
❤️Yasin❤️
Malam hari di rumah Daffin, nampak semua orang berkumpul, Asa Abah Halim, Ambu Nuri, Daffin dan Freya, Semua orang duduk di lantai beralaskan karpet bulu yang lembu.
Daffin dan Abah Halim nampak mengatakan baju koko lengkap dengan Kopiah dan sarung yang terpasang rapih pada diri mereka, sedangkan Freya dan Ambu Nuri mengenakan mukena lengkap dengan bagian atasan dan bawahannya.
"Ada apa ini kenapa kita berkumpul di sini?" tanya Freya dalam hati bingung.
"Aduh... Mana pegel lagi, aku kan gak biasa duduk di lantai lama-lama seperti ini." sambung Freya masih dalam hati.
"Malam ini malam Jumat, biasa kalau di rumah kita selalu membaca Alqur'an bersama-sama." Ucap Daffin yang melihat Freya nampak bingung.
"Oh.." Jawab Freya dalam hati.
"Biasanya yang kita baca itu Surat Yasin, lalu di sambung surat Alkhaf" sambung Daffin.
Freya nampak termangut-mangut walau dia sendiri tidak mengerti dengan apa yang di katakan Daffin, tapi di detik berikutnya Freya terperangah karena mengingat sesuatu yang menjadi kekurangannya saat ini.
"Daffin aku kan belum bisa membaca Alqur'an" Ucap Freya berbisik, karena tidak ingin Ambu Nuri dan Abah Halim sampai mendengar perkataannya.
"Tidak apa Sayang, Ambu dan Abah pasti mengerti bahwa kamu masih belajar hem..." Jawab Daffin sambil berbisik juga.
"Ngapain atuh kalian teh malah berbisik-bisik, pamali tau... Nanti orang lain jadi su'dzon (berburuk sangka) dan merasa tersinggung." Ucap Ambu marah.
Ambu Nuri benar-benar tidak suka pada orang yang selalu berbisik-bisik antara satu sampai dua orang, dalam satu kumpulan kecil atau pun besar, karena bagi dirinya itu merupakan kejahatan yang kejam, yang dapat merusak hati dan pikiran bagi siapa saja yang melihatnya.
"Gak papa Ambu, Freya bilang dia belum bisa membaca Alqur'an, mungkin itu membuat Freya sedikit kebingungan." Jawab Daffin.
"Gak papa atuh Neng, kan masih belajar jangan malu walau belum bisa membaca Alqur'an, sini duduknya di samping Ambu." Pinta Ambu tulus.
Sejenak Freya melihat ke arah Daffin yang duduk di sampingnya, Daffin yang di tatap pun cukup mengerti dengan masuk hati dari istrinya.
"Em..." jawab Daffin seraya menunjukan senyuman penuh ke lembutan.
Setalah mendapatkan persetujuan dari Daffin Freya pun berpindah tempat duduk, yang semula duduk di samping Daffin kini sekarang duduk di samping Ambu Nuri.
"Ayo kita mulai." Ucap Abah Halim memimpin pengajian Keluarga.
Freya lebih banyak diam ada pun beberapa bacaan yang familiar di telinganya karena Daffin sering membacanya kala mereka sholat bersama, tapi Freya tetap tidak bisa membacanya karena Ambu Nuri, Abah Halim dan Daffin membaca ayat-ayat tersebut dengan begitu fasih dan cepat membuat lidah Freya menjadi kelu dan tidak bisa mengimbangi cara bacaan mereka.
Tiba saatnya membaca surat Yasin, karena Freya belum mampu membaca surat Yasin yang panjang itu, Freya pun hanya membaca bagian tarjamah dari surah Yasin yang sedang di baca Ambu Nuri, Abah Halim dan Daffin.
...Surat Yasin...
...Yasin...
...Makkiyah...
...Surah ke-36...
...83 Ayat...
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
يٰسۤ ۚ
Artinya : Ya Sin
وَالْقُرْاٰنِ الْحَكِيْمِۙ
Artinya : Demi Al-Qur'an yang penuh hikmah,
"Deg...." hati Freya bergetar saat baru membaca arti surat Yasin di dua ayat pertama.
