
โค๏ธDekorasi Pernikahanโค๏ธ
"Ada apa Ambu?" tanya Freya.
"Sini duduk" pinta Ambu Nuri pada Freya.
Freya pun mendudukkan dirinya di samping Ambu Nuri, terlihat Ambu Nuri mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Lalu Ambu Nuri pun mengeluarkan sebuah gelang emas dari dalam dompet kecil.
Gelang itu napak terbungkus sebuah plastik khusus gelang emas, lalu Ambu Nuri pun mengeluarkan gelang itu dari dalam plastik seraya berkata.
"Tadi Ambu membeli gelang emas ini dari pasar, Ambu beli buat kamu Neng..." Ucap Ambu Nuri sambil menarik tangan kiri Freya dan memasangkan sendiri gelang tersebut di pergelangan tangan Freya.
"Tuhkan benar dugaan Ambu, pasti bakal bagus di pake menantu Ambu." Ucap Ambu Nuri setelah selesai memasangkan gelang emas tersebut di pergelangan tangan Freya tanpa Izin dari Freya.
"Ambu ini..." ucap Freya terpotong.
"Suka, gak Neng?" tanya Ambu Nuri memotong perkataan Freya.
"Suka Ambu Ini cantik." Jawab Freya jujur.
"Syukur atuh kalau kamu suka, Ambu senang." Ucap Ambu.
"Terima kasih Ambu." Ucap Freya terharu.
"Sama-sama Neng, sok di gaja baik-baik gelangnanya." Pinta Ambu Nuri.
"Iya Ambu, Freya pasti akan menjaga apa yang sudah Ambu kasih ke Freya." Jawab Freya.
"Iya atuh harus pokok namah." Jawab Ambu Nuri.
Freya pun mengamati setiap ditail gelang emas yang kini sudah terpasang di pergelangan tangan kirinya nya, gelang emas tersebut memiliki Aksen berbentuk rantai yang begitu padat dan berliku membentuk huruf S dengan tambahan mutiara sebagai penyempurna.
Gelang emas itu tidak terlalu besar, juga tidak terlalu kecil ukurannya cukup pas di pergelangan tangan Freya, sehingga terlihat indah di pakai oleh Freya yang dominan memiliki kulit berwarna putih.
"Sekarangmah, sok atuh geura milih mau konsep pernikahan yang bagai mana tentuin sekarang, soalna ieu waktu ges mepet atuh, ya sok atuh ku duaan,.... Daffin." Ucap Ambu Nuri, pada Freya dan juga Daffin yang sejak tadi hanya berdiri di ambang pintu kamarnya sambil melihat Ambu Nuri dan Freya berbincang di sofa ruang keluarga.
Daffin yang di panggil pun menegakkan tubuhnya yang semula dia sandarkan di ambang pintu, lalu dia melangkahkan kakinya menuju sofa tempat Ambu Nuri dan Freya duduk saat ini.
Daffin mendudukkan dirinya di samping Freya lantas mengambil Album dekorasi pernikahan yang di berikan Tim dekorasi pernikahan yang Ambu Nuri percayai untuk mendekorasi pelaminan pernikahan Daffin dan Freya.
"Freya ikut apa kata Daffin saja Ambu." Ucap Freya.
"Eh... Mana bisa seperti itu, ingat Neng ini pernikahan kalian berdua, jadi apa pun itu harus di petuskan berdua." Jawab Ambu Nuri.
"Lagian ini kan pernikahan pertama kalian, maka jadikan pernikahan ini menjadi pernikahan yang akan kalian ingat dan kalian kenang selamanya." Ucap Ambu Nuri.
"Jangan kaya Ambu, dulu Ambu sama Abah cuman menikah sederhana, dan mengundang beberapa orang saja, hal itu karena Abah sama Ambu tidak memiliki cukup biaya untuk mengadakan resepsi pernikahan."
"Tapi tekad Ambah sama Ambu kuat untuk menikah karena Alloh, dan Alhamdulillah lihat pernikahan Ambu dan Abah baik-baik saja karena perlindungan lindungi Alloh." Ucap Ambu Nuri.
