My Freya

My Freya
BAB 51



♥️Kedatangan Daddy Emmanuel, Mommy Amanda dan Nenek Liliana Yee♥️


Doa pun selesai di panjatkan, tibalah pak penghulu meminta Daffin untuk memasangkan cincin pernikahan di jari tangan Freya.


"Silahkan pengantin Pria memasangkan Cincin pernikahannya pada istrinya." Ucap Pak penghulu.


Daffin pun mengikuti arahan pak Penghulu, dia mengambil satu cincin pernikahan dari dalam kotak cincin, dan dengan perlahan mengambil tangan kanan Freya lalu memasangkan cincin pernikahan tersebut di jari manis Freya.


"Pengantin Wanita juga memasangkan cincin pernikahan di tangan suaminya." Ucap Pak penghulu lagi.


Dan Freya pun juga kini mesangakan cincin pernikahan di jari manis tangan kanan Daffin.


"Alhamdulillah..." ucap semua orang, kala melihat Freya dan Daffin telah menggunakan cincin pernikahan di jari manis masing-masing.


"Neng di Salim atuh tangan Daffinnya" ucap ibu Ratih.


"Eh... Maksudnya dicium tangan Daffinnya." Ucap Ibu Ratih lagi, meralat ucapannya dia baru menyadari pastinya Freya tidak mengerti perkataannya.


Freya pun mencium tangan Daffin lembut, lantas Daffin pun menaruh tangan kanan di atas kepala Freya dan satu tangan kirinya di angkat seraya memanjatkan doa setelah akad nikah.


اللهم اني اسالك من خيرها وخير ما جبلتها عليه و اعوذبك من شرها و شر ما جبلتها عليه


Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltahaa 'alaih. Wa a'udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha 'alaih.


Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya."


Daffin mengakhiri Doanya dengan kata "Aamiin" yang terucap pelan dari bibirnya setalah itu Daffin pun mencium kening Freya.


Semula semua nampak baik-baik saja hingga tiba-tiba terdengar suara isak tangis dari bibir Freya...


"Hisk...Hiks..." Suara tangisan Freya.


"Loh Neg kenapa menangis?" tanya ibu Ratih.


Melihat Freya yang tiba-tiba menangis membuat semua orang kebingungan, terutama Daffin.


Daffin berpikir mungkin Freya menangis karena tidak ingin menikah dengan dirinya.


"Setidak inginkah kau menikah dengan ku Freya sampai kau menangis begitu tersedu-sedu." Ucap Daffin Dalam hati.


"Freya...?" Panggil Daffin.


Namun Freya semakin menangis saat tangan Daffin menyentuh bahu kiri Freya.


Ambu Nuri pun menghampiri Freya dan mencoba menenangkan Freya yang sedang menangis.


"Neng Sudah atuh jangan menangis lagi." Pinta Ambu Nuri lembut.


"Ambu menerima pernikahan ini, Ambu juga menerima kamu sebagai menantu Ambu, asalkan Neng bisa menjaga Daffin, menyayanginya dan menghormatinya sebagai suami Eneng, dan Ambu minta jangan menyia-nyiakan Daffin, jadilah istri yang baik untuk Daffin." Pinta Ambu Nuri sembari mengusap lembut punggung Freya.


Namun Freya masih menangis, suara tangisannya pun kini semakin kencang.


"Jep atuh Neng jangan nangis lagi." Pinta Ambu Nuri lantas menarik tubuh Freya ke dalam pelukannya.


Seketika Freya pun semakin kencang menangis seraya berkata "Mommy... Jangan tinggalkan Freya, Freya ingin ikut." Ucap Freya di sela tangisannya yang semakin kencang.


"Deg...." seketika semua orang tercengang mendengar penuturan Freya.


"Ah... Hiks... Hiks... Mommy... Daddy... Nenek, jangan lepaskan tangan Freya." Ucap Freya lagi begitu pilu.


"Neng Istighfar... Sebut nama Alloh" ucap Ambu Nuri sembari mengusap lembut punggung Freya yang ada di dalam dekapannya.


"Freya hey...tenangkan dirimu." Pinta Daffin.


"Daffin.... Mommy di sini, Daddy dan nenek juga." Ucap Freya melepaskan dirinya dari pelukan Ambu Nuri.


Freya memegang lengan kiri Daffin mencengkeramnya dengan erat dan berkata...


"Daffin daddy ada di belakangmu, Mommy, dan nenek ada di sampingmu, lihat mereka tersenyum.....hiks...hiks..." ucap Freya di sela tangisannya.


"Freya hey... Sayang... Tenang lah... Lihat aku..." Pinta Daffin sembari menangkup wajah Freya dengan kedua telapak tangannya dan mencoba menarik perhatian Freya agar melihat dirinya.


استغفر الله العظيم....."Pinta Daffin


"Freya hey....katakan..." Pinta Daffin lagi.


