My Freya

My Freya
BAB 37



♦️Lapar♦️


Daffin dan Edwin sedang berkutat di dapur mereka sedang menyiapkan makan siang untuk Ambu Nuri dan Abah Halim yang tak lain adalah orang tua Daffin.


"Ed... Freya ada di mana?" tanya Daffin berbisik.


"Freya.. Dia... Dia ada di kamar lo Daf.." jawab Edwin juga ikut berbisik.


"Apa? Kok bisa, bukannya lo mau bawa dia pindah ke tempat lain" tanya Daffin tak percaya.


"Iya... Tadinya gitu, tapi gak keburu Daf, soalnya kalian keburu dateng jadi nya gue minta Freya masuk ke dalam kamar lo" jawab Edwin berbisik lagi.


"Hey... Kalian berdua kenapa berbisik-bisik gitu Hah?" tanya Abah Halim yang duduk di atas sofa ruang tamu.


Jarak dari ruang tamu dan dapur sangat dekat jadi Abah Halim bisa melihat apa yang di lakukan Daffin dan Edwin di Dapur.


"Enggak ada apa-apa kok Abah, ini tuh lagi ngomongin kerjaan" jawab Daffin berbohong.


"Kalau di rumah jangan ngomongin kerjaan nanti si Ambu marah" jawab Abah Halim ayah Daffin.


"Iya makanya kita bisik-bisik biar gak ketahuan sama Ambu" jawab Daffin lagi.


"Ada-ada aja atuh kalian mah ah" ucap abah Halim yang kembali fokus dengan tayangan TV.


Daffin dan Edwin sedikit lega karena Abah Halim tak bertanya lebih jauh lagi.


Setelah beberapa lama akhirnya makanan pun siap di santap Ambu keluar dari dalam kamar yang biasa di tempati Freya dan bergabung di atas meja makan.


"Daffin tumben kamar sebelah bersih banget terus wangi lagi?" tanya Ambu Nuri.


"Uhuk... Uhuk..." Daffin yang sedang minum pun langsung tersedak saat mendengar penuturan Ambunya.


"Edwin yang bersihin Ambu" jawab Edwin cepat.


"Ah masa Ambu gak percaya soalna baunya tuh ciga anak gadis kitu" ucap Ambu.


"Ya ampun Ambu gak percaya banget sama Edwin." Ucap Edwin berusaha meyakinkan.


Justru karena Ambu sangat percaya sama kamu Winwin, Ambu juga sudah sangat mengenal semua kebiasaan kamu, jadinya Ambu mah gak percaya atuh kalau kamu yang bersihin kamar tamu." Ucap Ambu.


"Sudah atuh ah ini kita mau makan kalah ngobrol we hayoh (Malah bicara terus)" ucap Abah.


"Ya udah sok atuh urang makan ayeuna mah" ucap Ambu menutup pembicaraan.


Dan akhirnya mereka pun makan bersama di atas meja makan.


Sementara di dalam kamar Daffin, Freya harus mati-matian menahan lapar dan haus, dia tidak bisa keluar dari dalam kamar Daffin, dia juga tidak bisa menghubungi Daffin, padahal dia sudah mengirimkan banyak pesan ke ponsel milik Daffin, tapi tak satu pun yang di balas oleh Daffin.


Freya duduk di atas lantai bersandar di ujung ranjang seraya memegangi perutnya dan menelan salifanya karena rasa haus dan lapar.


Freya pun beranjak dari duduknya dia masuk ke dalam kamar mandi dan menyalakan keran lalu menampung air keran dengan tangannya dan meminum air tersebut.


Freya melakukannya secara berulang untuk menghilangkan rasa haus dari tenggorokannya.


Setelah merasa lebih baik Freya pun kembali duduk di tempat semula lantas dia pun merebahkan tubuhnya dan tertidur di atas lantai karena rasa lapar.


Daffin sendiri terus teringat pada Freya, gadis itu belum makan apapun sejak tadi pagi.


"Dia pasti Kelaparan" ucap Daffin dalam hati.


"Sudah sore bentar lagi magrib, sebaiknya Abah sama Ambu istirahat di kamar." Ucap Daffin.


