
❤️Pemakaman untuk Freya❤️
"Katakanlah apa yang harus saya lakukan?" tanya pak Hasan.
"Yang harus Pak Hasan lakukan adalah mengatakan pada semua orang bahwa Freya sudah tiada, termasuk pada orang asing yang mungkin pastinya akan datang untuk mencari tau apa Freya masih hidup atau memang sudah benar-benar tiada."
"Untuk itu pak Hasan harus membuat sebuah makam kosong, untuk membuat agar semua orang percaya bahwa Freya benar-benar sudah tiada." Pinta Edwin penuh penekanan.
"Baiklah saya mengerti Den, tapi... Apa boleh nanti saya bertemu dengan non Freya?" tanya pak Hasan.
"Tentu saja pak, bpk boleh bertemu dengan Freya tapi tidak sekarang, karena saat ini situasinya sedang tidak baik-baik saja, sedikit saja kita salah melangkahkan maka kita juga akan terseret dalam malasah keluarga Freya dan bisa-bisa kita juga jadi korban selanjutnya dari kekejaman keluarga paman Freya."
"Jadi saya sarankan pak hasan dan keluarga juga harus lebih hati-hati juga waspada, jangan sampai Niat baik kita dalam menolong orang lain malah menjadi bumerang untuk diri kita sendiri." Ucap Edwin panjang lebar.
"Saya mengerti Den terimakasih sudah menyarankan hal yang baik, tapi demi non Freya saya sudah siap menaruhkan nyawa saya sendiri, karena sesuai janji saya Pada diri saya sendiri, bahwa saya akan menjaga dan melindungi keluarga mendiang Nyonya Liliana dan Tuan Hideyoshi, dan saya pasti akan akan membalas hutang budi saya pada mereka dengan apapun termasuk jika harus mengorbankan nyawa saya." Ucap Pak Hasan penuh kesungguhan.
Edwin terdiam, dia terpaku, mendengar perkataan pak Hasan, di setiap ucapan yang dia sampaikan terdengar kesungguhan dan kesetiaan yang begitu dalam, Edwin tidak tau apa yang sudah di lakukan oleh mendiang nenek dan kakek Freya pada pak Hasan hingga laki-laki paruh baya itu sampai rela bertaruh nyawa untuk keluarga Freya.
"Baiklah pak Sebaiknya kita kembali, karena saya rasa kita sudah pergi terlalu lama" ucap Edwin mengalihkan pembicaran.
"Baik Den." Jawab Pak Hasan.
Pak Hasan dan Edwin pun kembali ke rumah nenek Liliana yang sudah terbakar, sesampainya di sana, dengan penuh kelembutan dan rasa hormat pak Hasan meminta seluruh warga untuk membubarkan diri, karena dia ingin membuat manipulasi kematian Freya.
Pak Hasan sadar jika terlalu banyak warga yang melihat dan mengawasi, maka rencana tentang kematian Freya pun mungkin tidak akan bisa berjalan.
"Kepada semua para warga saya mohon untuk tidak lagi berkumpul di sini." Pinta pak Hasan dengan sopan.
"Tolong semuanya bubar." Ucap Pak Hasan lagi penuh kelembutan agar tidak ada yang tersinggung karena permintaannya.
Setalah beberapa saat para warga pun satu persatu mulai meninggalkan halaman kediaman rumah nenek Liliana dan hanya menyisakan lima orang pegawai senior yang sudah pasti setia pada keluarga Tuan Hideyoshi dan Nyonya Liliana.
Pak Hasan pun menyampaikan kebenaran tentang keselamatan Freya dan rencana untuk membuat pemakaman palsu atas nama Freya pada lima orang pegawai senior di bawah bimbingan pak Hasan.
Mereka nampak senang mendengar kabar bahwa Freya telah selamat dari kejadian kebarakan semalam, dan dengan penuh keberanian mereka pun ikut membantu untuk menyiapkan rencana untuk membuat pemakaman palsu untuk Freya.
