My Freya

My Freya
BAB 8



❤️Merubah segalanya❤️


Dengan hati yang berdegup kencang, Freya memasuki ruangan rahasia tersebut, ruangan tersebut nampak terang dengan lampu yang sudah menyala, Freya sendiri bingung bagaimana lampu di kamar itu bisa menyala.


Freya kembali dia buat kaget saat melihat dua monitor komputer di hadapannya yang berjajar rapi pada tempatnya, komputer tersebut menjadi pusat dari cctv seluruh rumah neneknya, mulai dari isi setiap penjuru rumah rumah, di luar rumah, dan yang membuat takjub adalah cctv di sekitar area perkebunan milik neneknya.


"Nenek, kakek, kalian memang luar biasa." Puji Freya takjub.


"Aku bahkan tidak melihat di mana kalian menyimpan cctv di rumah ini, karena memang seperti tidak ada cctv" ucap Freya penuh rasa tak percaya.


Lalu Freya di ingatkan akan kejadian beberapa waktu lalu saat kedua orang tuanya dan neneknya di bantai habis, lalu tangan Freya berselancar di keyboard komputer tersebut dan mencari Video cctv kejadian naas waktu itu.


Freya kembali menangis saat melihat ulang kejadian itu, sungguh Freya tidak sanggup jika harus terus melihat video cctv itu kembali.


Huff.... Freya menarik nafasnya dan membuangnya dengan kasar.


"Baiklah Paman Marvin, bibi Riana dan gisel, aku belum memaafkan kalian, tapi untuk saat ini aku akan membiarkan kalian tetap bebas jika kalian tidak mengganggu hidupku lagi,


Tapi jika kalian mengusik kehidupanku lagi, maka akan aku pastikan aku akan membalas kejahatan kalian, karena aku sudah memiliki bukti cctv kejahatan kalian" ucap Freya menggebu-gebu.


Freya membuat akun email baru yang hanya dirinya saja yang tahu, dan menyimpan Video pembunuhan Keluarganya di akun email tersebut, lalu Freya pun menyimpan kode sandi rahasia milik Daddynya yang ada di kalung mommynya yang dia pakai, berikut dengan kode sandi brangkas milik neneknya, hal itu Freya lakukan, karena bila suatu saat nanti jika Freya lupa, Freya bisa melihatnya di email tersebut.


Setelah menyimpan semua barang bukti dan kode sandi berharganya, Freya menyimpannya dengan perlindungan berlapis, dengan kecerdasan yang dimiliki Freya, hal itu tidaklah menjadi sulit untuknya tapi bisa jadi sulit bagi siapapun yang mencoba membajak akun email terbaru milik Freya.


Freya mencabut kode sandi rahasia yang di simpan Daddynya di kalung mommynya, lalu menghancurkannya menjadi serpihan kecil dan tak berbentuk lagi.


"Maaf daddy aku harus menghancurkan kode sandi ini, tapi Daddy tenang saja, aku sudah sangat hapal kode sandinya dan aku juga sudah menyimpannya di tempat yang aman, aku tidak akan membiarkan siapapun mengambil apa yang coba Daddy lindungi dengan nyawa Daddy" ucap Freya.


Setalah menyimpan barang bukti dan barang berharganya, Freya mengamati seluruh penjuru ruangan itu, ruangan itu cukup luas dengan beberapa rak buku dan rak yang berisikan pita kaset yang sudah di beri judul di setiap pita kaset tersebut.


Pita kaset tersebut bertulikan banyak sekali judul, yang menandakan isinya adalah video kenang nenek dan kakeknya.


"Nenek, kakek kalian bener-bener luar biasa" ucap Freya bangga.


"Nenek, Kakek tidak masalah bukan jika aku merubah tempat ini supaya lebih terasa nyaman untukku?" ucap Freya pada dirinya sendiri, sambil memikirkan sebuah ide luar biasa untuk ruang rahasia tersebut.


Freya keluar dari dalam kamar dan langsung masuk ke dapur di ambilnya alat pel untuk membersihkan tempat tersebut.


"Siap beraksi" ucap Freya sambil membersihkan satu persatu barang yang ada di ruangan rahasia.


