My Ex Wife

My Ex Wife
Happy Ending



Happy Reading.


Aris menatap haru sang putra yang baru saja hadir di dunia. Tidak terasa dengan peluh yang membasahi seluruh tubuhnya karena ikut bersusah payah membantu mengeluarkan sang baby, tapi akhirnya di bayar lunas dengan suara tangisan yang menggema di ruang bersalin.


Rara sudah tidak tahan untuk mengeluarkan air matanya saat mendengar alunan merdu suara adzan dari sang suami untuk sang putra. Sungguh lega sudah rasa sakit yang tadi menderanya hilang begitu saja saat melihat sang buah hati di dunia ini.


"Aku ingin lihat putraku, Aris," ujar Rara saat Aris sudah selesai mengadzani putranya.


"Ganteng banget putra kita, sayang, lihatlah bibir dan hidungnya mirip sama kamu, tapi mata dan rambutnya persis punyaku," Aris menyerahkan sang putra kepada Ibunya.


"Rambutnya sedikit ikal, tapi dia tampan sekali," Rara menciumi wajah sang baby.


Sungguh kebahagiaan yang terasa lengkap sudah untuk Rara dan Aris.


"Maaf Bapak, kita harus membersihkan Bu Rara terlebih dahulu, nanti setelah ini kita pindahkan ke ruang perawatan," salah satu perawat datang untuk mengambil baby tampan mereka.


Rara menyerahkan Babynya meskipun dengan sedikit tidak rela. Tapi dia juga harus segera di bersihkan dari sisa-sisa persalinan yang baru saja dia lakukan.


Sedangkan di sisi lain.


Nita sedang menjemur kedua baby-nya di teras belakang rumah di temani salah satu Babysitter yang bertugas membantu Nita dan mengasuh twins V.


Seorang wanita dewasa berusia 39 tahun yang direkomendasikan oleh mertua Nita. Namanya mbak Welas, seorang baby Sitter yang sudah sangat berpengalaman.


Sebenarnya Sarah ingin Nita, Nathan dan baby twins V untuk sementara waktu tinggal di rumah mereka karena tentu saja pasti Nita akan merasa akan bisa mengasuh keduanya sendirian.


Tapi Nathan bersikeras untuk membawa kedua baby-nya pulang ke rumah.


"Duh, gemoy banget sih, kalian!" Nita mencium pipi gembul Vero dan Vera yang asyik berceloteh dengan bahasa bayi mereka. Keduanya berada di kereta bayi saling bersisihan, suara merdu khas bayi terkadang terdengar keluar dari bibir mungil Vero dan Vera.


"Kenapa kalian semua mirip sama Papa, sih? Kok gak ada yang mirip Mama, nanti di kira orang, Mama ini pengasuh kalian karena tidak mirip," masih berusaha mengajak ngobrol baby twins V yang sama sekali tidak menghiraukan sang Mama karena asyik berceloteh ria sendiri.


Saat ini usia twins V sudah dua bulan lebih, mereka sudah belajar untuk tengkurap karena sekarang mereka suka sekali dengan posisi miring saat sudah tidur.


"Maaf Nyah, ada telepon dari Pak Aris, tadi katanya sudah telepon di ponsel Nonya, tapi gak di angkat, akhirnya Pak Aris telepon di ponsel Bibik!" seru Bik Sum tergopoh-gopoh berlari ke arah majikannya yang berada di di halaman belakang.


"Terima kasih, bik," jawab Nita mengambil ponsel Bik Sum berlogo m tersebut.


"Halo bang, ada apa?"


"Ta, Alhamdulillah kakak kamu udah lahiran, maaf baru ngabarin, soalnya panik banget, subuh pecah ketuban, paginya langsung brojol," jawab Aris dengan nafas yang masih belum teratur. Sepertinya dia terdengar sangat bahagia.


"Alhamdulillah, akhirnya Rara nyusul juga, nanti aku ke rumah sakit bersama Nathan, sekarang aku akan kabari dia," jawab Nita tersenyum lebar.


Setelah beberapa kalimat percakapan akhirnya mereka menyudahi pembicaraan. Nita juga menghubungi suaminya yang mungkin baru saja sampai kantor kalau Rara baru saja melahirkan.


"Baby Vero, Baby Vera, kalian udah punya sepupu ganteng loh, nanti Mama sama Papa akan jenguk, kalian di rumah Eyang dulu, ya?" ucap Nita kepada dua Baby-nya.


"Mbak, sudah waktunya masuk ke dalam, nanto tolong siapkan peralatan si kembar, ya. Kita akan ke rumah Eyang," ujar Nita pada Mbak Welas.