Pertama-tama mereka merobohkan rumah nenek Liliana untuk metupi jejak, lalu mereka membuat sebuah peti kosong agar seolah-olah Freya terlihat ada di dalam peti tersebut, Langkah selanjutnya mereka mengumumkan pada semua orang bahwa Freya telah di temukan meninggal dunia dalam puing-puing reruntuhan sisa kebarakan semalam dari rumah nenek Liliana.
Langkah terakhir mereka pun mulai menguburkan peti kosong tersebut ke dalam tanah dan membuat seolah-olah Freya benar-benar meninggal dunia karena menjadi korban ke bakaran dalam tragedi semalam.
Pukul 15.00 sore setelah selesai membuat kuburan palsu atas nama Freya hal yang sudah di perkirakan oleh Daffin, Edwin dan juga Pak Hasan pun terjadi.
Ada dua orang polisi yang datang dan mencoba mencari informasi tentang keberadaan Freya.
Kedua polisi tersebut adalah polisi yang sama yang datang pada saat kasus kematian orang tua Freya dan nenek Freya.
Kini pak Hasan sudah tau bahwa kedua polisi tersebut adalah oknum polisi yang sudah di suap dan tugaskan oleh paman Marvin untuk menutupi kasus kematian kedua orang tua Freya dan nenek Freya.
Dan kini polisi Hadi pun datang kembali dan mencoba memastikan bahwa Freya benar-benar sudah tiada dengan dalih inpestigasi sama seperti dulu.
"Pak Hasan, jadi Nona Freya benar-benar sudah meninggal?" tanya Pak polisi Hadi memastikan.
"Iya pak Polisi, kami menemukan non Freya sudah meninggal dunia, dan kami baru saja memakamkan jasad beliau di sebelah sana, dekat dengan makam kedua orang tua non Freya dan makam nyonya Liliana." jawab pak Hasan seraya menunjukkan letak makam Freya dengan Ibu jarinya.
Polisi Hadi pun memilih melihat sendiri makam milik Freya, dia bahkan menghampiri makam kosong atas nama Freya guna memastikan informasi yang akan dia sampaikan benar-benar akurat.
Tak sampai di sana Polisi Hadi dan rekannya pun tak lupa mengambil foto reruntuhan rumah nenek Liliana, dan juga makam Freya,
"Saya turut berduka cita pak hasan" ucap polis Hadi.
"Terimakasih pak" jawab pak Hasan sekedarnya.
"Boleh saya tau apa penyebab kebarakan ini terjadi?" tanya Pak Hasan memastikan.
"Dugaan kuat kebarakan ini terjadi karena kosleting listrik." Jawab polisi Hadi berbohong.
Mendengar itu pak Hasan dan ke lima pegawai lainnya hanya pura-pura sedih dan mengerti semua penjelasan oknum polisi-polisi itu.
"Sayang sekali korban harus meninggal dengan tragis." Sambung polisi Hadi.
"Iya pak Kasihan sekali non Freya harus mengalami hal buruk seperti ini." Jawab pak Hasan.
Setelah memastikan tidak ada bukti yang berpotensi memberatkan kubu tuannya, kedua polisi tersebut pun akhirnya pergi dari halaman rumah nenek Liliana.
"Rasanya aku ingin sekali mengubur kedua polisi itu hidup-hidup dengan cangkulku" ucap salah satu pekerja yang memang juga sudah mengetahui kebenaran dari kematian majikan mereka.
"Sabar, jangan sampai kita gegabah dan malah membuat non Freya jadi tambah celaka, kita harus menjaga non Freya dengan baik karena dia satu-satunya keluarga Nyonya liliana dan Tuan Hideyoshi yang masih hidup." Jawab pekerja lainnya.
"Iya betul, kita harus menjaga Non Freya dengan baik, ini sebagai balas jasa kebaikan keluarga Nyonya liliana dan Tuan Hideyoshi." Ucap Mereka lagi.
"Iya ini adalah rahasia kita berenam" ucap Pak Hasan.
"Ini Rahasia kita bersama." jawab para pekerja.
Sejak tadi Edwin hanya memandangi dan memperhatikan dari jarak jauh, dia melihat sendiri dua oknum polisi yang sama datang bahkan tanpa di beritahu,
"Para penjahat itu benar-benar sudah merencanakan semua ini dengan matang." Ucap Edwin dari dalam mobil.