
💕Berbagi Ranjang💕
Malam itu mereka kembali menjalankan sholat Isya berjamaah, setelah Daffin mengajari Freya cara membaca Iqro dan menghapal sebagian bacaan Sholat.
Setelah sholat isya Daffin berpamitan untuk menemani orang tuanya berbincang sejenak di ruang tamu, lalu karena malam semakin larut Daffin pun masuk kembali ke dalam kamar.
"Deg.... Deg... Deg... " jantung Daffin bekompa sedikit lebih cepat kala melihat Freya yang begitu cantik dan seksi di matanya, dengan baju tidur yang tertutup dan rambut panjang yang dia gerai.
"Tenang Daffin.. Tenang" pinta Daffin pada dirinya sendiri.
"Daffin...." Seru Freya dengan nada rendah, karena Freya merasa takut suaranya terdengar hingga ke kamar sebelah.
"Ehem..." Daffin sedikit berdehem untuk menektalisir deru jantungnya yang bekompa lebih cepat dari biasanya.
"Iya..." Jawab Daffin tak kalah pelan.
"Aku akan tidur di lantai, jadi..." Ucap Freya terpotong.
"Tidak Freya, jangan! kau seorang wanita, mana boleh kau tidur di lantai." tolak Daffin dengan cepat.
"Tapi... Daffin....." Ucap Freya menggantung.
"Aku yang akan tidur di lantai, kau tidurlah di atas kasur." Ucap Daffin pelan.
"Tidak Daffin ini kamarmu, mana boleh kau tidur di lantai sedangkan aku tidur di atas ranjang milikmu." Tolak Freya.
"Aku ini laki-laki Freya tidak masalah bagiku untuk tidur di lantai." Ucap Daffin.
"Tidak Daffin aku tidak mau tidur di atas ranjang milikmu." Tolak Freya kekeh.
Mereka berdua sedikit berdebat, memperdebatkan siapa yang tidur di ranjang dan siapa yang tidur di lantai.
Sejenak suasana menjadi canggung, tatkala Daffin dan Freya memilih diam setelah perdebatan kecil di antara ke duanya.
"Baiklah begini saja, kita tidur di atas ranjang bersama tapi ranjangnya kita sekat menggunakan bantal guling, aku rasa pasti aman" ucap Daffin mencoba menengahi perdebatan di antara keduanya.
"Em... Baiklah" ucap Freya mencoba untuk setuju.
Daffin pun nampak lega mendengarnya dia pun lantas dengan cepat menyusun dua bantal guling di area tengah kasur, guna menjadi sekat penghalang di antara Daffin dan Freya.
Freya tidur di sebelah kanan ranjang sementara Daffin tidur di sebelah kiri ranjang, keduanya pun kompak mengambil sisi ujung dari ranjang tersebut.
"Baiklah Freya selamat malam" ucap Daffin.
"Em selamat malam Daffin." Jawab Freya lembut.
Freya terlalu lelah hingga sangat mudah baginya untuk tidur di malam itu tapi tidak dengan Daffin dia benar-benar tidak bisa tidur sebagai laki-laki normal yang sudah jelas memiliki ketertarikan pada Freya, dengan sekuat tenaga dia harus mati-matian mengusir setan yang merobos ke dalam jiwa dan raganya.
Malam semakin larut dan Daffin masih belum bisa tidur bahkan hanya untuk satu menit pun, lantas Daffin beranjak dari tidurnya dia melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi, melepas semua bajunya dan mengguyur tubuhnya dengan air dingin dari shower.
Malam itu dengan sangat terpaksa Daffin benar-benar harus mandi malam guna menyelamatkan dirinya dari semua godaan setan yang sudah merasuki tubuh dan pikirannya.
Setelah merasa lebih baik Daffin pun mengambil air Wudhu dan kembali mengenakan bajunya yang dia ambil baru dari dalam lemari.
Tak sampai di situ dia pun menggunakan sarungnya dan menggelar sajadah untuk melaksanakan sholat tahajud.
Setelah sholat tahajud Daffin pun mengambil Alqur'an dan membacanya dengan khidmat, sejenak Daffin dapat menghilangkan hasrat terlarang yang tak sengaja hadir dalam dirinya.
Daffin larut dalam bacaan kalam ilahi dari Alqur'an, yang begitu teduh menenangkan hatinya hingga rasa kantuk pun mulai dapat Daffin rasakan.
