
❤️Ke khawatiran Edwin❤️
Di rumah sakit umum tempat Freya dan Daffin di rawat, pagi hari di sana terasa mendebarkan bagi Edwin kala dirinya baru mengetahui kejadian naas yang terjadi pada Daffin dan Freya.
Saat ini Edwin sangat marah pada Daffin, karena Daffin tidak memberitahu dirinya kejadian semalam dan baru memberi tahu dirinya di waktu subuh.
"Sorry deh Ed, gue semalam tuh buntu, gak bisa mikir panjang, yang ada di otak gue cuman pengen ketemu Freya dan mastiin dia baik-baik saja, tapi keadaan di rumah Freya, ternyata saat itu sedang tidak baik-baik saja."
"Gue bukannya gak inget sama lo Ed, cuman gue gak sempet buat ngehubungin elo, saat itu benar-benar genting, telat dikit aja mungkin Freya saat ini sudah gak ada lagi di dunia ini, gue bahkan gak sanggup kalau harus ngebayanginnya." Ucap Daffin mencoba membuat Edwin mengerti supaya tidak merah lagi.
Daffin cukup memahami kenapa Edwin sangat marah pada dirinya saat ini, karena mereka berdua adalah sahabat, yang sudah jadi keluarga dan saudara, sudah sejak sangat lama.
Sejak kecil mereka selalu bersama, berbagi makanan, minum, pakaian, uang juga berbagai suka dan duka bersama,
Bahkan saat Daffin memutuskan untuk pergi ke kota dan membuat bisnis sendiri di kota, Edwin selalu mendukung dengan semangat penuh tanpa rasa iri, hingga sekarang mereka masih melakukan hal yang sama, bahkan saat Daffin mulai meraup kesuksesan dia tidak serta merta melupakan Edwin, sebagai sahabat dan saoudaranya, dia mengajak Edwin untuk bergabung di perusahaannya dan menempati posisi sebagai orang yang paling di percaya di perusahaan Daffin.
"Seumur hidup Gue baru kali ini nemu orang yang begitu jahat, bahkan sangat-sangat jahat, tapi mereka gak merasa bersalah sama sekali bahkan mereka bangga banget dengan kejahatan diri mereka sendiri." Sambung Daffin melanjutkan ceritanya.
"Ya seharusnya sebelum berangkat lo tuh kasih tahu gue Daf, misalnya lo miscol gue ke, atau sms ke, WhatsApp ke, line Ke atau apalah gitu,....... Lo bener-bener ya Daf, gak inget sama gue sebagai soudara lo, lu dah lupa gue ni sahabat lo Daf." Ucap Edwin benar-benar tidak terima alasan apapun.
"Ya ampun Ed gue harus jelasin berapa kali si.. Biar lo paham dan maafiin gue." Jawab Daffin frustasi menghadapi Edwin yang kalau marah udah kata perempuan yang ngambek cuman karena hal sepele.
"Pokoknya Gue marah Daf, Gue kecewa sama lo." ujar Edwin lagi merajuk.
"OK.. Gini deh, lo mau bantuin gue?" tanya Daffin Seriyus.
"Gak gue masih marah sama lo Daf," ucap Edwin.
"Lo gak Tau perasaan gue Daf, gue khawatir banget sama lo, sama keadaan lo, gimana kalau lo gak selamat Daf, gimana coba?"
"Terus Gue harus jawab apa, kalau si Ambu sama si Abah tau lo gak baik-baik saja, yang ada mereka bisa marah besar sama gue Daf, dan apa semalam lo mikirin tentang mereka Daf?" tanya Edwin menggebu-gebu.
Daffin terdiam, dia tidak menjawab, karena memang benar apa kata Edwin dirinya terlalu gegabah bertindak sendirian tanpa memikirkan resiko paling buruk yang mungkin saat itu bisa saja terjadi pada dirinya.
Terlebih dia tidak mengenal betul siapa para penjahat yang menyakiti Freya dan membakar rumah mendiang nenek Freya.
"Sorry Ed" Jawab Daffin sambil menunduk.
"Daf, sebaiknya mulai sekarang lo gak usah ikut campur lagi urusan kehidupan Freya, cukup sampai di sini saja, gue gak mau cuman karena lo nolongin Freya, lalu tiba-tiba para penjahat itu jadi nargetin lo buat jadi sasaran target kejahatan mereka, dan pastinya ini akan sangat berbahaya."
