
❤️Laki-laki misterius❤️
Satu bulan berlalu setelah berita meninggalnya Tuan besar Emmanuel, Nyonya Amanda dan Nona Freya, tersebar luas di ibu kota.
Paman Marvin, Bibi Riana, dan Gisel pun kini menempati Rumah besar milik Keluarga Freya, tidak hanya itu, paman Marvin dan bibi Riana juga mulai menguasai perusahaan besar milik Tuan besar Emmanuel, mereka benar-benar menjual kemalangan kematian keluarga Freya sebagai alasan bahwa merekalah satu-satunya pewaris seluruh harta Tuan Besar Emmanuel.
Hal itu benar-benar tidak bisa di cegah oleh Tuan Anthony dan Tuan Gilbert,
Bibi Riana menyebar luaskan bukti kematian keluarga Freya untuk mencegah pergerakan Tuan Anthony dan Tuan Gilbert, agar mereka tidak memiliki hak untuk mengamankan seluruh harta milik Tuan besar Emmanuel.
Semua orang yang di hasut oleh paman Marvin dan Bibi Riana, membuat Tuan Gilbert terpojok sebagai seorang pengacara kepercayaan Tuan Emmanuel yang memegang payung hukum semua kekayaan Tuan Emmanuel, dengan terpaksa dia harus menyerahkan seluruh harta keluarga Tuan Emmanuel kepada Paman Marvin sebagai satu-satunya keluarga Tuan besar Emmanuel yang masih hidup.
Tuan Anthony dan Tuan Gilbert benar-benar tidak rela memberikan seluruh harta milik Tuan Emmanuel kepada Paman Marvin.
Hal itu di karenakan mereka mengetahui bahwa Paman Marvin dan Bibi Riana adalah orang-orang yang sangat licik dan serakah.
Hati kecil mereka berkata bahwa salah satu dari keluarga Tuan besar mereka masih hidup dan dia ada di Indonesia, namun mereka tidak bisa pergi untuk menyelidiki kebenaran kematian keluarga Tuan Emmanuel, Karena bibi Riana benar-benar menutup akses bagi Tuan Anthony dan Tuan Gilbert untuk menyelidiki kematian keluarga Tuan besar mereka.
Tuan Anthony yang juga ikut terpojok pun akhirnya meminta bantuan seseorang secara diam-diam, dia adalah seorang laki-laki yang cukup dekat dengan Tuan Besar Emmanuel.
Laki-laki itu berasal dari London, setelah mendengar kabar kematian Tuan Besar Emmanuel tentu dia sangat marah besar dan dia pun juga sempat sangat marah besar pada Tuan Anthony karena baru memberitahukan kematian Tuan Emmanuel pada dirinya, namun dengan cepat Tuan Anthony menjelaskan semua situasi dan keadaannya hingga laki-laki itu pun sedikit memaafkan Tuan Anthony.
Tanpa berlama-lama laki-laki itu pun dengan cepat datang ke belgia untuk memastikan kebenaran tentang kabar Tuan Emmanuel melalui Anthony yang telah menceritakan semuanya padanya.
Pukul 02.00 dini hari Tuan Anthony pergi ke sebuah rumah besar milik seseorang yang paling berpengaruh dalam hidup Tuan Emmanuel (Daddy Freya).
Tuan Anthony yang sudah mendapatkan izin untuk memasuki rumah tersebut pun bergegas menemui seorang laki-laki yang juga sudah menunggu kedatangan dirinya.
"Tuan?" Panggil Tuan Anthony.
"Akhirnya kau datang" ucap Laki-laki tersebut.
"Maafkan saya Tuan, telah membuat anda harus menunggu lama, saya sedikit kesulitan untuk bisa sampai kemari tanpa di ketahui oleh mereka."
"Seperti yang sudah saya katakan lewat pesan singkat yang saya kirimkan, mereka memaksa untuk tinggal di rumah Tuan Besar Emmanuel, saya benar-benar di buat tidak bisa menolak permintaan mereka, berita meninggalnya Tuan Emmanuel, Nyonya Amanda dan Nona Freya, membuat saya tidak bisa mencegah sikap serakah mereka dalam menguasai harta peninggalan Tuan Besar Emmanuel." Ucap Tuan Anthony panjang lebar.
"Saya benar-benar tidak bisa melakukan apapun lagi, itulah kenapa saya meminta bantuan anda Tuan." Pinta Tuan Anthony.
"Bagaimana dengan Gilbert?" tanya laki-laki itu.
