My Heart Is Only For You

My Heart Is Only For You
Story 46



๐Ÿ’‘Jalan-jalan yang menyenangkan๐Ÿ’‘


โ™ฅโ™ฅโ™ฅ


"Luan, hari ini hari terakhirku disini. Jangan membuat ku kesal lagi ya?" ucap Sarah memperingatkan Luan.


"Hah! kau ini bawel sekali. Baiklah.., Ayo cepat pakai sabuk pengamanmu!" ujar Luan.


"Luan, kenapa di Luar negri setir mobil nya dikiri? ini menyulitkan ku memakai sabuk pengamanku," ungkap Sarah yang kesulitan memakai sabuk pengaman nya.


"Sarah, diLuar negri mobil nya memang didesain seperti ini. Jangan samakan lagi dengan yang ada dinegara kita," ucap Luan.


"Sepertinya banyak yang tidak aku mengerti disini," ujar Sarah.


"Memang! Lain kali, kau harus banyak belajar," ucap Luan sambil mengelus kepala Sarah.


Luan lalu mengendarai mobilnya bersama Sarah. Mereka akhirnya sampai di tempat perbelanja'an terbesar di pusat kota. Sa'at Sarah turun dan masuk ke tempat itu, dia langsung takjup dan heran, tempat itu begitu bersih dan canggih. Semua kebutuhan dan Barang-barang ternama tersedia disana.


"Hari ini, ambilah apapun yang kau mau!" ujar Luan.


"Benarkah? Hmmm.., apa kamu tidak sayang jika uang mu habis untuk membeli semua barang mewah ini?" tanya Sarah.


"Uang bisa dicari lagi, Kenapa aku harus takut menghabiskan nya untukmu," ujar Luan.


"Hah! Semua lelaki memang begitu kalau masih pacaran, tapi kalau sudah menikah pasti uangnya disembunyikan dari istrinya," ucap Sarah sambil memasang muka masam nya.


"Kau kan belum menikah denganku, kenapa sudah menebak hal yang belum tentu benar," ujar Luan.


"Aku tidak menebaknya, memang begitu kata Orang-orang yang sudah menikah," ucap Sarah.


"Yasudah kalau begitu kita pacaran saja selamanya. Jangan menikah kalau kau takut!" ujar Luan.


"Ihh.., Bukan begitu maksudku. Aku mau kamu tidak berubah walau kita nanti sudah menikah," ucap Sarah.


"Hmmm.., Kita Lihat saja nanti. Kalau ada yang lebih baik darimu, mungkin aku akan memikirkan nya. Ha... ha...," ujar Luan sambil berlari.


"Luan.., Jangan mulai lagi," ucap Sarah sambil mengejar Luan.



Luan akhirnya mengalah dan sebagai perminta'an ma'af nya dia membelikan Es creem untuk Sarah. Sarah sebenarnya tidak marah walau Luan menyakiti hatinya ,dia tahu Luan juga memegang ikatan kesetia'an yang mereka bangun. Hubungan mereka memang di warnai dengan canda tawa seperti hal nya sebuah ikatan persahabatan, Namun kesetia'an diantara mereka tidak akan pernah pudar.


"Luan, kamu membelikan ku banyak sekali pakaian disini. Bagaimana aku akan membawanya pulang? aku sudah membawa banyak pakaian," tanya Sarah.


"Apa? apa kamu juga pulang?" tanya Sarah.


"Apa aku akan membiarkan mu pulang sendiri?" ujar Luan.


"Tapi aku tidak sendiri, aku bersama Adel dan Hara," ucap Sarah.


"Kau kemari atas undangan dariku, dan aku wajib memastikan kau selamat sampai tujuan Nona manis," ujar Luan sambil memegang dagu Sarah.


"Sudah, Diamlah! jangan membuat ku malu," ujar Sarah senang.


"Apa lagi yang ingin kau beli?" tanya Luan.


"Sudah cukup, aku tidak mau Apa-apa lagi. Ini saja sudah kebanyakan, kamu membuat ku seperti cewek matre yang memanfa'atkan pacarnya. Padahal ini semua kamu yang memilihkan untuk ku," ujar Sarah.


"Memangnya kenapa dengan cewek matre? menurutku wajar saja jika mereka meminta sesuatu kepada pacarnya jika memang pacarnya mampu, jika pacarnya tidak mau membelikan ya berarti pacarnya tidak Sungguh-sungguh mencintainya. itu berlaku jika pacarnya mampu, jika pacarnya tidak mampu, ya jangan dipaksakan," ucap Luan.


"Menurutmu, apa aku termasuk cewek matre?" tanya Sarah.


"Kau ini cewek yang Lugu dan juga bodoh! Ha.. ha..," ujar Luan yang Lagi-lagi mengejek Sarah.


"Luan, Awas ya! Aku tidak mau pulang bersama mu..," teriak Sarah.


"Hah! Dia memang senang mengejek ku, dari kecil dia memang tidak berubah. Tapi aku memang tidak mau jika dia berubah. Perubahan akan menghancurkan hubungan kami ," gumam Sarah.


๐Ÿ€Bersambung... ๐Ÿ€


###


.


.


.


Hai Readers...๐Ÿ™† tunggu nexs episode ya... ๐Ÿ‘‰


Jangan Lupa Like๐Ÿ‘ and vote. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜˜


Terima kasih.๐Ÿ™


๐ŸŒน~Miss You~๐ŸŒน