My Freya

My Freya
BAB 40



♦️Keputusan Freya♦️


"Mari kita menikah Freya, aku bukan laki-laki kaya dan bukan juga laki-laki hebat yang berpangkat dan berlimu banyak."


"Aku hanya laki-laki biasa dari kampung yang sedang berusaha merintis sebuah usaha kecil di ibu kota, yang tak sengaja jatuh hati pada seorang wanita hebat, kuat dan tangguh dalam menghadapi semua kesulitan dalam hidupnya."


"Mungkin aku tidak akan bisa memberikan harta atau kemewahan untukmu Freya, dan aku hanya mampu memberikan sebuah keluarga dalam kesederhanaan."


"Memang terdengar tidak menjanjikan tapi inilah aku Freya, dan hanya ini yang aku punya, apakah kau mau hidup dengan ku Freya, dengan apa adanya diriku?" tanya Daffin Bersungguh-sungguh.


"........." Freya masih terdiam dia sedang berusaha mengendalikan pergulatan hebat dalam dirinya pergulatan antara hati dan pikirannya.


Dan Daffin masih setia menunggu dan menanti jawaban dari Freya, walau pun hatinya penuh dengan kecemasan yang mendalam.


" Daffin..." Ucap Freya setelah cukup lama gadis itu diam.


"Maaf.... Aku tidak cukup baik untukmu Daffin." Ucap Freya mengguncang pertahanan dalam hati Daffin.


"Deg.... Deg... Deg.... " Suara detak jantung Daffin.


"Kau laki-laki yang baik Daffin, hidupmu begitu penuh kebahagiaan aku tak sampai hati jika nantinya kehidupan ku merusak kehidupanmu yang begitu tenang dan penuh kehangatan."


"Aku penuh kekurangan Daffin dan kau penuh dengan kesempurnaan, rasanya aku merasa tidak pantas bersanding denganmu"


"Apa lagi masih banyak hal yang harus aku selesaikan terutama tentang kematian orang tuaku juga nenekku, dan dalam menyelesaikan semua itu, pastinya akan mempertaruhkan nyawa sebagai jaminannya."


"Jelas aku tidak ingin kau terlibat dalam peliknya hidupku yang penuh dengan darah dan keburukan."


"Maaf Daffin, aku tidak bisa menikah denganmu, aku tidak cukup baik untukmu, dan kau berhak mendapatkan wanita yang baik untuk menjadi istrimu, maaf...." Ucap Freya seraya menundukkan wajahnya dan terisak dalam tangisnya.


Daffin terpaku mendengar semua penuturan Freya hatinya begitu pedih dan sakit kala mendengar penolakan dari gadis yang begitu dia cintai.


...... Hening......


Tidak ada pembahasan apa pun lagi di atara mereka berdua, keduanya sama-sama tenggelam dengan perasaan masing-masing.


Hanya terdengar isak tangis dari bibir Freya yang membuat suasana begitu hening dan canggung.


"Lantas wanita seperti apa yang menurutmu begitu pantas dan baik untukku Freya?" Tanya Daffin setalah begitu lama mereka terdiam.


"......." Freya tidak menjawab dia semakin menundukkan kepalanya ke bawah.


"Bisa kah kau jangan melihat kelebihanku saja Freya, cobalah kau lihat kekuranganku, sekali saja lihatlah kekuranganku Freya....." Ucap Daffin menjeda perkataannya.


"Jika kau melihat kelemahanku dan kekuranganku, maka kau akan mengatahui bahwa hanya dirimu yang mampu menyempurnakan setiap kekuranganku dan mengobati setiap kelemahanku, bukan Wanita lain Freya itu hanya dirimu." Sambung Daffin dengan nada yang bergetar menahan tangis.


Freya mengangkat kepalanya menatap wajah Daffin yang terlihat sedikit kabur di mata Freya karena genangan air mata yang mencoba mengalir dari kedua kelopak matanya.


Freya berulang kali menyeka air matanya tapi sayang air matanya seakan enggan untuk berhenti mengalir dari ke dua matanya.


"Freya, bisakah kau melupakan semua yang kau alami, jangan mendendam semuanya dalam hatimu Freya dan Ihlaskan semuanya, tutup semua hal buruk Yang pernah terjadi, lupakan semuanya."


"Dan mari membuka lembaran baru, menikahlah dengan ku Freya dan hiduplah bersama ku...." Pinta Daffin masih berusaha meyakinkan Freya.


"Memang tidak semudah kata-kata untuk melupakan segalanya, tapi mari kita sama-sama saling melengkapi Freya, melengkapi dalam setiap kekurangan satu sama lain, aku yakin orang tuamu dan nenekmu juga menginginkan hal yang sama, mereka juga pasti ingin kau bisa melanjutkan hidupmu dalam kebahagiaan dan bukanlah dengan dendam yang mungkin hanya akan menyakitimu di kemudian hari."


"Freya... Untuk yang ke sekian kalinya aku meminta, menikahlah denganku Freya, dan hiduplah menua bersamaku."


"Lupakan semua dendammu dan rasa sakitmu karena kehilangan keluargamu Freya, dan mari hiduplah denganku dengan membuka lembaran baru dalam kesederhanaan." Ucap Daffin penuh harap.


"Maaf Daffin aku tidak bisa....." Tolak Freya seraya menunduk dan menangis.


"Deg...."


Hancur, itulah yang di rasakan Daffin saat ini, air matanya pun tak kuasa dia bendung lagi, Daffin berusaha menyeka air matanya berulang kali, dia juga berusaha menenangkan hati nya yang terasa sesak, sakit dan kebas secara bersamaan.


....... Hening.......


"Baiklah Freya jika itu keputusanmu, tidak apa... Aku tidak akan memaksakan hatiku padamu."


"Lupakan apa yang aku pinta darimu Freya, tidak apa anggaplah semua tidak pernah terjadi." Ucap Daffin mencoba menguatkan hatinya.