
♦️Merasa Bersalah♦️
"Maaf Daffin aku tidak bisa....." Tolak Freya seraya menunduk dan menangis.
"Deg...."
Hancur, itulah yang di rasakan Daffin saat ini, air matanya pun tak kuasa dia bendung lagi, Daffin berusaha menyeka air matanya berulang kali, dia juga berusaha menenangkan hati nya yang terasa sesak, sakit dan kebas secara bersamaan.
....... Hening.......
"Baiklah Freya jika itu keputusanmu, tidak apa... Aku tidak akan memaksakan hatiku padamu."
"Lupakan apa yang aku pinta darimu Freya, tidak apa anggaplah semua tidak pernah terjadi." Ucap Daffin mencoba menguatkan hatinya.
Setelah Drama cinta di tolak satu hari itu sungguh menjadi hari yang suram bagi Daffin, dia bahkan sampai tak bisa berkonsentrasi dalam semua pekerjaannya, semua itu membuat Edwin sahabatnya sekaligus tangan kanannya sangat kesal.
Karena suasana hati Daffin yang buruk membuat Edwin jadi harus turun tangan menyelesaikan semua pekerjaan Daffin, dan mengatur ulang semua pertemuan yang harusnya di hadiri Daffin, padahal pekerjaan Edwin sendiri sudah cukup banyak.
Belum lagi permintaan Daffin yang mengharuskan dirinya mengantarkan makanan untuk Freya yang masih bersembunyi di dalam kamar Daffin, semua itu kembali menambah beban pekerjaan Edwin karena dia harus bolak balik antara kantor dan apartemen Daffin.
"Nyebelin bangat, si Daffin yang baru di tolak cinta lah kok gue si yang kesiksa heh..." keluh Edwin saat dia baru saja kembali dari apartemen Daffin untuk mengantar makan untuk Freya.
Sementara di dalam Apartemen Daffin Freya terus menangis dalam diam, dia benar-benar bingung harus bagai mana cara menghadapi Daffin setelah menolak lamaran darinya.
Terbersit rasa penyesalan dalam hatinya, tapi dia sendiri memiliki alasan yang kuat untuk tetap menolak lamaran dari Daffin.
♦️Belgia♦️
Pagi Hari pukul setempat Gisel kembali ke rumah keluarga Emmanuel (rumah Ayah Freya) yang sudah di kuasai keluarga Paman Marvin dan Bibi Riana.
Dengan wajah bahagia dia kembali ke rumah Emmanuel setalah menghabiskan malam panas bersama orang yang dia kejar selama ini.
Jhonatan Markle yang sering di sapa Kak Jhon oleh Freya dan Gisel sedari mereka kecil, merupakan seorang laki-laki dari keluarga kaya raya di belgia.
Keluarga Jhonatan sendiri cukup dekat dengan keluarga Freya dan Paman Marvin, itulah kenapa Jhon, Freya dan Gisel sudah berteman dari mereka kecil.
Saat SMP Jhon sempat tinggal di luar negri dan kembali ke belgia saat dirinya sudah cukup dewasa, Freya, Jhon dan Gisel kembali bertemu dalam acara makan keluarga dan sahabat, dari pertemuan itu mereka bertemu setelah sekian lama.
Dari pertemuan keluarga tersebut membuat Jhon jatuh hati pada Freya, karena paras Freya memang sangat cantik dan menawan, di tambah Freya berasal dari keluarga yang sangat kaya, membuat hanya Freya lah yang di rasa pantas mendampingi Jhonatan Markle.
Sejak saat itu Jhon selalu berusaha mendekati Freya tapi Freya selalu mengabaikan Jhon karena sipat Casanovanya.
Sedangkan di sisi lain Gisel sangat mengagumi Jhon bahkan dia tidak pernah suka jika Jhon selalu berusaha mendekati Freya karena saat itu terjadi, kak Jhon biasanya selalu mengabaikan keberadaan Gisel.
"Mommy" Panggil Gisel pada Riana.
"Hai sayang selamat pagi?" sapa Riana.
"Selamat pagi mom" jawab Gisel.
"Kau terlihat sangat bahagia?" tanya Riana.
"Tentu saja mom karena tadi malam aku sudah menghabiskan malam bersama kak Jhon." Jawab Gisel seraya mendudukkan dirinya di samping Riana.
"Benarkah?" tanya Riana.
