
❤️Tradisi Sunda Lengser❤️
Semua orang nampak terkagum melihat kecantikan Freya yang memancar dari atas kepala hingga ke ujung sepatunya.
Membuat semua orang terpaku takjub melihatnya terutama Daffin dia bahkan sampai tak berkedip melihat Freya istrinya.
"Cantik" Ucap Daffin. Membuat Freya tersipu malu Mendengarnya.
"Hayu atuh Daffin urang ke luar, itu para tamu sudah pada menunggu." Ucap Ambu Nuri.
"Iya Ambu" jawab Daffin sambil tersenyum lebar.
Freya pun memegang lengan tangan Daffin begitu erat karena saat ini Freya sedang sangat gugup sekali.
Daffin bisa merasakan tangan Freya sedikit bergetar, di lengannya.
"Tenanglah" ucap Daffin berbisik.
Freya pun mengangguk menjawab penuturan Daffin.
Suara genderan musik pun dimainkan dan sholat pun dilantunkan seiring dengan suara musik, semua itu di mainkan sebagai pertanda acara pernikahan akan segara di mulai, dan juga sebagai pemberi kabar bahwa kedua pengantin akan memasuki kursi prosesi ijab kabul.
Daffin dan Freya pun ke luar dari dalam rumah berbersamaan sambil bergandengan tangan, Daffin dapat merasakan tangan Freya yang dingin karena gugup.
Karena pernikahan pertama antara Daffin dan Freya adalah pernikahan secara Agama dan hanya di ketahui oleh beberapa orang saja.
Dan kini Daffin pun mengulang kembali prosesi ijab kobul antara dirinya dan Freya di hadapan banyak orang dan di saksikan oleh semua orang.
"SAH...." Terdengar suara sautan dari semua para tamu undangan kala Daffin selesai mengucapkan ijab kabul.
Hati Freya terasa tenang dan damai kala pernikahannya kini sudah di ketahui seluruh warga di kampung tempat Daffin lahir.
Padahal sebelumnya, Freya merasakan ketakutan yang amat dalam, jika orang lain sampai mengetahui tentang pernikahan dirinya dan Daffin, namun semua itu kini telah sirna sudah, dan yang Freya rasakan saat ini adalah rasa tenang, nyaman dan rasa terlindungi, seolah seperti di lindungi oleh sebuah kubah pelindung dari semua mara bahaya.
Freya menoleh ke arah Daffin yang kini juga sedang memandanginya dengan sejuta senyum yang terukir di bibirnya.
Dengan bangga Daffin memamerkan buku Nikahnya pada semua teman-temannya dan saudara-saudaranya, terutama pada Edwin sahabat yang sudah seperti saudara sejati bagi Daffin.
"Lihat atuh si Daffin sudah menikah kamu kapan atuh Edwin." Celetuk seorang wanita dari sanak saudara Daffin.
"......." Edwin hanya menjawab dengan senyuman.
"Jadi kapan atuh kamu nikah Edwin." Ucapnya lagi.
"In syaa Alloh secepatnya doain aja ya ceu" jawab Edwin mencari aman.
"Pacarnya orang mana? Kalau belum punya cepetan cari jodohnya, Jangan kelamaan menjomblo, nanti jadi bujangan lapuk, gak bagus, rugi loh, jadi cepetan cari jodo terus nikah deh." Ucap wanita itu berbicara tanpa henti.
Lagi-lagi Edwin hanya menanggapinya dengan senyuman, padahal dalam hati dia sudah sangat kesal dan ingin marah.
"Gak usah ceu, saya bisa cari sendiri." Jawab Daffin, sesabar mungkin.
"Ya kapan atuh keburu jadi bujangan lapuk, ingat jangan kelamaan, buruan Nikah." Ucap wanita itu lagi.
"Ya ampun ceu (panggilan sopan dalam bahasa sunda untuk seorang wanita yang sudah dewasa) ceu-ceu jangan gitu atuh, pamali, ingat jodo itu rahasia Alloh, jadi jangan mempertanyakan tentang sesuatu yang sudah pasti di atur oleh Alloh untuk saya, ya ceu." Jawab Edwin setenang mungkin, karena tidak terima di katai bujangan lapuk oleh saudara Daffin yang kebetulan di kenalnya
"Huh... Kamu mah baperan ditanya gitu doang meni langsung sewot." Jawab wanita tersebut.
