
β€οΈBersiapβ€οΈ
Satu minggu kemudian tibalah saat hari peresmian pernikahan Freya dan Daffin di kediaman Keluarga Daffin di Desa,
Seisi rumah Ambu Nuri dan Abah Halim sudah begitu penuh riah oleh sanak soudara dari pihak keluarga Abah Halim dan Ambu Nuri.
Banyak dari mereka yang meledek dan mengerjai Daffin yang kini sedang menjadi bintang utamanya.
Terutama di kalangan sepupu laki-lakinya, sedari mereka bertemu dan berkumpul bersama mereka selalu melemparkan candaan dan guyonan dari mulut mereka masing-masing, hingga suara tawa mereka menimbulkan suasana ramai.
Tapi ada juga sanak saudara Daffin baik dari keluarga Abah Halim dan Ambu Nuri yang terkadang mencari waktu di belakang Ambu Nuri, Abah Halim, Freya dan Daffin untuk sekedar bergosip menujukan tabiat mereka yang pandai membicarakan keburukan orang lain.
Di sela ke sibukkan persiapan pesta peresmian Pernikahan Freya dan Daffin mereka saling mengutarakan prasakangka buruk mereka tentang Freya dan Daffin.
Hal itu di karenakan pernikahan Daffin yang terkesan sangat buru-buru dan serba mendadak,
Mereka berpendapat bahwa Daffin dan Freya terpaksa di Nikahkan dengan terburu-buru karena Freya mungkin sudah terlanjur mengandung anak dari Daffin, selain itu hal yang di rasa menambah bahan gosip yang paling menarik adalah karena ketidak hadiran keluarga Freya terutama orang tua Freya.
"Bibi sigana calon istri si Daffin sudah terlanjur hamil duluan deh, soalna meni ngadadak pisan atuh ini mah acara pernikahannya." Ucap salah satu kerabat jauh.
Di sinyalir mereka berpendapat bahwa orang tua Freya mungkin tidak setuju dengan pernikahan antar Daffin dan Freya, karena Daffin berasal dari kalangan orang biasa saja, sedangkan Freya dari wajah, postur badan, cara bicara, dan dari kebiasaannya saja mereka sudah bisa menebak bahwa Freya berasal dari keluarga yang kaya raya.
Mereka semua jelas tidak percaya saat Ambu Nuri menagatakan bahwa orang tua Freya sudah meninggal dunia dan hak perwalian di berikan kepada bapak Medi yang tak lain adalah ayah dari Edwin.
"Iya si betul, terus sigana (sepertinya) orang tua perempuannya tidak merestui makanya mereka tidak datang." sambung yang lain kerabat Daffin yang lain.
"Gak nyangka ya si Daffin hidup di kota eh malah ngehamilin anak orang." celoteh mereka bergantian.
Sementara itu di kamar Daffin.
"Neng sok atuh di riasnya sambil makan ya, ini Ambu suapin." Ucap Ambu Nuri, menghampiri Freya yang sedang duduk di meja rias karena dirinya saat ini sedang di rias oleh MUA.
"Gapapa ya sambil di suapin Solana ini pengantinnya belum makan, di suruh makan dari subuh malah bilangnya gak mau." Pinta Ambu pada pemimpin MUA.
"Gak apa-apa atuh Ambu, sok sambil di suapin aja dulu." Jawab MUA.
"Tapi Ambu Freya belum lapar." Ucap Freya yang tidak terbiasa sepagi ini.
"Paksain atuh Neng bisi pingsan keh di tengah-tengah acara, kan atuh bahaya." Jawab Ambu Nuri.
"Ya sudah tapi sedikit saja ya, Ambu." Pinta Freya.
"Iya sok buka atuh mulutnya...aaaa..." Jawab Ambu sambil menyuapi Freya dengan tangan kanannya sendiri.
Freya pun menerima, mengunyah dan memakan suapan nasi dan lauk pauk dari tangan Ambu Nuri.
