
π Membebaskan Samuel Part 2 π
.
.
.
πππ
Sesampainya di bandara, Luan mengabari Sarah jika ada sesuatu yang tertinggal yang harus segera diurus. Luan tidak tega untuk menyakiti hati Sarah. Luan meminta maaf karena tidak bisa mampir dulu ke desa untuk menemui istrinya.
Sarah pun memakluminya karena dia tidak tahu apapun. Luan pun berjanji dalam hatinya, jika semua masalahnya selesai maka ia akan mengatakan semuanya kepada Sarah. Luan pun segera pergi ke kantor polisi untuk meminta bantuan. Setelah polisi bersedia membantunya dia pun pergi ke pengadilan agama untuk mengurus surat cerai sementara.
Lucas pun menelfon Luan. "Hallo, Dek? Bagaimana?"
"Sebentar lagi selesai, Kak," jawab Luan.
"Baiklah, waktu kita tidak banyak. Sekarang Leo sedang memancing wanita itu, setelah selesai segera kembali kemari."
"Baik, Kak."
Setelah selesai mengurus segalanya, tanpa mampir ke rumahnya atau pun ke rumah istrinya dan tanpa mengenal lelah, dia pun kembali ke Luar negri.
Di luar negri, Lucas sedang memantau Leo dari kejauhan. Leo sudah dipasang alat untuk mendengarkan pembicaraan nya dengan Gracia.
"Baiklah, cepat katakan apa keperluanmu ingin menemuiku disini? Aku tidak punya urusan pribadi denganmu. Jika hal yang kau sampaikan tidak menarik dan membuang-buang waktuku saja. Maka akibatnya sangat buruk bagimu. Ingat itu!" ucap Gracia.
"Hahaha, santai saja mengapa harus terburu-buru. Aku akan mengatakan sebuah rahasia besar. Rahasia yang akan membuatmu tercengang," ujar Leo yang mencoba mengulur waktu.
Gracia menoleh ke arah Leo dengan penuh curiga. "Jangan menguji kesabaranku! Cepat katakan!"
"Haha, kau ini ternyata mudah marah ya."
Gracia mengepal lengannya, darahnya mendidih sampai ke ubun-ubun. Dia menahan kemarahannya. "Masih ingin main-main? Apa kau sudah bosan hidup?"
"Oke-oke, baiklah. Aku hanya ingin bertanya, apa kau melihat Alex? Sejak Luan tidak ada, Alex juga menghilang dan tidak lagi latihan dengan kami."
"Aku tidak tahu, mengapa kau menanyakan nya kepadaku? Aku tidak ada hubungan apapun dengan nya."
"Bukankah kau kekasihnya?"
"Apa maksudmu? Kalian semua tahu dari dulu aku hanya mencintai Luan, tidak ada yang lain."
Leo segera merekam pembicaraan penting tersebut.
"Benarkah kau tidak mencintai Alex?"
"Ya, untuk apa aku mencintai b*jingan itu."
"Lantas, mengapa tempo hari aku melihat kalian berpelukan dan bermesraan di ruang ganti. Mataku masih sangat awas lho," pancing Leo.
Ucapan Leo membuat Gracia bagaikan disambar petir disiang bolong. "Kau! Ternyata kau juga tahu hubungan gelap ku dengan Alex? Yang kau lihat itu hanya kamuplase. Aku hanya menjual diriku kepadanya untuk mendapatkan cinta Luan," tiba-tiba Gracia menangis.
"Kau sudah buta oleh cinta Gracia, segera perbaiki kelakuanmu dan lupakan Luan. Masih banyak yang lebih baik darinya. Mengapa mengorbankan teman hanya demi keegoisanmu? Hah!" Leo mulai hilang kendali.
Lucas segera memperingatkan Leo agar lebih tenang.
"Leo, jaga emosimu! Kendalikan dirimu. Ingatlah nyawa teman kita dalam bahaya," ucap Lucas dari alat kecil yang dipasang ditelinga Leo.
Leo pun segera meredamkan emosinya.
"Ya, apakah kau sudah merasa puas? Luan sedang dalam perjalanan kemari untuk menemuimu. Dia rela bercerai dengan Sarah hanya untuk dirimu. Apa kau senang menghancurkan hidupnya? Apa kau bodoh? Walau mereka sudah bercerai, apa Luan mau menerima wanita kotor sepertimu?"
Gracia pun berfikir sejenak. "Aku akan melakukan apapun untuk mengembalikan kesucianku demi Luan."