"Ya Alloh... Sabar..." Ucap Edwin gedeg.
Di sisilain Daffin dan Freya kini berjalan memasuki kursi pelaminan, dengan di antar oleh para penari lengser.
Lengser merupakan salah satu tradisi upacara yang ada di Jawa Barat. Tradisi tersebut sering dipakai di pesta pernikahan.
Tokoh utama dalam upacara Adat sunda lengser, adalah Aki Lengser, seorang laki-laki yang berperan sebagai seorang laki-laki yang sudah Tua yang ceria, dan sakti matra guna pembawa baikan, biasanya dia tidak sendiri dia selalu membawa istrinya sebagi tokoh kedua yang di perankan oleh seorang laki-laki yang berdandan seperti layaknya seorang wanita yang sudah Tua yang di beri nama Ambu Lengser, tokoh ketiga dalam tradisi Sunda Lengser adalah para penari Lengser yang terdiri dari beberapa pria dan wanita biasanya berjumlah delapan sampai sepuluh orang atau lebih.
Tokoh selanjutnya adalah Nayaga dan sinden.
Nayaga adalah Orang yang memainkan alat musik gamelan, saron dan lain sebagainya, sering juga disebut sebagai nayaga atau yaga. Selain itu, dalam tradisi adat sunda Lengser, ada juga yang namanya sinden yang akan menyanyikan sebuah lagu sunda untuk mengiringi dan membuat pementasan semakin sakral.
Semua kombinasi dari tokoh-tokoh di atas bersatu dalam irama yang di bawakan oleh Nayaga dan di pimpin oleh Aki Lengser.
Upacara adat Sunda Lengser ini bukan hanya sekedar tradisi saja. Namun ada makna laten atau arti tersembunyi di dalamnya. Pembawaan tokoh bernama Aki Lengser yang bersahabat, ramah, dan lucu membuatnya diterima oleh para hadirin. Diterimanya tokoh Aki Lengser ini juga berkaitan erat dengan komunikasi masyarakat Sunda yang terkenal akan keramahannya. Pada akhirnya melalui komunikasi yang tepat lewat kehadiran upacara ini, masyarakat luas bisa mengenal Sunda sebagai kawasan yang bersahabat!
Kehadiran Ambu Lengser bermakna kesetiaan dan kesuksesan dalam sebuah hubungan, dan makna dari para penari Lengser beserta Nayaga dan juga sinden bermakna simbol perpaduan kehidupan, yang berarti rukun dan damai dalam banyaknya perbedaan.
Itulah ulasan mengenai upacara adat Sunda Lengser yang patut dipahami. Mengingat tradisi ini sangat otentik dan punya nilai-nilai luhur budaya yang beragam, maka wajib untuk selalu dilestarikan. Khususnya bagi masyarakat Suku Sunda di mana kebudayaan istimewa ini berasal!
Freya sangat terkagum melihat tradisi Adat sunda Lengser yang di sajikan untuk dirinya dan Daffin, Freya tidak menyangka akan menyaksikan sebuah Maha karya dari tradisi Sunda Lengser yang dilestarikan dari turun temurun secara langsung di depan matanya yang di persembahan untuk dirinya dan Daffin.
Para penari Lengser pun mengantarkan Freya dan Daffin hingga duduk di kursi pengantin, Setelah itu mereka pun turun satu persatu dari atas pelaminan.
Setelah duduk di kursi pelaminan Freya kira penampilan upacara adat sudah selesai ternyata belum, karena para penari pun kini kembali mengambil posisi untuk memainkan sebuah pentas musik yang di sebut Rampak kendang...
"Kira-kira seperti apa ya pempilan Rampak kendang itu... Ada yang tau?" 🤔🤔🤔
💕💕💕
Jangan kemana-mana ya teman-teman tetap setia bersama Daffin dan Freya dalam karya Author yang berjudul My Freya.🥰🥰🥰
Jangan lupa Like, comment dan harap kasih Bintang Limanya ya.💕💕