Saat ini tangan Freya sedang di hias oleh pelukis hena pernikahan, alhasil Freya pun tidak bisa menggunakan tangannya untuk makan saat ini.
Selama Freya Ambu sedang menyuapi Freya makan, Daffin malah asik bermain kartu dengan saudara-saudaranya.
Hanya permainan kartu biasa tanpa uang taruhan seperti permainan judi, gelak tawa mereka memecah suasana rumah hingga membuat Ambu Nuri sedikit kesal karena Daffin belum berusia-siap hingga saat ini dan malah asik bermain kartu dengan saudaranya yang lain.
"Bentar Ambu Daffin baru nyalain rokok tanggung." Jawab Daffin berteriak.
Suara teriakan Daffin terdengar hingga ke telinga Freya hal itu membuat Freya sedikit terkejut.
"Daffin merokok? Kenapa aku tidak tau? padahal selama ini selalu bersama tapi kenapa aku tidak pernah melihat Daffin merokok?" Ucap Freya dalam hati.
"Ampun, da lamun ges ngahiji jeung baladmah, anu tara ngarokok ge jadi pipiluen ngarokok (kalau sudah berkumpul dengan teman, yang tidak merokok pun jadi ikut merokok)" celetuk Ambu Nuri.
"Memang Daffin tidak merokok Ambu?" tanya salah satu perias Hena tangan Freya.
"Daffin mah kana Rokok jarang bahkan hampir tidak, mungkin hanya sesekali jika dia ingin saja, tapi tidak selalu setiap hari." Jawab Ambu Nuri.
"Oh seperti itu" jawab perias Hena
"Em pantas saja aku tidak pernah melihat Daffin merokok." Ucap Freya dalam hati.
"Daffin cepat atuh geura mandi." Pinta Ambu lagi sambil berteriak.
"Iya Ambu ini mau mandi kok" jawab Daffin.
Dan kali ini Daffin pun menurut dia masuk ke dalam kamar Ambu Nuri dan Abah Halim, Setalah itu dia masuk ke dalam kamar mandi milik Ambu Nuri dan Abah Halim untuk membersihkan diri.
Tak butuh waktu lama bagi Daffin untuk mandi, lalu dia mulai bersiap dengan menggunakan baju pernikahannya khas Adat sunda.
"Selesai... Lihat gak perlu lama-lama bagi seorang pria untuk bersiap, tinggal sisir rambut, pakai blangko, lalu rapihkan pakaian yang di kenakan dan terakhir lengkapi dengan semprotan parfum, dengan begitu semua sudah terlihat sempurna." Ucap Daffin pada dirinya sendiri.
"Dan bisa di pastikan Freya pasti belum siap, Hah.. Dasar wanita." celoteh Daffin lagi sambil melangkahkan kakinya ke luar dari dalam kamar Abah dan Ambu.
"Wah.. Wah... Panganten meni kasep kieu (Pengantin Ganteng banget)" seru sanak saudara Daffin.
"Harus atuh kan ini hari penting" Ucap Daffin sambil mendudukkan dirinya di atas sofa.
Setalah menunggu beberapa lama, pintu kamar Daffin pun terbuka nampaklah Ambu Nuri yang sudah terlihat cantik pari purna ke luar dari dalam kamar di susul dengan satu wanita dari tim MUA.
Lalu Setalah itu Freya napak ke luar dari dalam kamar dengan balutan baju pengantin khas adat Sunda yang terlihat menawan di badannya.
Semua orang nampak terkagum melihat kecantikan Freya yang memancar dari atas kepala hingga ujung sepatunya.
Membuat semua orang terpaku takjub melihatnya terutama Daffin dia bahkan sampai tak berkedip melihat Freya istrinya.
"Cantik" Ucap Daffin. Membuat Freya tersipu malu Mendengarnya.
πππ
Jangan kemana-mana ya teman-teman tetap setia bersama Daffin dan Freya dalam karya Author yang berjudul My Freya.π₯°π₯°π₯°
Jangan lupa Like, comment dan harap kasih Bintang Limanya ya.ππ
Terima kasih π