"Itu bagus sayang, terus dekati Jhon jangan kau lepaskan, kalau perlu kau harus mengandung anak dari Jhon agar secepatnya kalian bisa menikah setelah itu kau akan jadi nyonya Jhonatan Markle, istri seorang pewaris kekayaan keluarga Markle." Ucap Riana penuh rasa bahagia.
"Apa aku benar-benar harus hamil?" tanya Gisel yang tidak siap jika harus mengandung dan melahirkan.
"Tentu saja sayang, kalau kau tidak hamil anaknya Jhon maka kau tidak akan pernah bisa menikah dengan Jhon."
"Dan Jhon mungkin hanya akan menganggapmu sebagai teman wanita hanya untuk tidur saja, bukankah itu akan buruk?." Jawab Riana.
"Jadi pastikan kau harus mengandung anak Jhon, supaya Jhon menikahimu dan memberikan seluruh harta kekayaannya untuk mu dan juga anakmu." Sambung Riana.
"Baiklah mom akan aku usahakan." Ucap Gisel.
"Sekarang aku mau bersiap-siap untuk makan siang bersama kak Jhon" Sambung Gisel dengan penuh semangat.
"Ya pergilah berdandanlah yang cantik sayang, ingat kau harus mengandung anak dari Jhon tidak boleh dari laki-laki lain." Ucap Riana memperingati.
"Baiklah mom aku mengerti." Ucap Gisel lalu dia pun beranjak dan pergi masuk ke kamarnya untuk bersiap-siap.
"Sebentar lagi aku akan memiliki menantu yang kaya raya, semakin kaya saja diriku hahahaha...." Ucap Riana begitu gembira.
♦️Laki-laki Misterius♦️
📲Telephone masuk📱
"Bagai mana Marline kau sudah menemukan petunjuk atas kematian adikku Emmanuel dan keluarganya?" Tanya Seorang laki-laki melalui sambungan telepon.
"Belum Tuan, maaf kami sedikit kesulitan karena anak buah Riana dan Marvin masih berjaga ketat di beberapa daerah, terutama di daerah tempat nyonya Liliana tinggal.
" Kami bahkan sangat kesulitan menemui pak Hasan orang kepercayaan nyonya liliana" jawab Marline, anak buah laki-laki misterius yang di temui Tuan Anthony dan Tuan Gilbert untuk mencari kebenaran di balik kematian keluarga Tuan Emmanuel Paul Leo.
"Sudah sekian lama tapi mereka masih berjaga dengan begitu ketat, itu artinya mereka masih berbikir jika salah satu dari keluarga Emmanuel masih hidup." Ucap Laki-laki misterius tersebut.
"Cari Tau informasi sebanyak mungkin Marline, jangan lewatkan satu hal pun, karena aku pasti akan membalas siapa pun yang sudah melukai keluargaku" Perintah Laki-laki misterius itu.
"Baik Tuan" jawab Marline.
📱Sambungan telepon terputus📱
♦️Malam hari di Apartemen Daffin♦️
"Apa... Daffin tidak akan pulang?" tanya Freya tak percaya.
"Jangan salah paham Freya, Daffin tidak pulang karena dia harus menyelesaikan semua pekerjaannya yang belum selesai." jawab Edwin.
"Tapi Daffin tidak pernah bekerja hingga malam Edwin, apa dia sangat marah padaku?" tanya Freya sendu.
"Em... Entahlah Freya yang pasti tidak akan ada orang yang baik-baik saja setelah mendapatkan penolakan cinta heuheu..." Jawab Edwin seraya memaksakan tawanya.
Freya pun menunduk merasa bersalah pada Daffin, dia tidak mau hubungannya dengan Daffin jadi renggang dan buruk karena Drama penolakan cinta yang dia utarakan sebelumnya.
"Sudahlah Freya jangan di pikirkan, lagi pula kau yang menolak Daffin kan jadi harusnya kau tidak perlu terlihat sesedih ini. Kalau Daffin, Wajar saja jika dia merasa sedih dan membutuhkan waktu untuk kembali menata hatinya yang telah hancur karena sudah kau tolak mentah-mentah Freya." Ucap Edwin sengaja menambah rasa bersalah di hati Freya.
"Sekarang sebaiknya kau makan dulu Freya, aku harus kembali ke kantor untuk menemani Daffin yang sedang galau karena di tolak Cintanya olehmu, berdoa saja Freya semoga Daffin tidak sampai bunuh diri karena penolakan cinta darimu." Ucap Edwin yang berhasil membuat Freya semakin merasa bersalah setalah mendengar penuturan Edwin.