My Heart Is Only For You

My Heart Is Only For You
Story 18



πŸ€Dihari pertunangan yang kelamπŸ€


Adelia, entah kenapa selalu mengurung diri di dalam kamarnya semenjak dia tau bahwa, Sarah akan bertunangan dengan Lucas. Hatinya hancur, ingin sekali rasanya dia mencabik -cabik kakak tirinya itu. Dia sangat tidak rela jika pertunangan ini sampai benar - benar terjadi.


"Jika nantinya mereka sampai menikah, aku tak kan sanggup hidup lagi. Rasanya, lebih baik aku mati saja," ucap Adelia dalam hatinya.


Sarah pergi ke kamar Adelia untuk meminta maaf dan memberikan penjelasan. Dia sudah tahu apa yang akan terjadi. Namun, dia tetap ingin adik tiri nya mengerti.


"Aku tahu kamu marah padaku, bahkan kamu sangat membenciku. Tapi, ini bukan hanya keinginan ku, ini demi kebahagiaan orang tua kita. Aku benar-benar minta maaf, aku harap kamu mengerti," ucap Sarah sambil matanya berkaca-kaca.


"Kau! Kau ini benar-benar keparat. Kau adalah gadis ******. Setelah kau berhasil mendekati Luan, sekarang kau akan menikah dengan Lucas, pria yang aku cintai sejak dulu. Kau tahu kan sejak kita sekolah banyak pria yang mengejarku tapi hanya karna aku menunggu Lucas, aku menolak mereka semua. Dan sekarang kau ingin merebutnya semudah ini," ucap Adelia yang sangat murka sambil menunjuk dengan jarinya ke wajah Sarah.


"Tapi, apakah Lucas tau kamu mencintai nya? Aku mohon, jangan marah padaku. Jika Lucas juga mencintai mu maka, aku akan berbicara pada ayah dan ibu untuk membatalkan perjodohan ini," ucap Sarah memohon.


"Aku akan mengungkapkan semua pada nya, jika Lucas juga mencintaiku maka, kau harus pergi dari hadapan nya untuk selama - lamanya," ucap Adelia yang meluapkan kekesalan nya.


"Baiklah, jika nanti kalian sama - sama saling mencintai, aku akan pergi darinya dan tidak akan mengganggu hubungan kalian," ucap Sarah.


***


Tinggal 3 hari lagi menuju hari pertunangan Lucas dan Sarah, undangan pun telah disebar tapi hanya kerabat dan orang-orang terdekat saja yang diundang.


Luan mendadak berpamitan pada keluarga nya, dia bilang akan ada pertandingan penting diluar negri. Walau ayah nya menentang dia pergi, dia tetap pergi. Dia tidak yakin akan dapat mengendalikan emosi dan rasa sakit nya melihat pertunangan kakak nya bersama gadis yang dia cintai. Walau hanya bertunangan, tapi nanti juga akan berujung ke pernikahan itulah yang dipikirkan oleh Luan.


***


Hari yang dinanti pun telah tiba. Semua orang yang diundang untuk menyaksikan pertunangan ini juga telah berkumpul di kediaman Dr.Antonio.


Tinggal menunggu keluarga J.Piter datang. Adelia cemas menunggu kedatangan Lucas, dia ingin mengungkap kan isi hati nya sebelum pertunangan ini terjadi.


Akhirnya J.Piter dan keluarganya datang, kedatangan mereka disambut dengan meriah. Lucas tersenyum pada semua orang yang hadir, itu membuat para gadis jatuh cinta padanya.


"Beruntung sekali ya Sarah, mendapatkan pria yang tampan dan gagah seperti nya," Puji para gadis.


Sarah tidak melihat Luan saat itu. Namun, dia tidak berani bertanya pada siapa pun tentang Luan.


Tidak ada kesempatan Adelia untuk mengungkapkan isi hatinya pada Lucas sampai pertunangan selesai. Setelah bertukar cincin dan menikmati hidangan Lucas ingin sekali melihat -lihat suasana rumah Sarah. Akhirnya orang tua Sarah menyuruh Sarah untuk mengajak Lucas melihat-lihat dan berkeliling di sekitar rumah nya.


Adelia mengendap-ngendap mengikuti mereka dari belakang. Sarah mengajak Lucas ke taman belakang yaitu tempat favorit nya. Lucas sangat kagum melihat pemandangan yang indah itu, bunga-bunga tumbuh dengan subur disana, taman nya juga sangat terawat dan rapi.


"Ahh, Tidak! Aku hanya membantu mempercantik taman ini saja. Selebihnya, para pelayan dan tukang kebun yang merawat nya setiap hari."


"Kau ini tidak suka dipuji ya? Kau adalah gadis yang unik, penampilan mu selalu sederhana walau semua orang tau kau putri dari seorang dokter yang kaya raya. Hmm, Luan benar -benar bodoh telah membencimu, dia bahkan pergi ke Luar negri begitu saja. Ayah sudah melarangnya tapi dia tetap pergi," ucap Lucas sambil memasukan tangan nya ke dalam saku celana nya.


"Apa? Luan pergi ke Luar negri! Kapan? Apa dia benar-benar sudah pergi?" tanya Sarah yang sangat terkejut mendengar kepergian Luan yang secara mendadak.


"Ya, dia pergi mendadak. Aku sudah katakan padanya agar menunda kepergian nya untuk menghadiri pertunangan ini dulu, tapi dia juga tidak mendengarkan ku, tidak biasanya dia seperti itu. Terkadang aku juga ingin bisa sepertinya, menggapai cita-cita ku tanpa ada yang bisa menghalangi keinginan ku. Tapi, aku bukan Luan. Aku tidak bisa menentang keinginan ayah ku," ucap Lucas.


Saat melihat wajah Lucas sepertinya dia sangat lelah dan sedih. Sarah lalu menawarkan untuk minum teh kepada Lucas agar dapat mengembalikan suasana hatinya.


"Apa kamu mau minum teh? kata ayah teh buatan ku sangat nikmat. Bagaimana jika kamu mencicipinya," tawar Sarah kepada Lucas.


"Ahh! Tentu saja aku mau," ujar Lucas.


"Tunggu sebentar ya! Aku mau kedapur sebentar untuk membuatkan teh untuk mu."


Adelia yang melihat kepergian Sarah tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Dia lalu pergi menghampiri Lucas yang sedang duduk sendiri ditaman.


🍁*B*ersambung...🍁


###


.


.


.


Nexs episode berikutnya ya >>> πŸ‘‰


Semoga kalian semakin suka dengan kisah ini. Jangan lupa like πŸ‘ dan vote sebanyak-banyaknya ya!


Terima kasih.πŸ™


🌹~l Miss You~🌹


Β