
❤️Ikatan Batin❤️
"Freya..." terikat Daffin kencang.
Napasnya tersengal, dadanya terasa sesak, jantungnya berdetak begitu kencang, kala Daffin terbangun dari tidurkanya karena mimpi buruk yang mendatanginya.
Di dalam tidurnya Daffin bermimpi buruk tentang Freya, Ia melihat rumah yang di tempati Freya di datangi oleh penjahat, dan Freya telah di tembak oleh penjahat tersebut.
Bagaikan sebuah hubungan batin, tanpa Daffin ketahui apa yang ada di dalam mimpinya merupakan sebuah kenyataan yang sedang terjadi pada Freya saat ini.
"Astagfirullah hal'azim"
"Astagfirullah hal'azim"
"Astagfirullah hal'azim" ucap Daffin berulang seraya menenangkan deru jantungnya dan mengstabilkan nafasnya yang terasa sedikit sesak.
Lantas Daffin pun menaruh ke dua tangannya di dada kirinya seraya membaca surat Annas.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ
Qul a'uzu birabbin naas
Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,"
مَلِكِ النَّاسِۙ
Malikin naas
Raja manusia,
اِلٰهِ النَّاسِۙ
Ilaahin naas
sembahan manusia,
مِنۡ شَرِّ الۡوَسۡوَاسِ ۙ الۡخَـنَّاسِ
Min sharril was waasil khannaas
dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi,
الَّذِىۡ يُوَسۡوِسُ فِىۡ صُدُوۡرِ النَّاسِۙ
Al lazii yuwas wisu fii suduurin naas
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
مِنَ الۡجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Minal jinnati wan naas
dari (golongan) jin dan manusia."
Setelah itu Daffin menalajutkannya dengan doa di kala sedang mimpi buruk
اللَّهُمَّ إنِّي أعوذُ بِكَ مِن شرِّها وشرِّ ما فيها
Allahumma innî a’udzûbika min syarrihâ wa syarri mâ fîhâ.
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari mimpi buruk dan apa yang buruk di dalam mimpi."
Setelah (membaca doa) itu meludah ke kiri tiga kali. Amalan tersebut merupakan sabda Nabi.
"Apa yang aku mimpikan, buruk sekali" ucap Daffin, setelah merasa tenang.
Daffin mengambil ponselnya lantas dengan cepat mencari nama Freya di kontaknya lalu menekan tanda telepon untuk menghubungi Freya.
"Tut...... Tut...." bunyi dari dalam ponsel.
Namun tidak ada jawaban dari Freya.
Daffin pun mencobanya kembali.
Namun masih tetap tidak ada jawaban dari Freya.
"Mungkin dia sudah tidur, lagi pula ini sudah malam" ucap Daffin pada dirinya sendiri.
"Tenanglah Daffin itu hanya mimpi" ucap Daffin menenangkan pikirannya yang masih begitu mengkhawatirkan Freya.
Daffin beranjak dari atas ranjang dia melangkahkan kakinya ke dalam kamar mandi, di ambilnya air wudhu lalu Daffin pun bergegas mengambil sajadahnya dan mulai melanksakan sholat sunah dua rokaat.
Selesai sholat hari Daffin semakin memikirkan Freya entah sebagi petunjuk atau apapun yang jelas itu membuat Daffin tidak tenang.
"Ya Alloh ada apakah ini kenapa dengan diriku? Aku terus merasakan hal buruk dalam hati dan pikiranku, apa ini sebuah pertanda darimu?" ucap Daffin dalam doanya.
"Tolong lindungilah Freya Ya Alloh, dan Tenang ka lah hatiku, Aamiin" pinta Daffin.
Daffin kembali mencoba menghubungi Freya namun Freya masih tak kunjung menjawab telepon darinya.
Dengan penuh tekad Daffin pun berganti pakaian lantas menggunakan jaket kulitnya dan di ambilnya kunci mobil miliknya.
Daffin melangkahkan kakinya keluar dari dalam apartemen miliknya menuju parkiran, setelah itu dia menaiki mobil miliknya dan membawa laju mobil tersebut ke rumah nenek Freya.
Selama dalam perjalanan mulut Daffin tak henti terus berjikir, menyebut Asma Alloh, untuk menenangkan hatinya yang kini mulai kembali terasa sesak.