"Tuan Gilbert di buat tidak berdaya Tuan, mulanya saya dan Tuan Gilbert berusaha menahan sementara penyerahan harta kepada Tuan Marvin, sebelum kebenaran kematian Tuan Emmanuel dan keluarganya terbukti, tapi Wanita Licik itu.... Riana dia menghasut banyak orang dan mengatakan bahwa Tuan Gilbert telah menimbun harta Tuan Besar Emmanuel, bahkan Istri dan anaknya pun mendapatkan hinaan dan fitnahan dari banyak orang karena ulah Riana."
"Gilbert benar-benar menyerahkan semuanya?" tanya Laki-laki itu lagi.
".........." Anthony terdiam, dia tidak menjawab pertanyaan laki-laki itu.
"Hem.... Aku mengerti jadi adikku memiliki harta yang lain yang dia sembunyikan dari semua orang bukan?"
"Dan hanya kalian yang mengetahui itu, aku tidak mempermasalahkan jika kalian tidak ingin mengatakan di mana harta itu, karena harta itu pastinya sengaja di sembunyikan Emmanuel untuk satu alasan yang besar, dan alasan itu adalah demi kebaikan putrinya Freya." Ucap Laki-laki itu menyimpulkan.
Anthony sejenak terdiam, dia tidak tau harus mengatakan apa lagi, karena yang di simpulkan oleh laki-laki bertubuh tegap di hadapannya memang benar adanya.
"Itu memang benar Tuan, Tuan Besar Emmanuel dan Nyonya Amanda memang menyembunyikan sebuah harta dari semua orang, tapi harta itu beliau simpang hanya untuk Nona Muda Freya seorang." Jawab Anthony dengan jujur.
"Maaf Tuan saya pasti akan mengatakan lokasi harta tersembunyi milik Tuan besar Emmanuel jika, nona Freya benar-benar sudah tiada, karena sesuai wasiat yang dikatakan Tuan besar Emmanuel, harta tersembunyi itu di simpan adalah demi menyelamatkan nona Freya dalam menyambung hidup di kemudian hari jika Tuan Besar Emmanuel dan istrinya benar-benar sudah tiada."
"Tuan besar Emmanuel sepertinya sudah memperkirakan tentang hal besar yang mungkin akan terjadi pada putrinya jika dirinya benar-benar sudah tiada,"
"Itulah mengapa beliau menyimpan harta rahasia itu demi ke selamatan nona Freya."
"Dan pesan terakhir yang beliau titipkan adalah jika nona Freya pun ikut tiada seperti dirinya, maka harta itu akan di berikan kepada anda Tuan, beliau meminta anda untuk mengelola harta tersebut dan memberikan bagian tuan Emmanuel pada orang-orang miskin dan orang yang membutuhkan di setiap bulannya." Jawab Anthony menjelaskan kembali panjang lebar.
"Emmanuel Adikku, kita menang tidak memiliki hubungan darah, tapi selama ini hubungan kita sudah lebih dari hubungan darah, kau sudah aku anggap sebagi adikku, adik kandungku, siapapun yang menyakitimu dan keluargamu akan aku pastikan mereka akan membayarnya dengan sangat mahal, dan aku pasti akan menghukum mereka dengan caraku."
"Emmanuel adikku aku tidak akan memaafkan mereka, dan aku tidak akan membiarkan hidup mereka tenang." Ucap Laki-laki itu penuh bertekad.
"Tidak akan" ucapnya dengan nada yang mengerikan penuh penekanan.
"Marline?" Panggil Laki-laki itu dingin.
"Saya Tuan?" jawab seorang laki-laki yang sejak tadi hanya berdiri tak bergeming dan hanya jadi pendengar percakapan antara Tuan Besarnya dengan tuan Anthony.
"Pergilah ke Indonesia dan cari tahu kebenaran tentang kematian Adikku Emmanuel beserta istri dan putri mereka." Perintah laki-laki tersebut pada bawahannya yang dia panggil Marline.
"Baik Tuan" jawab Marline dengan penuh kesiapan.
Terlihat Tuan Anthony pun dapat bernapas dengan lega karena orang yang ia menghubungi adalah orang yang tepat untuk menyelamatkan harta milik Tuan besarnya juga untuk mencari tahu kebenaran dari kematian keluarga dari Tuan besarnya.
"Tuan Besar Emmanuel, nyonya Amanda, dan Nona Freya saya harap kalian masih hidup dan selamat saat ini." Ucap Anthony dalam hati.