My Heart Is Only For You

My Heart Is Only For You
Story 29



๐ŸŒฟDia terluka hanya karena diriku๐ŸŒฟ


โ™ฅโ™ฅโ™ฅ


"Hei.., Menyingkirlah kalian! Aku ingin bertemu dengan Sarah, dia ada didalam kan? Lepaskan aku!" ucap Luan yang mencoba menerobos para pengawal.


"Maaf tuan, anda tidak diizinkan untuk masuk kedalam. Siapapun tidak boleh masuk kecuali atas izin tuan muda Lucas," ucap salah satu pengawal.


"Kau tahu aku ini Adik nya Lucas, kenapa masih melarang ku masuk," ujar Luan bersikeras.


"Sekali lagi, maafkan saya Tuan. Saya hanya menjalankan perintah," ujar pengawal itu.


"Baiklah, aku akan terus memaksa masuk. Aku tidak akan menyerah! Sarah... Sarah... keluarlah! Sarahh...," teriak Luan yang berharap Sarah dapat mendengarnya.


Karena Luan bersikeras untuk masuk ke dalam, terpaksa para pengawal menyeret Luan keluar dari tempat itu.


Sarah yang mendengar keributan diluar pun, langsung mencoba untuk keluar, namun dicegah oleh salah satu pengawal yang berjaga didepan pintu.


"Pengawal ada keributan apa diluar? Aku ingin melihat nya," ucap Sarah.


"Maaf, Nona. Nona dilarang untuk keluar oleh Tuan Muda Lucas, apapun yang terjadi diluar," ujar si Pengawal.


"Tapi aku penasaran, siapa yang membuat keributan diluar, apa kamu tahu?" tanya Sarah kembali.


"Saya tidak tahu, Nona. Sebaiknya anda masuk kembali ke dalam, demi keselamatan anda," ujar Pengawal itu.


Diluar, Luan masih memaksa untuk masuk kedalam. Dia terus berusaha menerobos Pengawal - pengawal itu, hingga dia tersungkur dan tangan nya terluka.


Didalam Bunker Sarah masih penasaran siapa yang membuat keributan di luar. Sarah pun tidak kehilangan akal, dia membuka fentilasi udara diatas dan kemudian memanjat dengan menggunakan meja dan kursi, dia pun berhasil keluar.


Sarah berfikir akan mengintip sebentar dan melihat keributan itu lalu dia akan diam-diam masuk kembali kedalam. Namun saat dia mengintip dibalik semak-semak disamping bangunan itu betapa terkejutnya dia melihat Luan yang sedang memaksa untuk masuk ke dalam.


"Luan, kenapa kamu bodoh sekali! Aku ada disini. Jangan menyakiti dirimu sendiri dengan memaksa untuk masuk kedalam. Luan, lihat aku! lihatlah kesamping. Ehh, walau dia melihat kesamping apa dia bisa melihat ku? Aku kan tertutup oleh semak-semak ini, tapi jika aku keluar maka yang ada aku akan di suruh masuk kedalam lagi," ujar Sarah yang berharap Luan tidak memaksa masuk lagi.


Setelah Luan merasa tidak berdaya lagi, dia lalu berfikir akan kembali dan menemui Lucas agar dia dizinkan masuk ke dalam.


Sarah pun mengendap - endap mengikuti Luan dari belakang, karena takut ketahuan oleh para pengawal, dia pun tidak berani memanggil Luan.


Setelah sampai didepan mobil nya, Luan lalu membuka pintu mobil nya. Namun karena dia merasa curiga ada yang mengikuti nya, dia kembali lagi untuk mencari tahu siapa yang mengikutinya.


"Siapa disana? Hei.., aku tahu kau pasti salah satu pengawal Kakak ku kan? Kau ingin memastikan bahwa aku sudah benar - benar pergi. Cepat keluar dan hadapi aku satu lawan satu, jangan berani nya bersembunyi seperti seorang pengecut. Keluarlah!" teriak Luan.


Sarah yang melihat Luan membelakanginya langsung pergi dan masuk ke dalam mobil Luan, dia lalu bersembunyi di bawah kursi belakang. Luan yang kesal karena orang yang dia maksud tidak keluar juga, maka dia kembali kedalam mobil nya.


Sarah yang berada dibelakang nya pun mendengar semua yang dikatakan Luan, Sarah yang merasa senang mencoba untuk tidak tertawa. Dia menahannya dengan membungkam mulutnya dengan tangan.


"Apa benar yang di katakan nya barusan? Rasanya aku seperti sedang bermimpi. Awwwhh.., sakit," gumam Sarah yang mencoba menyadarkan dirinya dengan mencubit pipinya.


Luan pun kemudian menghidupkan mobilnya dan menjalankannya. Setelah di rasa sudah cukup jauh dari tempat tadi, Sarah pun bangun dan duduk di kursi belakang.


Luan belum menyadari Sarah duduk dibelakang nya, sampai saat dia melirik di kaca depan mobil nya. Luan sangat terkejut sampai ngerem mendadak.


Aaaaaaaaaaaaakkkkkk..... Brukkkkkkkk ....,


Sarah dan Luan sama-sama berteriak karena terkejut. Sarah tidak memakai sabuk pengaman maka dia jatuh kedepan, tepatnya disamping Luan.


"Kau! Kenapa kau ada disini? Bagaimana bisa?" tanya Luan dengan salah tingkah.


"Ahh! Hmm, A_aku tadi tidak sengaja mengikutimu. Karena mobilmu terbuka, jadi aku langsung masuk menyelinap saja ke dalam.Hehehe," ujar Sarah sambil menggaruk kepalanya karena malu.


"Apa kau tadi mendengar apa yang ku katakan?" tanya Luan dengan raut wajah yang memerah, Luan merasa malu jika Sarah benar-benar mendengar perkataan nya tadi.


"Aku? Hmm, Ti_tidak! Memang nya kamu berkata apa tadi?" tanya Sarah menggoda Luan dengan menanyakan kembali apa yang sudah ia dengar tadi, Sarah hanya pura-pura tidak mendengarnya.


"Ahh! Sudahlah, jangan dibahas lagi. Aku tidak berkata apa-apa tadi. Cepat pindah tempat dudukmu kedepan! Memangnya aku ini sopirmu apa? Seenaknya saja kau duduk di belakang seperti tuan putri," ucap Luan yang sebenarnya ingin selalu berada didekat Sarah.


"Ya, baiklah. Huh! Dia masih saja seperti singa liar ," gumam Sarah.


๐Ÿ€Bersambung...๐Ÿ€


###


.


.


.


Bagaimana kelanjutan Sarah dan Luan? ๐Ÿ™Œ


Yuk kita lanjut ke episode selanjutnya ya! ๐Ÿ‘‰


Jangan lupa like ๐Ÿ‘ dan vote sebanyak-banyaknya. ๐Ÿ˜˜


๐ŸŒน~l Miss You~๐ŸŒน