
๐Tinggal Bersama๐
Satu bulan di Indonesia keadaan Freya sudah sangat membaik, akan tetapi tidak dengan keadaan di desa rumah nenek Freya.
Semakin hari semakin banyak orang yang berusaha ingin mencari tahu keberadaan Freya.
Riana benar-benar belum menurunkan ke waspada nya pada Desa tempat rumah nenek Freya berada.
Banyak dari orang-orang suruhan Riana yang hilir mudik setiap harinya mengawasi dan mengamati rumah nenek Riana yang hanya tinggal puing-puing yang berserakan.
Bahkan rumah pak Hasan dan para pekerja lainnya pun tak luput dari pengawasan dari orang-orang suruhan Riana.
Hal itu menjadi suatu kecemasan yang mendalam bagi Freya dan kekhawatiran ekstra bagi Daffin.
Alhasil Daffin pun mengajak Freya untuk tinggal di apartemen miliknya, karena terlalu hawatir jika harus membiarkan gadis itu untuk tinggal sendirian.
Jangan tanya, mulanya semua orang jelas tidak setuju dengan hal itu, terutama Edwin, bahkan Freya pun berulang kali tidak setuju dan tidak mau untuk ikut tinggal di Apartemen milik Daffin, tapi pada akhirnya semua orang pun dengan terpaksa menyetujui Freya untuk tinggal di Apartemen bersama Daffin dikarenakan keadaan yang masih sangat berbahaya bagi Freya dan semua orang yang mengenal Freya saat ini.
Di sinilah Freya sekarang berada di sebuah kamar sederhana tepat di Apartemen milik Daffin, Daffin membawa Freya untuk tinggal bersamanya dan melarang Freya untuk keluar dari Apartemen demi keselamatan Freya saat ini.
Hanya berdua? ya, mereka hanya tinggal berdua saja, walau sesekali Edwin ada untuk menemani Daffin dan Freya.
Di setiap harinya Daffin dan Freya hanya bertukar sapa secukupnya, karena semenjak mereka tinggal bersama, suasana canggung pun kini mulai tercipta.
Mereka hanya berbincang sebentar di meja makan, laku bertukar sapa sesaat saja kala pagi atau malam tiba, dan ketika mereka berjumpa saja, itu pun kalau Daffin libur bekerja.
Selebihnya baik Daffin dan Freya lebih sering menghabiskan waktu sendiri-sendiri saja, di kamar masing-masing.
Keduanya nampak sungkan dan malu-malu, toh nyatanya isi hati keduanya ingin sama-sama menghabiskan waktu bersama dan berbincang banyak hal.
Seperti pagi ini waktu menunjukan pukul 05.00 dini hari, tapi suara merdu lantunan ayat suci sudah terdengar mengalun merdu, dari balik tembok di samping kamar Freya.
Freya selalu mendengarnya di setiap pagi dan malam hari, suara Daffin yang indah kala membaca ayat suci selalu terdengar dari dalam kamar Daffin yang tepat berada di sampingnya.
Freya selalu merasa tenang dan merasa sedih kala mendengar Daffin membaca ayat suci, air matanya pun juga ikut mengalir, rasanya bacaan-bacaan itu mampu menutup ruang kosong yang ada dalam hati Freya, padahal Freya sendiri tidak mengerti arti dari bacaan-bacaan tersebut.
"Aku selalu ingin tau apa yang kamu baca Daffin?" tanya Freya pada dirinya sendiri.
"Sangat indah, hati ku sedih mendengarnya tapi di detik berikutnya aku juga merasa tenang di buatnya."
"Apa itu Daffin aku ingin tau?" tanya Freya lagi tapi kata-kata itu hanya mampu dia ucapkan pada dinding pentas kamar Freya dan Daffin saja.
Waktu berputar maju matahari pun mulai beranjak Naik, dan Daffin pun mulai pergi ke tempat Kerja, meninggalkan Freya sendirian dalam Apartemen miliknya.
"Seperti biasa Sepi" ucap Freya pada dirinya sendiri.
Freya hendak masuk ke dalam kamarnya namun langkahnya terhenti kala dia melihat kamar Daffin tertutup rapat di sampingnya.
Rasa penasaran Freya pun naik hingga ke pikirannya, dia ingin tau tentang buku seperti apa yang Daffin baca dengan nada yang begitu indah.
Perlahan Freya melangkah menghampiri daun pintu kamar Daffin.
"Daffin boleh Ku lihat kamarmu? sebentar saja" pinta Freya dalam hati.
Dengan perasaan berdegup kencang Freya pun membuka pintu kamar Daffin dengan perlahan.
"Clak..." Suara pintu terbuka karena Daffin memang tidak mengunci Kamarnya.
Freya menyumbulkan sedikit kepalanya dari balik daun pintu, dia mengintip sedikit kamar Daffin, dilihatnya kamar itu tidak terlalu rapih tapi cukup bersih.
Di sana napak terlihat ranjang yang sedikit berantakan dengan selimut yang dilipat secara asal dan di tumbuk dengan bantal, ada juga beberapa pakaian yang menggantung di belakang daun pintu.
Meja kerja yang terlihat tidak rapih dengan buku-buku yang bertumpukkan dan beberapa lembar kertas yang berserakan di atas meja.
"Berantakan" ucap Freya pada dirinya sendiri dengan nada suara yang sedikit menahan seyum karena melihat kamar Daffin.
"Rasanya ingin masuk tapi, Tidak boleh, ini kamar Daffin, kalau dia tau dia akan sangat marah." Ucap Freya pada dirinya sendiri.
Lantas Freya pun menutup kembali pintu kamar milik Daffin dengan begitu rapat, Freya menahan rasa penasarannya terhadap buku bacaan yang di baca Daffin dengan nada yang merdu nan syahdu.
____________________________________________
Minal Aidin Wal Fa'idin mohon maaf lahir dan batin untuk semua pembaca setia My Freya. ๐๐๐
Mohon maaf ya temen-temen Updatenya terhambat selama beberapa hari kebelakang, di karenakan beberapa urusan dan kesehatan Author yang sedikit terganggu.
Mohon dukungannya teman-teman agar selalu bisa memberikan cerita yang menarik dan nyaman untuk di baca. ๐๐
Terima kasih banyak buat teman-teman yang selalu suport Author hingga saat ini. ๐๐
Love untuk kalian semua โค๏ธโค๏ธโค๏ธโค๏ธ