My Freya

My Freya
BAB 45



❤️Menolak❤️


"Saya sudah menceritakan semuanya, jadi Tolong maafkan Daffin Tuan dan nyonya, dan jangan marah padanya, dia tidak bersalah dalam hal ini, sayalah yang justru banyak menyulitkan Daffin hingga saat ini." Ucap Freya berusaha meyakinkan orang tua Daffin.


"Saya berjanji setelah ini saya akan pergi dari kehidupan Daffin, dan saya tidak akan menyusahkan Daffin lagi." Ucap Freya lagi.


"Siapa yang memberikanmu hak untuk membuat janji seperti itu, dan menentukan hasil dari kejadian ini." Ucap Abah Halim penuh penekanan.


"Kita akan menunggu Daffin datang dan mendengar penjelasan darinya." Ucap Abah Halim lagi.


Sementara itu Daffin dan Edwin kini sedang dalam perjalanan pulang menuju apartemen milik Daffin, Daffin membawa laju mobilnya sedikit lebih cepat dari biasanya, membuat beberapa pengendara lain mengklakson mobil Daffin karena telah di anggap uagal-ugalan, dan bahkan nyaris hampir mencelakai orang lain.


Namun Daffin tidak memperdulikan semua itu, selagi tidak ada korban, dia tetap melanjutkan mobilnya dengan kecepatan penuh.


Beruntung jarak dari kantor ke apartemen milik Daffin tidak terlalu jauh, jadi tidak membutuhkan waktu lama bagi Daffin untuk sampai ke apartemen miliknya.


Sesampainya di parkiran apartemen Daffin dan Edwin bergegas masuk ke dalam lif dan menekan tombol angkat 8, lantai delapan adalah tempat di mana Daffin tinggal.


"Tink..." Suara pintu lif yang terbuka.


Melihat pintu lif yang sudah terbuka, Daffin dan Edwin pun mengambil langkah yang begitu lebar saat mereka berjalan.


Entah mengapa tapi tiba-tiba, Daffin merasa jarak dari pintu lif ke apartemen miliknya terasa begitu jauh, membuat Daffin harus sedikit berlari untuk mempercepat langkahnya.


Sesampainya di depan pintu apartemen miliknya Daffin dengan capet membuka pintu dan masuk dengan napas yang sedikit terenggah-engah, di susul oleh Edwin di belakangnya.


"Deg...." Pandangan mata Daffin tertuju pada seorang gadis yang sedang tertunduk di atas sofa di ruang tamunya, sedangkan di sofa yang lain tak jauh dari tempat duduk Freya ada Ambu Nuri dan Abah Halim yang sedang menatapnya dengan tatapan marah dan tatapan penuh kekecewaan.


Daffin menelan salivanya seraya mengatur Napasnya dan deru jantungnya yang kini sudah terpompa begitu cepat.


"Huh" Daffin menghembuskan nafasnya pelan, lantas dia pun mencoba menghampiri Freya, Ambu Nuri dan Abah Halim yang kini sedang duduk di ruang tamu.


Suasana begitu tegang dan bahkan terasa sedikit sesak bagi siapa saja yang ada di dalam ruangan tersebut.


Daffin mendudukkan dirinya di atas sofa tepat di samping Freya, sejenak Daffin mencoba mencuri pandang pada Freya, tapi gadis itu sepertinya enggan menatap dirinya dia bahkan semakin menunduk saat tau Daffin duduk di sampingnya.


"Ambu... Abah..." ucap Daffin gugup.


"Daffin bisa jelaskan semuanya." Ucap Daffin lagi.


"Hem.. Jelaskanlah" pinta Abah Halim penuh Penekanan.


Sejenak Daffin menoleh ke samping Kanannya, untuk melihat keadaan Freya, lalu Daffin pun berucap....


"Maaf Freya..." Ucap Daffin pelan tapi masih dapat di dengar Ambu Nuri dan Abah Halim.


Setalah meminta izin secara tidak langsung pada Freya Daffin pun menjelaskan cerita yang sama tanpa tersisa seperti yang di katakan Freya pada Abah dan Ambu, hal yang berbeda dengan cerita Freya adalah....


Daffin mengatakan bahwa Freya tidak bersalah tapi hanya dirinyalah yang bersalah karena telah memaksa Freya untuk tinggal di apartemen miliknya padahal Freya berulang kali telah menolak permintaan Daffin tapi Daffin tetap memaksa Freya untuk tetap tinggal bersamanya.