Artinya : sungguh, engkau (Muhammad) adalah salah seorang dari rasul-rasul,
"Muhammad...." Ucap Freya dalam hati.
"Aku sering mendengar nama itu tapi kenapa sekarang rasanya berbeda saat aku menyebutkan nama Muhamam." Ucap Freya dalam hati.
عَلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍۗ
Artinya : (yang berada) di atas jalan yang lurus,
تَنْزِيْلَ الْعَزِيْزِ الرَّحِيْمِۙ
Artinya : (sebagai wahyu) yang diturunkan oleh (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang,
لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَّآ اُنْذِرَ اٰبَاۤؤُهُمْ فَهُمْ غٰفِلُوْنَ
Artinya : agar engkau memberi peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyangnya belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.
لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلٰٓى اَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ
Artinya : Sungguh, pasti berlaku perkataan (hukuman) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman.
"Clak... Clak..." Air mata Freya pun jatuh membasahi Alqur'an yang sedang dia baca dengan cepat Freya menghapus air matanya agar semua orang tidak tau bahwa dirinya menangis.
"Tolong aku Tuhan... Aku ingin tetap bersama Alqur'an ini.. Terimalah aku menjadi pengabdimu, dan engkou Muhammad terimalah aku menjadi umatmu." Ucap Freya dalam hati.
Rasanya Freya ingin sekali menangis sambil berteriak tapi dia tahan dengan penuh kewarasan di kepalanya.
Setalah beberapa lama akhirnya mereka pun selesai membaca surah Yasin tersebut begitu pun dengan Freya yang juga sudah selesai membaca Arti dari surah Yasin tersebut.
Pengajian keluarga pun di tutup dengan Doa yang di pimpinan oleh Daffin dan di Aamiin kan oleh semua orang.
Doa pun selesai semua orang serempak membaca "Alhamdulillah"
Sorot pandangan mata semua orang tertuju pada mata Freya yang terlihat sembab.
"Neng, kamu kenapa atuh kok nangis?" tanya Ambu Nuri penuh kelembutan.
"Em.. Gak papa Ambu, hanya saja perasaan Freya bergetar saat membaca arti dari surat yang kalian baca tadi." Jawab Freya jujur.
"Rasanya hati Freya sangat sakit karena membaca Alqur'an ini, tapi anehnya Alqur'an ini jugalah yang telah mengobati hati Freya dengan cepat, hingga membuat hati Freya bingung tapi juga terasa hangat dan tenang." Sambung Freya lagi.
Semua orang napak tersenyum hangat mendengar penuturan Freya.
"Itulah ke hebatah Alqur'an pedoman kita umat muslim selama di dunia, jangan pernah lepaskan Alqur'an dari hati kita, karena Alqur'an itu adalah petunjuk yang nyata dari Alloh SWT yang di wahyukan ke pada Nabi besar kita Muhammad SAW. Jadi tidak ada keraguan lagi di dalamnya." Ucap Ambu Nuri.
Freya hanya mengangguk tanda mengerti.
"Daffin ajari terus istrimu cara membaca Alqur'an dengan baik." Pinta Abah Halim.
"Tentu saja Abah, Daffin akan berusaha menjadi suami yang baik yang bisa membimbing Freya dalam urusan Agama dan dunia juga Daffin akan berusaha menjaga Freya di dunia dan di akhirat." Ucap Daffin Bersungguh-sungguh.
"Abah, Ambu tolong restui Pernikahan kami dan doakanlah selalu Daffin dan Freya agar kami bisa menjadi keluarga sakinah mawwaddah warohmah dan bisa langgeng, seperti pernikahan Abah dan Ambu." Pinta Daffin.
"Doa dari orang tua tidak perlu di minta Daffin, Abah dan Ambu akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua, semoga Alloh selalu mengabulkan doa kita semua Aamiin" jawab Abah Halim.
"Aamiin.🤲" ucap Daffin dan Ambu.
Sementara Freya dia hanya tertunduk bingung, pikirannya selalu kosong dan gamang kala mendengar atau pun membahas pernikahan dirinya dan Daffin.
"Apa yang kau pikirkan Freya? Dan sebenarnya apa maumu?" tanya Freya pada dirinya sendiri dalam hati.