My Freya

My Freya
BAB 57



♥️Kamar Daffin♥️


"Alhamdulillah kalian sudah pulang" ucap Ambu Nuri.


"Sekarang mah kalian masuk bersihkan diri kalian, terus sholat magrib lalu kita makan malam bersama, lihat atuh Ambu tadi udah masak banyak pasti kalian suka." sambung Ambu Nuri yang terlihat berbeda di mata Freya.


Sebelumnya Freya melihat kekecewaan di wajah wanita itu dan rasa marah yang tertahan karena dirinya dan Daffin, tapi sekarang Freya melihat kehangatan dari raut wajah ibu dari Daffin yang dia tunjukan pada dirinya dan Daffin saat ini.


Berbeda dengan Freya, Daffin justru merasa senang karena melihat Ambu nya kini sudah seperti semula, yang selalu ceria penuh kasih sayang dan perhatian pada keluarga.


"Iya Ambu.." Jawab Daffin.


Daffin dan Freya pun masuk ke dalam kamar, mereka membersihkan diri secara bergantian dan melasakan sholat magrib berjamaah, lalu Setalah itu mengambil makan malam bersama di meja makan bersama Abah Halim dan Ambu Nuri yang tak lain orang tua Daffin.


Pagi hari di apartemen Daffin, semua orang nampak bersiap untuk kembali ke kampung, Daffin dan Freya sudah siap dengan koper mereka, begitu pun dengan Ambu Nuri dan Abah Halim mereka sudah siap dengan barang bawaan mereka.


"Trak..." Suara pintu apartemen yang telah di kunci rapat.


"Ayo..." kata Ambu memimpin perjalanan menuju besmen,


Sesampainya di besmen semua orang langsung masuk ke dalam mobil milik Daffin,


"Daffin... Kade jemput heula si Jambrud (Motor kesayangan Abah)" pinta Abah Halim.


"Iya Abah..." Jawab Daffin sembari mengjalan laju mobilnya keluar dari besmen apartemen.


Sebelumnya Ambu Nuri dan Abah Halim datang ke Ibu kota dengan mengendarai motor kesayangan Abah Halim yang di beri nama Jambrud.


Namun dalam perjalanan motor Abah Halim malah mogok dan Alhasil harus di bawa ke bengkel untuk di tangani oleh ahlinya.


Hari ini motor tersebut akan di ambil dan di bawa pulang oleh Abah Halim, sedangkan Ambu Nuri dan Freya berada di dalam mobil bersama Daffin.


Tak butuh waktu lama akhirnya motor Abah pun sudah bisa di bawa pulang, Abah pun memutuskan untuk mengendarai motornya sendirian dan meminta Ambu untuk pulang menaiki mobil Daffin bersama Freya.


Ambu Nuri pun tidak keberatan dan akhirnya Ambu Nuri, Freya dan Daffin, kembali ke kampung dengan mengendarai kendaraan yang berbeda dengan Abah Halim.


Setelah menempuh perjalanan cukup lama akhirnya mobil Daffin pun telah sampai di parkiran depan rumah Ambu Nuri dan Abah Halim, Rumah tempat Daffin dilahirkan dan di besarkan.


Abah Halim sampai terlebih dahulu, karena kecepatan motor jelas bisa di andalkan dalam melewati rute macet hingga sempit.


Berbeda dengan mobil yang harus sabar menunggu antrian untuk bisa keluar dari jalan yang macet dan padat merayap.


"Assalamualaikum..." Ucap Ambu Nuri dan Daffin.


"Waalaikum salam, Sampe juga kalian." Jawab Abah Halim.


"Duh.. Capeknya lumayan pegel badan Ambu..." Keluh Ambu Nuri sembari mendudukkan tubuhnya di sofa ruang keluarga.


"Ayo masuk..." Ajak Daffin pada Freya.


Freya hanya mengangguk pelan sembari mengikuti langkah kaki Daffin memasuki rumah keluarganya.


