
πBerada didekatnyaπ
πππ
[Di dalam Mobil]
"Sesuai perintah mu, aku sudah duduk didepan, apa kamu senang sekarang?" tanya Sarah.
"Ya, begitu lebih baik. Kau memang harus selalu patuh dengan apa yang aku katakan," ucap Luan sambil tersenyum penuh kemenangan.
" Aku kan bukan pelayan nya ,kenapa aku harus menuruti nya! Hmm.., tapi aku akui aku memang budak cinta nya ,aku sudah gila karena dia ,bahkan berani kabur dari rumah itu hanya karena dia. Ahh! aku sudah gila," gumam Sarah.
"Aku gila. Hiks.. hiks ..hiks..," ucap Sarah yang menangis karena tiba-tiba merasa bersalah kepada kekuarga nya terutama ayahnya.
"Kau ini jangan teriak - teriak disini! Bagaimana jika ada orang mendengar teriakan mu, mereka akan berfikir aku berbuat macam - macam padamu. Sssttttttttt..., sudah hentikan!" ucap Luan yang mencoba menghapus air mata Sarah dan menghiburnya.
"Apa yang aku lakukan ini? Dari kecil aku selalu menurut pada ayahku. Kenapa aku jadi anak durhaka, kalau bukan karena mu, aku tidak akan membatalkan perjodohan ini," ujar Sarah.
Luan lalu memeluk Sarah dengan erat, dia menahan kesedihannya karena, tidak ingin membuat Sarah semakin merasa bersalah. Beberapa kali dia menghapus air matanya agar tidak ketahuan oleh Sarah jika dia pun menangis.
"Ahh! Lepaskan pelukan mu, aku merasa sesak nafas," ujar Sarah.
"Diam lah! Kau sudah terlalu banyak bicara," ujar Luan.
"*K*enapa saat dia memelukku, aku merasa sangat nyaman. Aku merasa cintaku sudah menang saat ini. Tuhan... tolong hentikan sebentar waktu ini, aku ingin lebih lama berada didekat nya ," gumam Sarah.
"Kenapa sekarang kau diam? Kau mengambil keuntungan saat aku memeluk mu kan? Hmmm..," ucap Luan mencoba menggoda Sarah.
"lhh." Sarah mendorong badan Luan agar menjauhinya. Kamu kan yang menyuruh ku diam tadi, Huh! seharusnya aku tidak mengikuti mu tadi," ujar Sarah merasa kesal.
"Kau ini bisa marah juga rupa nya Hahaha," ujar Luan.
Luan menatap wajah Sarah yang sedang marah padanya.
"Ke_kenapa kau melihat ku seperti itu? Cepat jalankan mobil mu!" perintah Sarah dengan salah tingkah.
"Kau serius?"
"Ya, memang nya ada apa? Aku benar kan?"
"Apa kau serius mau ikut pulang ke rumah ku? Bukankah kau sedang kabur dari rumahmu, jika kau ikut pulang denganku orang -orang akan mengira kau dibawa kabur oleh ku. Hahaha tapi itu sangat menyenangkan, karena aku akan bilang kepada mereka bahwa selama ini kita tinggal bersama dan tidak ada alasan lagi bagi mereka untuk melanjutkan perjodohan mu dengan Kakak ku," ucap Luan yang senang merencanakan skenario nya sendiri dan membuat kekacauan.
"Bodoh!" ujar Sarah yang menatap Luan dan mendorong nya lagi. "Kau mau keluargaku dan keluargamu mati mendadak ya? Dasar pembuat onar. Kau pikir aku senang kabur dari rumah? ini pertama dan terakhir dalam hidup ku ,setelah ayahku dan ayahmu mengatakan untuk membatalkan perjodohan ini, aku akan pulang dan meminta pengampunan dari ayah," ucap Sarah.
"Hahaha, Disaat seperti ini kau masih mengharapkan pengampunan dari ayahmu, lihatlah saat kau pulang kerumah mu nanti sudah untung jika kau masih dalam keadaan utuh, bagaimana jika sesampainya dirumahmu kau langsung dijadikan daging cincang atau direbus hidup-hidup oleh ibu tirimu? Hahaha," ucap Luan yang kembali mengejek sarah.
"Dug." Pukulan keras mendarat dikepala Luan.
"Awwh! Kenapa kau memukul kepala ku?" ucap Luan yang kesakitan sambil mengelus kepalanya.
"Itu balasan karena kamu sudah menakuti ku. Dengar ya! lbu tiriku itu orangnya baik hati, dia tidak mungkin menyakiti hati ku dan merebusku hidup - hidup. Mengerti!"
"Sudahlah, sekarang putar balik dan kembali ketempat yang tadi. Karena itu satu-satu nya tempat yang aman untuk ku bersembunyi."
"Baiklah."
Luan lalu memutar balik mobilnya dan mengantar Sarah ketempat persembunyiannya.
***
Sesampainya ditempat itu, Sarah lalu turun dari mobil Luan.
"Sarah jaga dirimu baik - baik ya! Jika terjadi sesuatu langsung beritahu aku ,nanti malam aku akan menelfon mu."
"Kau tenang saja, kakak mu sudah menyiapkan segalanya untuk ku, jadi tidak akan terjadi apa-apa disana. Lagi pula ada banyak pengawal yang menjaga ku," ucap Sarah meyakinkan Luan agar dia tidak merasa khawatir.
"Ya, aku tahu. Tapi jangan terlalu dekat dengan mereka atau Kakak ku, jangan sampai membuat ku cemburu."
"Hmm, ia aku akan menjaga jarak dengan mereka bahkan dengan Kakakmu. Padahal dia kan Kakak mu sendiri, kenapa seperti dia adalah saingan terberat mu."
Sarah lalu kembali ke dalam Bunker dengan mengendap - endap melewati pinggir semak-semak menuju belakang untuk kembali masuk.
"Ahh... untung mereka tidak menyadari aku pergi tadi." Sarah tidak menyadari CCTV yang selalu mengawasinya 24 jam.
Padahal Lucas melihat Sarah pergi, lalu Lucas menyuruh salah satu pengawal nya untuk mengikuti kemana Sarah pergi, saat pengawal melaporkan bahwa Sarah pergi bersama Luan. Saat itu Lucas tersenyum dan menyuruh pengawal untuk kembali bekerja dan bersikap seperti tidak terjadi sesuatu.
πBersambung...π
###
.
.
.
Semoga kalian antusias membaca novel ini ya. Saya pun akan belajar lebih keras lagi untuk memperbaiki kekurangannya. πβ
Jangan lupa like π dan vote sebanyak-banyaknya. π
Oh ia, apa kebiasaan kalian, sebelum kalian menulis sebuah karya tulis, agar lebih semangat lagi? Atau lebih tepatnya apa yang menginsfirasi kalian? Terkadang jika tidak ada yang merespon karya kalian, apa kalian juga merasa sedih seperti saya? Hmm... πππ
Kebiasaan saya sebelum menulis adalah mendengar kan lagu sedih, romantis atau menonton drama sambil makan cemilan dan minum teh hangat atau kopi. Mungkin terdengar biasa, tapi kenyataannya itu bekerja dengan baik dan sangat membantu. πππ
Maaf ya malah ngajak sharing .π
Yukk, nexs aja ke episode berikut nya π
β₯β₯β₯~I Miss You~β₯β₯β₯