Freya yang mendengar Daffin begitu membelanya dan menyalahkan dirinya sendiri merasa tak terima dia pun menyanggah ucapan Daffin saat Daffin selesai bercerita.


"Tidak Daffin, aku yang salah bukan dirimu." Ucap Freya.


"Aku yang telah banyak merepotkanmu dan aku juga yang telah memaksa mu untuk menerimaku agar aku bisa tinggal di sini." Ucap Freya berbohong.


"Apa yang kau katakan Freya, jelas aku yang memaksamu untuk tinggal bersamaku." Jawab Daffin jujur.


"Jangan mengada-ngada Daffin aku yang salah, andai aku tidak memaksamu agar menerima ku untuk tinggal di apartemenmu, orang tuamu tidak akan sampai marah atau pun kecewa padamu Daffin." Ucap Freya lagi kekeh dengan kebohongannya.


Begitu pun dengan Daffin dia begitu kekeh dengan kejujurannya.


Ya karena memang sejak awal Daffinlah yang telah meminta Freya untuk tetap tinggal di apartemen miliknya, itu Daffin lakukan karena Daffin tidak mau sampai melihat Freya terluka untuk yang ke tiga kalinya.


Daffin juga tidak mau sampai harus kehilangan Freya dari sisinya, karena harus Daffin akui bahwa dirinya memang telah jatuh hati pada Gadis bule yang kini sedang duduk di sampingnya.


"Tidak abah, ambu Daffin yang salah, dan Daffin yang bertaka jujur." Ucap Daffin.


"Daffin" Panggil Freya.


"Aku yang salah..." ucap Freya lagi.


"Freya berhenti berbohong dan berkata seoalah kau yang paling bersalah dalam hal ini, biarkan orang tuaku tau bahwa aku lah yang telah memintamu untuk tinggal di sini bersamaku." Ucap Daffin tak mau kalah.


"Tidak Daffin...." ucap Freya terpotong.


"Cukup..." ucap abah Halim memotong perkataan Freya, Abah Halim bahkan terlihat sangat marah.


Dengan seketika Daffin dan Freya pun langsung terdiam dan tertunduk takut.


"Edwin..." Panggil Abah Halim.


"I... Ya Abah" jawab Edwin gemetar.


"Siapa yang benar dan siapa yang salah" tanya Abah Halim.


"Dua duanya Abah..." Ucap Edwin sepontan.


"Maksudku.. Daffin dan Freya memang ingin tinggal bersama." Ucap Edwin membuat Daffin dan Freya terperangah.


Sedangkan ambu nampak kembali harus mengelus dadanya dan kembali berdzikir memohon ampun pada Alloh SWT.


"Astagfirullah Hal'Adzim..."


Astagfirulloh Hal'Adzim.... " Ucap Ambu Nuri.


" Astagfirullah Hal'Adzim... " Ucap Abah Halim juga ikut beristigfar.


"Daffin kau sadar dengan perbuatanmu saat ini?" tanya Abah Halim.


"Daffin sadar Abah..." Jawab Daffin.


"Maafkan Daffin Abah..." ucap Daffin lagi.


"Kalau begitu bertanggung jawablah..." Pinta Abah Halim.


"Daffin akan menikahi Freya secepatnya Abah" Ucap Daffin.


"Deg...." Freya tertegun saat mendengar Daffin akan menikahi dirinya.


Freya berusaha untuk menolak tapi kata-katanya urung dia utarakan tatkala mendengar Abah Halim berucap.


"Tidak Daffin.." tolak Abah Halim.


"Nikahi gadis itu malam ini juga." Pinta Abah Halim Tegas.


"Deg...." Freya kambali harus tercengang saat mendengar Abah Halim yang justru meminta Daffin untuk menikahi dirinya malam ini juga.


"Apa aku tidak salah dengar... Ayahnya Daffin meminta Daffin untuk menikahiku malam ini juga?" tanya Freya dalam hati.


"Tidak.. Ini tidak bisa di biarkan pernikahan ini tidak boleh terjadi... Tidak boleh..." Ucap Freya masih dalam hati.


"Edwin panggil ibu dan bapakmu, minta mereka untuk datang ke mari tapi sebelum itu carikan seorang penghulu untuk menikahkan mereka berdua malam ini." Pinta Abah Halim.


"Baik Abah..." Jawab Edwin ketakutan.


"Tunggu, aku menolak pernikahan ini" Ucap Freya lantang.