"Walau pun terkadang Ambu suka Kabita (tergoda) melihat pernikahan orang lain yang begitu mewah dan sangat meriah."
"Makanya Ambu mah gak mau kalian menikah seperti Ambu, kalian mah harus menikah dengan meriah, mewah dan penuh kebahagiaan, selain untuk menghilangkan fitnah akibat menikah sembunyi-sembunyi, juga untuk membagi kebahagian kita pada siapa pun yang tidak menyimpan hati buruk untuk kita ." jelas Ambu panjang lebar.
"Jadi jangan pikirkan apapun sok ayeunamah pilih konsep pernikahan anu pang mewahna terus telepon tukang dekorna ya..." Pinta Ambu Nuri.
"Sok atuh Ambu mah mau bantuin si Abah di warung." Ucap Ambu Nuri sambil berdiri dari tempat duduknya dan pergi ke area warung melalui pintu penghubung antara rumah dan warung.
Sementara itu di ruang tengah Daffin dan Freya tengah duduk melihat satu persatu hiasan dekorasi pelaminan pernikahan yang terpanjang dalam bentuk foto-foto di dalam Album foto.
"Kamu yang milih... Aku bingung" Ucap Daffin.
"Kau saja Daffin, aku akan setuju dengan semua pilihan mau" jawab Freya.
"Itu dia aku tidak pandai dalam memilih soal dekorasi seperti ini, jadi kau saja hem..." ucap Daffin lembut.
"Pilihlah mana yang kamu mau dan kamu suka." Ucap Daffin lagi.
"Tapi..." Ucap Freya bimbang.
"Tapi kenapa??" tanya Daffin.
"Tapi bagai mana mungkin hanya aku yang memilih... Bukannya pernikahan ini terjadi di antara kita berdua, jadi ayo kita buat pilihan bersama." Jawab Freya mengurungkan perkataannya.
"Baiklah... Kita pilih secara bersama-sama, dengan cara menunjuk secara bersamaan tepat pada pilihan masing-masing, dalam hitungan satu sampai tiga ok.." ucap Daffin.
"Baiklah..." Jawab Freya.
"Baiklah tentukan pilihanmu sudah?" tanya Daffin.
"Sudah" jawab Freya setalah beberapa kali melihat semua isi Album dekorasi tersebut.
"Baiklah kita mulai," ucap Daffin.
"Halaman pertama apa ada yang kau suka, kalau ada tunjuk dengan jari di mulai dengan hitungan. Satu... Dua... Tiga." Ucap Daffin tapi tidak ada yang memilih baik Daffin mau pun Freya.
Halaman ke dua, ke tiga, dan ke empat pun hasilnya sama, baik Daffin dan Freya masih sama-sama tidak ada yang memilih, yang artinya tidak ada yang mereka sukai dari disain dekorasi tersebut.
Lalu tibalah mereka dalam bingkai album foto di halaman terakhir.
"Kita mulai lagi," ucap Daffin "Satu... Dua.. Tiga.." sambung Daffin.
"Tab..." jari telunjuk Daffin dan Freya pun jatuh di salah satu foto disain dekorasi pernikahan yang sama.
"Hey... Pilihan kita sama" ucap Freya.
"Iya sayang, aku rasa dalam hal ini kita memiliki pilihan yang sama." Jawab Daffin.
"Baiklah sudah di putuskan dekorasinya kita pilih yang ini saja." Ucap Freya.
"Baiklah, kita akan memesan desain yang ini" ucap Daffin senang.
๐๐๐
Kira-kira Dekorasi pernikahan seperti apa ya.. Yang Daffin dan Freya pilih untuk resepsi pernikahan mereka?...
Jangan kemana-mana ya teman-teman tetap setia bersama Daffin dan Freya dalam Novel yang berjudul My Freya.๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ
Jangan lupa Like, comment dan harap kasih Bintang Limanya ya.๐๐๐
Terima kasih ๐๐๐