❤️❤️❤️


Semuanya sudah berkumpul di rumah Rara dan Aris. Do sana sudah ada Kedua orang tua Aris, Kakek Abimanyu, Daniel serta kedua orang tuanya. Dan tidak lupa juga Azam dan Firda yang datang sebagai pasangan calon pengantin karena mereka memang sudah bertunangan.


Hari ini selain ada acara Syukuran Aqiqah untuk putra Rara dan Aris, di adakan juga perayaan ulang tahun Kakek yang ke 80 Tahun. Kakek masih terlihat sangat sehat, meskipun sekarang sudah tidak bisa berjalan agak jauh karena faktor usia, tapi kakek juga tidak mau kalai harus duduk di kursi roda.


Setelah meniup lilin dan memotong kue, khas ulang tahun yang sering di lakukan di tahun-tahun sebelumnya, Kakek juga membagikan amplop untuk para anak-anak yatim piatu dari yayasan yang ia bangun.


"Aku bahagia melihat kamu bahagia, Nit, kalau Nathan menyakiti mu lagi, kamu lapor ke aku, nanti aku bakal bawa kabur kamu sama si kembar," ujar Daniel yang langsung mendapatkan tatapan horor dari Nathan


"Gue gak bakal menyakiti istri gue lagi, apalagi udah ada kedua buah hati yang tampan dan cantik ini! move on, Bro!!" balas Nathan sengit.


"Kenapa lo gak nyari cewek, sih! di Singapore kan banyak tuh cewek-cewek cantik, masa mau jadi pebinor!" sindir Rara terhadap sepupunya itu.


Daniel hanya berdehem, tidak ada yang tahu isi pikiran pria itu, dia hanya mengalihkan pembicaraan dengan mengajak ngobrol ketiga Baby yang sudah terlelap di box yang memang di sediakan di ruang keluarga. Takut akan serangan Rara yang terkadang benar-benar menyudutkan nya.


Mengenai Move on, sebenarnya dia juga sudah bisa melupakan perasaannya pada Nita, tapi kalau harus membuka hati untuk wanita lain, entah kenapa sampai sekarang belum ada yang bisa klik di hatinya.


Setelah malam semakin larut, akhirnya acara pun selesai. Hanya tinggal keluarga besar yang tersisa. Kakek tersenyum bangga melihat semuanya bahagia, apalagi dengan kehadiran cucu-cucu buyutnya yang sehat, cantik dan juga tampan-tampan.


Sepertinya perjuangan nya untuk membuat para cucu-cucunya bahagia sudah lunas. Kakek pun merasa bisa tenang misalkan harus meninggalkan semuanya saat ini juga.


"Eh, namanya siapa Ra, anak kamu?" tanya Daniel yang melihat putra Rara dan Aris yang sedang bangun minta ASI.


"Kuping lo masih fungsi, kan? tadi udah di sebutin pas acara, tuh, di depan juga ada tulisan namanya gede banget!" jawab Rara.


"Keill Abraham, itu nama anak gue bro! ganteng kan namanya, anak gue juga ganteng, kek gue, nih!!" sahut Aris mencium pipi gembul sang putra kemudian beralih mencium bibir Rara sekilas.


Nathan yang melihat hal itu pun tidak mau kalah, dia langsung mencuci ciuman Nita dari samping sambil memeluk pinggangnya erat.


"Kita berpisah hanya untuk bersatu kembali istriku, tidak ada hal yang lebih membahagiakan selain bisa bersama dengan orang yang kita cintai, selamanya membesarkan anak-anak kita!" itulah ungkapan hati Nathan dan Aris untuk para istri mereka.


Saling setia dan menghargai, saling percaya dan mengasihi.


Kesetiaan berarti ketulusan untuk menyimpan satu hati di dalam hati dan berjanji untuk tidak akan mengkhianati.


Cinta sejati bukanlah bagaimana kamu memaafkan, tetapi bagaimana kamu melupakan, bukan apa yang kamu lihat tetapi apa yang kamu rasakan, bukan bagaimana kamu mendengarkan tetapi bagaimana kamu mengerti, dan bukan bagaimana kamu melepaskan tetapi bagaimana kamu bertahan.


TAMAT.


Akhirnya, selesai sudah perjalanan kisah Nita, Nathan, Rara dan Aris di novel My Ex Wife. Othor sekarang mau fokus ke novel Kekasih Gelapku sama yang Daily di ungu. Jujur othor benar-benar kualahan harus on going 3 sekaligus 😭😭


Jadi kalau ada yang kangen sama ceritaku, baca yang udah tamat atau yang masih on going judulnya Kekasih Gelapku.



Oke terimakasih buat akak reader semuanya 🥰🥰🥰🥰🥰 see u di novel2 othor yang lain, ya.. 🙏🙏🙏🙏