Lantas Daffin pun menutup Alqur'annya dan mulai untuk tidur, di ambilnya Selimut dan bantal dari atas ranjang, karena Daffin dan Freya memang tidak menggunakan satu selimut yang sama, mereka menggunakan selimut yang terpisah, dan Daffin pun menyimpan bantal dan selimut tersebut di atas sejadah miliknya seraya merebahkan diri di atas sajadah tersebut.
♦️Belgia♦️
Ditengah malam kota Brussel, tepatnya di sebuah klap malam, seorang wanita cantik dengan pakaian yang begitu seksi bahkan nyaris terbuka, kini tengah berusaha menggoda seorang Pria tampan nan rupawan.
"Mau ku tuangkan lagi minumnya kak Jhon?" tawar wanita itu penuh dengan godaan.
Gisel pun lantas menuangkan sebuah minuman keras beralkohol dari dalam sebuah botol pada sebuah cawan khusus minuman di tangan Jhon.
"Kau benar-benar berbeda dari Freya Gisel." Ucap Jhon kala melihat Gisel tengah menuangkan sebuah minuman ke dalam gelas di tangannya.
"Kenapa aku baru menyadarinya bahwa kau lebih menarik dari pada Freya." Ucap Jhon lagi.
"Banarkah?" tanya Gisel senang.
"Tentu saja" jawab Jhon cepat.
"Apa kak Jhon mulai tertarik padaku?" tanya Gisel penuh harap.
"Tentu saja, aku sangat tertarik padamu Gisel." Ucap Jhon penuh maksud.
"Benarkah?" tanya Gisel bahagia.
"Ya.." Jawab Jhon singkat seraya menegak habis minuman yang ada di tangannya.
"Kalau begitu apa kau mau berkencan dengan ku kak Jhon?" tanya Gisel.
"Kencan?" tanya Jhon.
Gisel pun menjawab dengan menganggukkan kepalanya.
"Tentu, kau rencakanlah aku akan siap kapan pun untukmu." Ucap Jhon dengan seringai yang penuh dengan maksud.
"Baiklah, besok jam 11. 00 siang ayo kita ambil makan siang bersama, apa boleh?" tanya Gisel.
"Ya tentu saja, aku ikut apa katamu." Jawab Jhon.
Malam semakin larut dan kedekatan antara Gisel dan Jhon pun semakin intim, Jhon membawa Gisel menghabiskan malam di sebuah hotel ternama, dan Gisel pun dengan senang hati ikut dengan Jhon tanpa penolakan sedikit pun.
Malam panjang terlarangpun telah Gisel dan Jhon lalui dengan begitu lancar tanpa hambatan sedikit pun.
♦️Indonesia♦️
Pukul 04.00 dini hari Freya terbangun dari tidurnya, dia menggeliatkan badannya yang terasa kaku.
Kedua mata Freya yang kini terbuka lebar mengarah pada tempat tidur di samping kirinya yang kini telah kosong.
"Daffin...?" Panggil Freya lirih.
"Ke mana dia?" tanya Freya pelan.
Freya pun menyalakan lampu utama dan cahaya lampu pun kini telah menerangi setiap sudut di kamar Daffin.
"Apa dia di kamar mandi?" tanya Freya lagi.
Freya pun beranjak dari tempat tidur dan alangkah kagetnya saat Freya melihat Daffin yang sedang tertidur di atas lantai.
"Daffin, kenapa tidur di atas lantai?" tanya Freya namun tak dapat jawaban dari Daffin.
Freya pun mencoba membangunkan Daffin dari tidurnya karena rasa bersalah kini telah menusuk dan mendobrak seluruh relung di hati Freya kala melihat Daffin tidur di atas lantai beralaskan sajadah yang tipis.
"Daffin... Bangun...." Panggil Freya pelan.
"Daffin...." Panggil Freya lagi dan kali ini berhasil membuat laki-laki itu terbangun dari tidurnya.
"Daffin kenapa kau tidur di lantai?" tanya Freya dengan suara yang bergetar menahan tangis penuh rasa bersalah.
Bersambung....
Hai teman-teman My Freya, dukung terus cerita Freya dan Daffin ya teman-teman dengan cara Like, dan Komen hal positive.❤️❤️
Terima kasih 🙏🙏