"Hahaha, berhentilah berkhayal. Baiklah, aku akan pergi. Aku sudah tahu semua tentangmu. Jangan sampai rahasia ini terbongkar ya. Berdoalah, karena mulutku kadang tidak bisa diatur."
Leo pun pergi meninggalkan Gracia. Gracia yang panik karena, takut jika Leo berbicara kepada orang lain, maka dia segera menelfon Alex agar Alex dan anak buahnya menangkap Leo.
***
Leo segera menghampiri Lucas dan memberikan hasil rekaman itu kepada Lucas. Lucas menyuruh Leo untuk duduk sendirian ditaman tersebut, agar ditangkap oleh anak buah Alex. Lucas sudah memasang alat pendeteksi ditubuh Leo.
Leo pun duduk seperti yang diperintahkan oleh Lucas. Tak lama kemudian, anak buah Alex datang dan menyerang Leo. Lucas melarang Leo melawan agar tidak dilukai oleh anak buah Alex. Leo pun segera dibawa oleh anak buah Alex ke markas tempat persembunyian nya dan tempat penyekapan Samuel.
Sesampainya di markas tersebut, betapa terkejut dan sedihnya Leo melihat Samuel dalam keadaan pingsan dan babak belur seperti telah dihajar puluhan orang. Leo mengepalkan tangan nya kuat-kuat. Dia ingin menghajar Alex dan Gracia namun, dia ingat kata-kata Lucas agar tidak membuat Gracia marah. Leo pun diikat dan disatukan dengan Samuel. Leo hanya bisa menangis melihat keadaan sahabatnya itu.
Sesampainya di bandara luar negri. Luan segera menghubungi Lucas. Lucas dan Luan segera menyusun rencana.
Luan menghubungi Gracia untuk bertemu. Luan menyuruh Gracia untuk membawa Samuel dan Leo.
Keesokan harinya, mereka semua berkumpul disuatu tempat yang aman untuk pertukaran. Luan ingin membebaskan Samuel dan Leo sedangkan Gracia ingin mendapat surat cerai Luan.
Setelah melihat surat cerai yang benar-benar seperti asli dengan stempel asli departemen agama. Gracia pun tertawa bahagia, namun, bukan nya memenuhi janjinya untuk membebaskan Samuel dan Leo. Gracia justru menyuruh Alex untuk menangkap Luan dan ingin menikahinya secara paksa.
"Shit! Kau sudah gila Gracia. Selama ini aku menggapmu sahabat baikku namun, inikah perlakuanmu kepadaku? Kau ingin membunuh orang-orang terdekatku?" Luan berusaha melawan anak buah Alex yang sangat kuat.
Alex pun mencium Gracia didepan Luan sebagai imbalan. Luan pun merasa jijik melihat kelakuan mereka yang seperti binatang. Alex pun menghampiri Luan dan menghajarnya.
"Alex! Apa yang kau lakukan?" ujar Gracia.
"Aku hanya memberi sedikit pelajaran padanya karena, aku kesal kepadanya. Dia sangat dipuja-puja distadion sedangkan aku hanya dianggap cadangan saja. Aku hanya dipandang sebelah mata."
Walau kedua tangan nya dipegang oleh anak buah Alex. Luan pun berusaha untuk membalas menendang Alex. Luan memberontak dan berhasil melepaskan tangan nya. Dia pun kembali menghajar Alex. Mereka saling baku hantam hingga babak belur.
Tak lama kemudian, Lucas berhasil menemukan markas Alex. Lucas menyergap dan menangkap anak buah Alex dibantu oleh polisi dan teman-temannya. Lucas pun membawa Samuel dan Leo ke rumah sakit.
Setelah sampai dirumah sakit, Lucas menyuruh teman-teman nya untuk menjaga Samuel dan Leo. Sementara itu Lucas dan polisi segera melacak keberadaan Luan dan menyusulnya.
π Bersambung ... π
###
.
.
.
Hai semua... π
Bagaimana nasib Luan, setelah berkelahi melawan Alex dan anak buahnya sendirian? Apakah Lucas berhasil menemukan dan membebaskan adiknya hidup-hidup?
Yuk kita tunggu episode berikutnya ...
π Jangan lupa like π komen dan vote sebanyak-banyaknya ya.
Terima kasih telah membaca My Heart is Only For You ( MHIOFY ) . π
πΉ~l Miss You~πΉ