
Sarah masih terkejut dan memegang erat tangan Luan, dia sangat cemas.
Satu janin saja sudah membuatku takut apalagi ada dua janin di dalam perutku. Aaaaaahhhh nenek, apa yang harus aku lakukan?
"Sayang, jangan cemas ya? Santai saja," ujar Luan menenangkan Sarah.
"Ahh, ini dia. Mereka berjenis kelamin laki-laki," ujar Dr. Retno sambil tersenyum.
"Laki-laki semua dok?"
"Betul."
Kata nenek melahirkan bayi laki-laki lebih sulit dari bayi perempuan. Sekarang aku sedang mengandung bayi laki-laki, dan yang lebih menakutkan lagi bukan hanya satu di dalamnya tapi dua. Kembar laki-laki!
Sarah begitu cemas sehingga berkali-kali menoleh ke arah Luan. Luan pun sujud syukur karena dia akan di karuniai dua putra sekaligus. Setelah memeriksa kandungan nya Sarah pun segera kembali ke rumahnya bersama Luan.
βοΈβοΈβοΈ
Sesampainya di rumah Ny. Madona dan Adelia sudah tidak sabar menunggu kabar hasil USG dari Sarah namun bukan Sarah yang menjelaskan akan tetapi Luan, karena Sarah masih tidak percaya dan tidak menyangka.
"Bu, kami akan memiliki bayi kembar laki-laki," jelas Luan kepada Ny. Madona.
"Benarkah? Aku akan punya cucu kembar?" ujar Ny. Madona yang gembira.
"Yey! aku punya keponakan kembar horeee...," sahut Adelia.
Adelia langsung memeluk Sarah.
"Kakak aku akan menyiapkan kamar untuk si kembar."
"Terserah kamu del," ujar Sarah pasrah.
Karena Adelia sangat antusias, dia langsung menyuruh desainer rumah untuk membuat kamar bayi. Adelia langsung bertanya warna kesukaan Sarah.
"Kak, sebaiknya warna apa untuk dinding kamar mereka?"
"Biru," sahut Luan yang ikut menimbrung percakapan mereka.
"Kakak, pantas saja kakak makan banyak sekali ternyata bayi kakak kembar, laki-laki semua lagi. Kakak tidak ingin minta sesuatu gitu misalkan rujak atau apa? Biar aku yang belikan kak."
"Tidak del."
"Jangan di tahan kak, bilang saja apa yang kakak inginkan. Kata orang tua dulu kalau ibu hamil ingin sesuatu harus di turuti atau jika tidak maka bayi nya akan berliur alias ngiler kak."
"Aku hanya ingin makan dan makan terus."
"Sayang tapi jika kamu terlalu banyak makan nanti perutmu sakit," ujar Luan khawatir.
Adelia tertawa melihat badan kakaknya yang bertambah gemuk.
"Kakak, aku perhatikan sekarang kakak semakin gemuk saja. Tapi walaupun gemuk kakak tetap cantik kok."
"Ahh kamu berbohong, bilang saja kalau aku sekarang jelek. Adel bantu kakak berdiri kakak mau mengambil es cream di dapur."
"Jangan kak, biar aku saja yang mengabilkan."
Huh! Bagaimana tidak semakin gemuk kalian saja tidak membiarkan aku bergerak sedikitpun.
Luan lalu memijit bahu istrinya itu agar Sarah merasa nyaman. Tak lama kemudian Adelia kembali sambil membawa satu cup besar es cream kesukaan Sarah.
Sarah langsung menyantapnya tanpa rasa dingin sedikitpun. Adelia dan Luan melihat Sarah sambil merasa ngilu.
βοΈβοΈβοΈ
Malam pun tiba, Dr. Antonio pulang ke rumahnya sambil membawa coklat kesukaan Sarah, semua khusus untuk anak kesayangan nya bahkan Adelia meminta satu saja pun tidak boleh.
"Ayah kalau aku hamil nanti aku juga mau seperti kakak," ujar Adelia cemberut.
Ny. Madona pun menghampiri Adelia dan berkata. "Ibu yakin kalau kamu hamil nanti nyidamnya pasti yang aneh-aneh dan kamu akan terus mual sehingga tidak mau makan."
"Kenapa ibu berpikir begitu?"
"Ya kamu kan sangat manja sekali hehehe," goda Ny. Madona.
"Ihh ibu, lihat saja nanti, aku juga akan makan yang banyak, supaya bayiku sehat dan kuat hahaha."
Semua orang tertawa bahagia. Mereka juga tidak sabar menanti hari kelahiran si kembar itu tiba. Dr. Antonio benar-benar memperhatikan kondisi Sarah agar dia dan bayi nya selalu sehat.
Dia tidak ingin jika Sarah mengalami pendarahan hebat seperti ibunya dulu. Dr. Antonio sebenarnya lebih khawatir dari pada semua orang. Dia tahu jika kondisi anaknya sangat lemah sejak kecil.
.
.
.
π Bersambung... π
###
.
.
.
Hai semua sahabat MHIOFY...
Semoga kalian selalu sehat di rumah ya...
Untuk anak gadis, kalian pernah di ceritakan oleh orang tua jaman dulu ga pantangan bagi anak perempuan atau tentang pantangan ibu hamil?
Tentu sedikit-sedikit pernah mendengar ya...
Memang kadang ada yang mengatakan itu mitos dan tidak masuk akal, namun saya yakin di balik itu semua ada hikmah yang dapat kita ambil.
Sedikit pesan Author π
Jika orang tua melarang anaknya melakukan sesuatu pasti mereka sudah tahu apa akibat jika melanggar nya. Orang tua pasti tahu apa yang baik dan yang buruk bagi anaknya karena mereka sudah berpengalaman.
Jika mereka menyuruh hal baik maka lakukan saja. Dan jika mereka melarang sesuatu maka taati peraturan dari mereka. Orang tua yang baik tidak akan menyesatkan anaknya.
Untuk sahabat MHIOFY Jangan lupa like, komen dan vote ya...
Terimakasih. π
πΉ~I Miss You~πΉ