"Iya Abah sama Ambu pasti cape habis dari perjalanan jauh" ucap Edwin juga.


"Iya sebentar lagi" Jawab abah.


"Winwin kamu nginep di sini?" tanya Ambu.


"Enggak atuh Ambu, Edwin harus pulang nanti si ibu nyariin" jawab Edwin.


"Iya Ambu nanti Edwin sampein ke ibu sama bapak" jawab Edwin.


"Ambu mah mau mandi heula" ucap Ambu seraya masuk ke dalam kamar.


"Daf gue juga pulang dulu ya, soalnya udah mau malem juga" ucap Edwin.


"Ed lo gak sekalian solat magrib di sini dulu?" tanya Daffin.


"Enggak ah Daf gue solat di rumah aja" ucap Edwin.


"Bah Edwin pulang dulu ya" ucap Edwin.


"Iya sok Hati-hati, jangan lupa minta orang tua mu datang besok" pinta abah.


"Iya bah nanti Edwin sampein ke ibu sama bapak." jawab Edwin.


Setalah berpamitan Edwin pun pergi, dan setalah itu di susul Abah yang juga mulai masuk ke dalam kamar.


Melihat ke adaan sudah sangat aman, Daffin pun bergegas mengambil makanan dan minum untuk Freya.


Dengan penuh Hati-hati Daffin membuka pintu kamarnya dilihatnya kamar miliknya begitu gelap tanpa cahaya lampu.


Daffin menutup pintu kamar seraya menguncinya lalu menyalakan lampu, setalah lampu menyala alangkah kagetnya Daffin melihat Freya yang tertidur di atas lantai.


"Freya bangun lah" ucap Daffin membangunkan Freya.


"Freya" Panggil Daffin lagi dan Freya pun terbangun.


"Daffin" panggil Freya.


"Kenapa tidur di lantai?" tanya Daffin khawatir.


Freya hanya menjawabnya dengan senyuman.


"Aku bawa makanan, kamu makan dulu" pinta Daffin.


Freya pun mengangguk lantas dengan cepat memakan makanan yang di bawa Daffin dengan begitu lahapnya karena Freya sudah begitu kelaparan sejak tadi.


Freya benar-benar memakan habis semua makanan yang di bawa Daffin hingga tak tersisa, melihat Freya yang terlihat kelaparan membuat Daffin merasa bersalah.


"Maaf membuatmu harus menunggu lama" ucap Daffin merasa bersalah.


"Tidak Daffin, aku yang harusnya minta maaf karena harus kembali merepotkan mu, di tamah kamu jadi harus berbohong pada orang tuamu karena diriku.


"Jangan pikirkan itu Freya, sekarang ayo kita sholat magrib dulu." ajak Daffin.


"Daffin... Bimbing aku, aku belum mengetahui caranya." Pinta Freya.


"Tentu Freya." jawab Daffin.


Daffin pun mulai mengajari Freya cara berwudhu yang baik dan benar, lalu membimbing Freya untuk sholat magrib berjamaah.


Dengan penuh kepatuhan Freya mengingat dan mencerna semua yang di ajarkan oleh Daffin.


Terakhir Daffin mengajari Freya belajar membaca Iqro (Huruf dasar dalam bahasa arab) untuk membaca Alqur'an.


Di awal Freya cukup kesulitan namun setalah beberapa lama akhirnya Freya pun mulai sedikit demi sedikit memahami semua yang di ajarkan Daffin pada dirinya.


Malam itu mereka kembali menjalankan sholat Isya berjamaah, setelah Daffin mengajari Freya cara membaca Iqro dan menghapal sebagian bacaan Sholat.


Setelah sholat isya Daffin berpamitan untuk menemani orang tuanya berbincang sejenak di ruang tamu, lalu karena malam semakin larut Daffin pun masuk kembali ke dalam kamar.


"Deg.... Deg... Deg... " jantung Daffin bekompa sedikit lebih cepat kala melihat Freya yang begitu cantik dan seksi di matanya, dengan baju tidur yang tertutup dan rambut panjang yang dia gerai.


"Tenang Daffin.. Tenang" pinta Daffin pada dirinya sendiri.