"Astagfirullah hal'adzim" ucap Freya.


Dan seketika Freya pun dapat melihat dan mendengar dengan jelas apa yang coba Daddy, Mommy dan Neneknya katakan.


"Hey... My Prices" Panggil Daddy Emmanuel.


Mendengar itu rasanya Freya ingin menjawab sapaan dari Daddynya, tapi tiba-tiba Freya merasa mulutnya tidak bisa berkata apa pun, dan hanya air mata saja yang mengalir dari ke dua kelopak mata Freya.


"Hey... Anak Nakal" ucap mommy Amanda sambil tersenyum.


"Cucu kesayangan Nenek" ucap Nenek Liliana Yee.


Mulut Freya terkatup rapat dan hatinya menjerit kuat kala dirinya tak terima karena tiba-tiba saja menjadi bisu.


"Selamat berbahagia sayangku, kami akan selalu menyayangimu." Ucap Daddy Emmanuel.


"Jaga Dirimu My Freya, kami akan selalu bersamamu." Pinta Mommy Amanda.


"Cucu kesayanganku, hiduplah dengan tenang dalam ke damaian, buatlah kebahagianmu sendiri, dan jangan bersedih lagi, karena kami akan selalu bersamamu dan selalu menyayangimu." Ucap Nenek Liliana Yee panjang lebar.


Lantas ke tiganya pun tersenyum dengan lebar penuh kebahagiaan, tangan mereka, mereka simpan di pundak Daffin, bahkan Daddy Emmanuel sampai memeluk Daffin untuk sesaat, dan Mommy Amanda juga nampak menarik gemas pipi Daffin sedangkan Nenek Liliana Yee dia, memeluk, menarik telinga dan hidung Daffin.


Lalu ketiganya nampak tertawa bahagia, membuat Freya pun juga ikut sedikit tersenyum, "Lihat kau begitu cantik saat tersenyum." Ucap Daddy Emmanuel.


"Lupakan semuanya My Freya dan berbahagialah." Pinta Mommy Amanda.


"Nenek menyukainya." Ucap Nenek Liliana Yee sembari mengelus lengan kiri Daffin.


"Ingat Sayang berbahagialah." pinta Daddy Emmanuel.


"Tetaplah hidup sayang." Pinta Mommy Amanda.


"Jagalah dirimu" Pinta Nenek Liliana.


Lalu ketiganya kembali tersenyum dan perlahan menghilang, setalah mengatakan apa yang mereka ingin sampaikan untuk Freya.


"Tidak jangan... Jangan pergi." Pinta Freya namun kata-kata itu tidak bisa keluar dari dalam mulut Freya.


Bayang-bayang Daddy, Mommy dan Nenek Freya pun kini benar-benar telah hilang dari pandangan mata Freya.


Membuat Freya menjerit histeris tak terima di tinggalkan oleh kedua orang tuanya dan neneknya untuk yang ke dua kalinya.


"Tidak, jangan tinggalkan Freya, Freya mohon daddy, Mommy, nenek tunggu Freya ikut..." Pinta Freya histeris.


"Mommy, Daddy, Nenek... Tunggu Freya mohon Freya ingin ikut...." ucap Freya lagi dan lagi, kini suara itu bisa keluar dari mulut Freya.


Sementara itu Daffin, Ambu Nuri dan Abah Halim berusaha menenangkan Freya, yang sejak tadi merancu memanggil-manggil kedua orang tuanya dan neneknya.


Sementara itu semua orang yang ada di ruangan itu, Tak satu pun dari mereka yang dapat melihat Daddy Emmanuel, Mommy Amanda Yee dan Nenek Liliana Yee, kecuali Freya.


Hal itu membuat semua orang cemas, terutama Daffin, yang melihat Freya begitu histeris.


Hal yang membuat Daffin semakin takut adalah saat mendengar Freya berkata "Ingin ikut pada kedua orang tuanya dan neneknya" Kata-kata itu membuat Daffin ketakutan.


Dia takut Freya benar-benar pergi meninggalkan dirinya. "Freya tenanglah,.... Kau tidak akan kemana-mana, kau akan tetap bersamaku di sini." Ucap Daffin masih mencoba menenangkan keadaan Freya.


Namun Freya menolak dan berkata "Tidak Daffin aku ingin ikut dengan orang tuaku dan nenekku pergi, jangan halangi aku" ucap Freya pada Daffin.


"Freya Istighfar... Kau akan tetap bersamaku di sini." Ucap Daffin sedikit menekan perkataannya.


"Aku tidak mau, aku mau bersama keluargaku" ucap Freya teguh penuh keyakinan.


"Freya...." Bentak Daffin yang terbawa emosi.


Seketika Freya pun terdiam dan di detik berikutnya Freya pun pingsan tak sadarkan diri.