"Nah Neng ini rumah Daffin, hanya rumah kecil sederhana, Ambu harap eneng mau tinggal di sini, sukur Alhamdulillah kalau Eneng bisa betah tinggal di sini sama Ambu jeung (dan) Abah." Ucap Ambu Nuri.


"Rumahnya nyaman nyonya, Freya suka.." Jawab Freya.


Sejenak Freya menoleh pada Daffin yang sejak tadi hanya jadi pendengar yang baik. Daffin pun tersenyum hangat pada Freya saat sadar Freya menoleh padanya.


Melihat Daffin tersenyum pada dirinya membuat Freya sedikit tenang dalam menghadapi Ambu Nuri.


"Iya Ambu..." Jawab Freya kaku.


"Sok atuh geura istirahat ayeuna mah, Daffin bawa atuh istri kamu ke kamar..." ucap Ambu Nuri.


"Iya Ambu.." Jawab Daffin.


"Ayo.." Ajak Daffin.


"Hemm.." jawab Freya sembari tersenyum kaku.


"Ambu... Ke kamar dulu.." Ucap Freya.


"Iya sok.." Jawab Ambu.


Freya pun beranjak dari tempat duduknya dan mengikitu langkah kaki Daffin memasuki sebuah kamar yang begitu dekat dari ruang keluarga, karena kamar Daffin terhubung dengan ruang keluarga dan hanya tersekat oleh pintu kamar.


"Trak..." Pintu kamar pun terbuka.


"Silahkan masuk..." Ucap Daffin.


"Hem.." jawab Freya.


Freya pun memasuki kamar milik Daffin, kamar itu nampak rapih dan bersih padahal sudah di tinggalkan selama berhari-hari oleh Ambu dan Abah, yang biasa membersihkan kamar Daffin kala Daffin pergi ke ibu kota untuk mencari nafkah.


"Maaf Kamarnya kecil dan sempit." Ucap Daffin yang melihat Freya hanya berdiri saja tanpa mengatakan apapun.


"Kau ini bicara apa,... Kamarmu cukup nyaman." Jawab Freya.


"Syukurlah.. Kalau begitu." jawab Daffin.


"Oh ya untuk lemarinya kita bagi dua sama seperti di Apartemen, kau atur saja mau di sebelah mana, di samping lemari ada pintu, itu pintu kamar mandinya." Ucap Daffin menjelaskan.


"Baiklah kalau begitu aku mau membersihkan diri dulu soalnya udah gak nyaman pengen mandi." ucap Freya.


"Ya silahkan, aku keluar dulu, mau masukin mobil ke garasi." Ucap Daffin.


"Iya.." jawab Freya.


Daffin pun pergi ke luar dari dalam kamar, langkah kakinya dia bawa ke pintu garasi dan membuka pintu garasi tersebut lebar-lebar, lalu Setalah itu memasukkan mobil miliknya dan juga motor Jambrud milik Abah ke dalam garasi satu persatu.


Sepeninggal Daffin dari dalam kamar, Freya pun kembali melihat-lihat semua sudut kamar Daffin.


"Kamar ini sempit sekali.." ucap Freya pelan. Kala melihat kamar Daffin yang memang cukup sempit.


Dengan satu tempat tidur yang posisinya berdekatan dengan tembok dan jendela kamar, lalu di sampingnya ada lemari yang berukuran sedang dan di samping lemari ada ruang kamar mandi, sementara di bagian depan tempat tidur ada sebuah nakas berukuran sedang yang di atasnya ada sebuah TV LED, dan di sampingnya ada sebuah meja belajar yang sekarang mungkin beralih fungsi menjadi meja kerja, di samping meja kerja ada dua buah jendela yang berdekatan dengan ranjang tempat tidur.


Freya melihat seksama pemandangan di luar jendela sangat indah ada sebuah hamparan sawah yang membentang.


"Indah" ucap Freya."