Di tenang perjalanan mobil yang di tumpangi Daffin mengalami masalah, hingga harus terhenti di sisi jalan.
"Ada apa ini kenapa mobinya mati?" ucap Daffin.
"Ya Ampun bensinnya habis" ucap Daffin lagi.
"Mana pom bensin masih jauh lagi." gerutu Daffin kesal.
Daffin turun dari mobilnya dia pun memesan jasa ojek online dari ponselnya.
Di kota besar Tidak sulit bagi Daffin untuk mencari ojek online di malam hari.
Tak lama ojek online yang dia pesan pun datang,
"Mas Daffin?" tanya ojek online itu.
"Iya pak, antar saya ke alamat ini..... Tolong cepat." Pinta Daffin terburu-buru.
"Siap Mas." Jawab tukang ojek online.
Setelah menggunakan helmnya dan mengunci mobil miliknya Daffin pun menaiki motor ojek online tersebut.
Selama dalam perjalanan Daffin terus berusaha menghubungi Freya, dan Freya tidak satu kali pun mengangkat telepon darinya, hal itu membuat Daffin semakin panik.
"Pak bisa lebih cepat sedikit" pinta Daffin.
"Iya mas" jawab Tukang ojek online tersebut.
♦️Di dalam rumah Nenek Liliana♦️
Freya meringis kesakitan karena luka tembak yang dia dapatkan , darah segar pun kini mengalir membasahi punggung dan bajunya.
Tapi Freya tak sendirian, karena saat ini Riana juga sendang histeris kesakitan akibat luka tembak yang dia miliki karena tembakan dari Freya di bagian lutut kaki miliknya di sebelah kanan.
Tak hanya Freya dan Riana, Gisel pun mengalami hal yang sama dia sedang berusaha menahan sakit akibat luka tembak yang dia miliki di bagian perut bawah sebelah kanan miliknya.
"Aku akan membunuhmu Freya, aku akan membunuhmu" ucap Riana marah seraya meringis kesakitan.
"Hey kalian berdua" panggil Riana pada dua anak buah bayarannya yang kini hanya tersisa dua orang saja dari enam orang yang dia sewa.
"Cepat bantu aku, dan bawa aku dan putriku ke rumah sakit." Titah Riana.
"Baik Bos" jawab mereka.
Paman Marvin dengan cepat dia menggendong Gisel dalam gendongannya,
Sementara Riana dia di bantu dua orang bawahannya untuk berdiri.
"Hey kau ikat dia setelah itu bakar habis rumah ini" ucap Riana bengis.
"Deg...." Freya terperanjat mendengarnya.
"Terkutuk kau Riana" ucap Freya marah.
"Hahaha.... Ya berteriaklah sesukamu Freya, karena akan aku pastikan kau benar-benar akan mati malam ini" ucap Riana sadis.
Sementara paman Marvin dia dengan cepat membawa Gisel ke luar dari dalam rumah nenek Liliana, dia tidak peduli lagi dengan apa yang dilakukan istrinya pada Freya, karena yang dia khawatirkan saat ini adalah keadaan Gisel putrinya yang terus menangis dan merintih kesakitan.
Sementara Freya, dia kini masih tergeletak di lantai sembari berlumuran darah dan kini kedua tangan dan kakinya telah di ikat kuat oleh bawahan Riana dengan menggunakan tali.
Setalah milihat Freya tak berdaya, Riana dan dua orang bawahannya pun meninggalkan Freya sendirian, mereka pergi membawa serta anak buah Riana yang juga sudah terluka atau mungkin bahkan mereka telah tiada, dari dalam rumah nenek Liliana.
Di luar rumah dua orang bawahan Riana menyiramkan berkompan-kompan minyak tanah di setiap dinding rumah, mereka pun ngguyur bagian dalam rumah nenek Riana dengan minyak tanah tersebut.
"Cekes...." Suara korek api yang di nyalakan dari berbagai sudut ruangan dan api pun langsung melahap habis setiap minyak tanah yang menempel di dinding rumah nenek Freya.
"Matilah kau Freya hahahah....." Ucap Riana sangat senang.
"Freya" ucap paman Marvin lirih, saat melihat api dengan cepat merambat dan membesar membakar hampir seluruh bangunan rumah milik nenek Freya.