My Ex Wife

My Ex Wife
Kemarahan Aris



Happy Reading.


Acara syukuran di rumah kedua orang tua Nathan berlangsung khidmat dan hangat. Sangat terasa kekeluargaan nya, sepertinya acara itu sudah di siapkan jauh-jauh hari tanpa di ketahui oleh Nathan.


"Selamat, ya Nita untuk kehamilannya dan selamat ulang tahun untuk calon Ayah."


"Wah udah mau jadi Ayah, kapan acara resepsi pernikahan nya?"


"Nathan selamat ulang tahun, nikah gak undang-undang tau-tau udah mau jadi calon Bapak aja!"


"Semoga kehamilannya sehat terus dan gak ada kendala apapun sampai lahiran dan selamat hari brojol ya, Nathan! Makin berseri semenjak rujuk sama Nita!"


Dan masih banyak lagi ucapan-ucapan selamat untuk keduanya. Acaranya benar-benar hanya di hadiri keluarga besar dari Nathan karena acaranya yang dadakan maka Kakek Abimanyu hanya di Video call saja.


Banyak yang mendoakan rujuknya Nathan dan juga Nita. Acaranya juga di isi oleh sedikit tausiyah pengajian.


Apalagi ada salah satu keluarga anggota keluarga Nathan yang menjadi ustadz dan mengisi acara syukuran tersebut.


Tidak ada potong kue ataupun music happy birthday, hanya ada sambutan dari Nathan dan juga Nita yang mengucapkan banyak terima kasih atas doa dari semuanya.


Setelah acaranya selesai dan sanak saudara sudah meninggal kan rumah, akhirnya Nathan dan Nita bisa beristirahat.


"Cepat bawa istrimu ke kamar, sepertinya Nita sudah sangat kelelahan," ujar Sarah.


"Iya, Ma. Ayo sayang, kita istirahat di atas," Nathan memapah Nita sambil merangkul bahunya.


Nathan melihat istrinya yang sudah menahan kantuk sejak tadi, maklum dua malam ini istrinya itu harus jaga.


Nita selalu memenuhi tugasnya meskipun dia bisa mengambil jadwal full sehari tanpa harus jaga dan masuk malam, tapi tentu saja Nita tidak mau karena dia sudah merasa nyaman dengan pekerjaan nya.


Meskipun dia sedang hamil muda sekalipun, tapi sepertinya setelah Nathan tahu kalau Nita sempat terpeleset di kamar mandi pada saat jaga, sebaiknya jangan harap Nathan akan memberikan izin untuk jaga malam setelah ini.


Nathan tahu istrinya itu pasti terlalu kelelahan apalagi dengan keadaan yang hamil muda. Pria itu mulai berpikir bahwa mungkin sudah saatnya istrinya itu untuk berhenti bekerja.


"Sayang, istirahatlah, kamu terlihat sangat kelelahan," ujar Nathan membaringkan Nita di atas ranjang setelah selesai membersihkan diri.


"Iya, aku ngantuk sekali, nanti bangunin aku jam 4, ya?" Nathan melihat jam tangannya, masih jam 1 siang. "Baiklah, aku akan menidurkan mu dulu sambil mengecek email yang masuk hari ini," jawab Nathan duduk di samping sang istri sambil membuka tab yang memang selalu dia bawa.


Nita memejamkan matanya dan tidak lama akhirnya dia pun sudah masuk kedalam alam mimpinya, tangan Nathan masih setia memberikan sentuhan lembut pada rambut sang istri.


Aris baru saja mengantar Rara ke butik setelah pulang dari acara syukuran ulang tahun Nathan. Dia langsung bergegas menuju ke sebuah tempat di mana seseorang telah menunggunya.


BRAAAKK!!


Aris membuka paksa ruangan itu untuk menemui seseorang yang berada di dalam.


"Brengsek!!"


Bugh, bugh, bugh!!


Aris menghajar pria yang sejak beberapa hari yang lalu selalu mengganggu Rara. Yup, pria itu adalah Andra, mantan adik ipar Rara.


"Dasar benalu! Sekali lagi lo deketin calon istri gue dan mengusik kehidupannya apalagi sampai lo berusaha masuk dan merusak hubungan kita, gue gak segan-segan masukin loh ke penjara, dengan tuduhan penipuan dan mengganggu kenyamanan orang lain!!" seru Aris menunjuk wajah Andra.


"Cih, apa maksud lo!! Jangan asal nuduh orang sembarangan!!" sentak Andra ikut tidak terima.


"Lo kira gue gak tau apa yang lo rencanain untuk Rara? Lo tuh masih bocil yang terlalu banyak maunya!!" Aris melemparkan foto-foto yang di ambil oleh orang suruhan nya untuk menyelidiki Andra.


Pria muda itu melotot tidak percaya melihat foto-foto yang ada di mejanya saat ini. Foto dirinya sedang berkencan dengan seorang wanita, ada foto mereka sedang berpelukan dan berciuman.


"Dan di dalam flashdisk ini ada rekaman pembicaraan lo dengan dia!!" Aris mengeluarkan seringai tajam saat memutar rekaman suara di ponselnya.


Suara Andra dan wanita yang berada di dalam foto-foto itu.


'Kamu harus buat mereka berpisah, berpura-pura lah terus, aku yakin pasti Rara lama-lama akan mempercayai mu, dan kalau kamu bisa menikah dengan Rara, pasti harta kekayaan nya akan jatuh ke dalam tanganmu!!'


'Iya sayang, tenang aja! Aku akan membuat Rara membenci Aris dan kamu bisa mulai mendekati mantan tunangan mu lagi.'


Wajah Andra langsung pucat pasi ketika rekaman itu di putar, dia tidak menyangka rencana yang sudah ia susun matang bisa ketahuan juga.


"Jauhi Rara atau aku akan membawa rekaman ini ke kantor polisi, aku masih memiliki banyak bukti tentang dirimu dan juga wanita jal*ng itu!!"


Bersambung.


Hayo siapa yang tahu wanita yang ada di dalam foto sama Andra??