"Kita tidak tau masalah Freya yang sebenarnya itu apa?, Karena yang kita tau hanya sebatas keluarga Paman Freya yang sangat ingin merebut semua harta milik Daddynya Freya."
"Kita tidak tau apapun lagi selain itu, lagi pula Freya itu orang asing, dan kita tidak mengenal baik tentang Freya sedikit pun."
"Saran Gue, kita gak usah ikut campur lagi urusan kehidupan Freya dengan keluarganya." Ucap Edwin panjang lebar.
"Gue ngerti Ed, dan gue paham maksud semua ucapan lo, gue makasih banget karena lo selalu ada buat gue, dukung gue, dan ngingetin gue kalau gue lagi bertindak salah seperti saat ini." Jawab Daffin.
"Tapi Ed, sebelum gue ninggalin Freya untuk selamanya, gue mau mastiin terlebih dahulu kalau dia akan baik-baik saja untuk ke depannya, dan untuk itu gue butuh bantuan lo Ed" pinta Daffin.
"Ya ampun Daf elo masih mikirin kehidupan Freya lagi" keluh Edwin.
"Ed, gue gak bisa lepas tangan gitu aja, lagi pula, nanti yang ada gue gak bisa tenang dan pastinya bakal kepikiran tentang Freya terus-menerus." Jawab Daffin.
"Ok Daffin gue izinin lo buat bantu Freya lagi, tapi ini yang terakhir kali lo bantuin Freya."
"OK" Jawab Daffin seraya membuang wajahnya.
"....... " Hening
"Huh..." Terdengar helaan nafas kasar dari mulut Edwin.
"Sekarang apa rencana lo?" tanya Edwin mencairkan suasana.
"Gue minta tolong, lo dateng ke rumah pak Hasan orang kepercayaan nenek Freya, lo masih inget?" tanya Daffin.
"Hem" jawab Edwin Sekedarnya.
"Temui dia dan katakan kalau Freya saat ini sudah selamat dan keadaannya baik-baik saja sekarang. Tapi... Demi keselamatan Freya kedepannya, hal ini harus di rahasiakan dari semua orang."
"Jika ada orang asing atau pun siapa pun yang menanyakan tentang keberadaan Freya, pak Hasan harus mengatakan kalau Freya sudah tiada, dan dia meninggal dalam kejadian kebakaran semalam."
"Pak hasan juga harus membuat kuburan palsu untuk membuat para penjahat atau pun siapa saja, seolah-olah percaya kalau Freya benar-benar sudah tiada pada kejadian kebarakan semalam." Ucap Daffin merencanakan sebuah kebohongan demi keselamatan Freya.
Daffin tau rencana kebohongannya mengenai kematian Freya mungkin tidak akan bertahan lama, tapi setidaknya Freya akan baik-baik saja untuk beberapa waktu kedepan.
"Sepeduli itu lo sama Freya Daf, sampai lo bisa memikirkan rencana seperti ini." Ucap Edwin.
Daffin hanya terdiam tak menjawab.
"OK gue akan melukan dan memberitahukan rencana yang lo buat demi keselamatan Freya pada pak Hasan, tapi ingat Daf, ini adalah kali terakhir lo membatunya." Ucap Edwin memperingati.
"Hem..." Jawab Daffin sekedarnya.
"Sorry Daf, kalau aja Freya berasal dari keluarga baik-baik, dan dia tidak memiliki masalah besar yang berhubungan dengan keselamatan nyawa seseorang dalam hidupnya, gue adalah orang yang pertama yang bakal mendukung lo untuk menjalin hubungan atau pun bahkan menikah dengan Freya." Ucap Edwin dalam hati.
" Tapi saat ini Daf, Freya punya masalah hidup yang berat dan jika lo sampai ikut campur terlalu dalam, nanti yang ada lo yang bakal celaka, maka dari itu gue adalah orang yang pertama yang bakal mencegah hubungan lo sama Freya Daffin, sorry Daffin gue lakuin ini, karena gue peduli sama lo Daf, dan gue gak mau sampai terjadi hal buruk sama lo, di kemudian hari." Sambung Edwin di dalam hati.