Freya merubah tata ruangan itu menggeser bangku dan lembari seperti yang freya inginkan, lalu membawa dan menempatkan kasur di lantai ruang rahasia, tak lupa Freya mengambil kulkas mini dari dalam kamarnya dan dispenser beserta galon yang berisi air.


Kini ruang rahasia tersebut sudah berubah menjadi kamar kecil dengan ekstra multi fungsi, di dalam kamar tersebut Freya bisa menonton TV, bisa bisa bermain game, bisa mengamati orang lain dari manapun dengan cctv yang terpasang secara rahasia, Freya juga bisa makan dan minum semua makanan dan minuman yang Freya simpan di dalam kulkas mini dan lemari penyimpanan cemilan.


"Sepertinya masih ada yang kurang" tanya Freya pada dirinya sendiri.


"Aku juga harus memindahkan brangkas milik nenek ke ruang rahasia ini, dan menyembunyikannya di sini" ucap Freya.


Lalu Freya turun ke dapur lagi karena Freya baru ingat dia memiliki ide menyembunyikan brangkas neneknya, lalu freya mengambil sebuah kotak kayu berbentuk persegi dan membawanya ke kamar rahasia.


"Aku rasa ini akan muat" ucap Freya.


Freya kembali ke dalam kamar dan menyimpan brangkas tersebut di dekat rak penyimpanan buku, lalu menutupnya dengan kotak kayu yang dia bawa dari dapur dengan cara memasukkan kotak kayu tersebut dari atas brangkas hingga menutup brangkas itu dengan sempurna, tak lupa Freya menyimpan hiasan bunga plastik di atasnya agar bisa terlihat seperti meja biasa berbentuk kotak berukuran sedang padahal isinya brangkas yang sangat berharga.


"Ini baru sempurna Brangkasnya aman, ruangannya juga sudah nyaman" ucap Freya.


Setelah semua perjuangan Freya di ruang rahasia, Freya baru menyadari bahawa saat ini hari sudah mulai pagi.


"Aku benar-benar tidak tidur" ucap Freya sambil terkekeh sendiri.


Karena tidak merasa mengantuk Freya melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah selesai Freya mengambil dompet neneknya dan dilihatnya ada dua kartu Atam yang tersedia dengan nama bank yang berbeda dan satu kartu kredit serta kartu tanda penduduk, juga ada beberapa lembar uang kertas bernilai seratus ribu,


Selain itu ada juga satu foto keluarganya, di dalam dompet tersebut di foto tersebut ada nenek, Kakek, Mommy, daddy dan Freya saat masil kecil sambil duduk di pangkuan kekeknya.


"Aku sangat merindukan kalian semua" ucap Freya sendu.


"Semoga kalian selalu bahagia dan kalian bisa berkumpul bersama di alam sana" ucap Freya lagi sambil tersenyum getir.


Freya membuka dan mencari buku tabungan milik neneknya di dalam lemari, setelah berhasil menemukannya, Freya membuka isinya dan mengamatinya, dari dalam lemari Freya juga menemukan surat-surat kendaraan miliki neneknya.


Ke dua buku tabungan milik neneknya memiliki nominal yang berbeda, hingga akhirnya Freya bisa menyimpulkan bahwa Buku rekening dan ATM ke satu adalah murni tabungan milik neneknya, dan buku rekening dan ATM ke dua adalah untuk semua pengeluaran dan pemasukan perkebunan serta pembayaran gajih para pekerja.


"Baiklah sekarang aku tidak kekurangan uang untuk melanjutkan hidup" ucap Freya.


Freya turun dari kamarnya dan langsung membuat sarapan ringan untuk dirinya, lalu Freya melangkah ke arah garasi, di sana ada dua mobil milik Daddynya dan neneknya, lalu ada satu motor dan tiga sepeda yang biasa di gunakan Freya dan neneknya saat melihat area perkebunan.


Sungguh hati Freya selalu sakit melihat semua barang-barang milik keluarganya, rasanya Freya ingin menyerah dan menyusul keluarganya.


"Semangat Freya ini baru awalnya kau harus kuat" ucap Freya memberi semangat pada dirinya sendiri.


"Baiklah mari kita coba mobilnya" ucap Freya dengan penuh semangat mengambil alih mobil milik Neneknya.