
Hai, semuanya, maaf tadi othor salah nempel dan pencet ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Kilas Balik / Flashback Nita dan Nathan di masa lalu.
Happy Reading.
Seperti hari-hari sebelumnya, Nita selalu melakukan rutinitas nya di dalam rumah, setelah bangun tidur wanita itu langsung membersihkan diri dan pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan suaminya.
Ini bulan ke Lima Nita menjadi istri Nathan, hari-hari sebelumnya selalu sama, karena Nita belum bekerja dan memang tidak di perbolehkan bekerja oleh Nathan, akhirnya hari-hari wanita itu ia lalui di dalam rumah.
"Hari ini masak tumis kangkung dan sayur asam, pasti Nathan suka," gumam wanita itu membuka kulkasnya karena memang persediaan di dalam kulkas ada bahan-bahan untuk membuat sayur asam dan juga kangkung yang sudah sedikit layu.
Nita ingan kapan membeli kangkung itu, tiga hari yang lalu di tukang sayur keliling area perumahan nya.
Akhirnya Nita mulai membersihkan sayuran dan memotong nya kecil-kecil, menyiapkan bumbu apa saja yang di perlukan untuk memasak. Nita juga berencana menggoreng tempe untuk lauknya nanti.
Waktu masih menunjukkan pukul Lima. Dia masih memiliki banyak waktu untuk membuat masakan itu sampai matang tepat waktu.
Setelah beberapa saat akhirnya Nita sudah mulai menumis bumbu yang tadi sudah ia siapkan.
Bersenandung kecil untuk membuat suasana dapur tidak sepi, Nita sebenarnya tidak terlalu bisa memasak. Tapi setelah menjalani pernikahan dengan Nathan dan dia yang sudah berjanji akan menjalani perannya sebagai istri tentu saja akan ia selalu nikmat hari-harinya sebelum perceraian terjadi.
Mengingat soal perceraian tiba-tiba membuat Nita menjadi terdiam, ada sebuah rasa yang tiba-tiba membuat dada Nita menjadi semakin sesak.
'Kuat Nita! lo pasti kuat! anggap aja lo belajar menjadi seorang istri untuk suami lo selanjutnya, entah siapa itu, yang pasti nanti lo nikah ma dia karena sama-sama saling cinta!' batin Nita.
Nita menghirup napas dalam-dalam dan mengeluarkan nya perlahan. Wanita itu akhirnya meneruskan memasak dengan menambahkan air secukupnya di atas bumbu yang tadi sudah dia tumis.
"Wah wangi banget! masak apa, Ta?" Nathan datang ke dapur karena mencium aroma masakan yang menyeruak di hidungnya.
"Masakan kamu pasti enak, aku aja ketagihan makan di rumah setelah ada kamu, biasanya kalau simbok yang masak tuh kurang bikin seleraku jadi bertambah, tapi kalau yang masak kamu, mood makan ku sekarang jadi nambah dua kali lipat!" ujar Nathan tertawa.
"Huh, dasar ada maunya, sok muji-muji! udah sana mandi dulu, kamu kan harus kerja, setelah selesai mandi pasti semua masakan ku udah mateng!" Nita mendorong Nathan kuat karena pria itu tidak mau beranjak dari tempatnya.
"Mandiin, aku males banget mandi!" Nathan mode manja, membuat Nita memutar bola matanya.
"Ya udah aku siapin air hangat di bathtub, biasanya kalau pagi suka mandi di shower," Nita mematikan kompornya dan menarik lengan Nathan.
"Ah, males, Ta! mandiin ya?" Nita melotot-kan matanya sambil mencubit pinggang Nathan kuat.
"Aduh-duh sakit!"
"Makanya gak usah aneh-aneh dan gak usah macam-macam!!" Nathan merangkul bahu Nita sambil tertawa.
Entah kenapa Nathan sangat suka dengan sikap Nita yang seperti ini, benar-benar perhatian tapi mode galak.
Menggoda istrinya itu juga sekarang menjadi hobi baru Nathan, menurut nya hari-hari yang di lalui bersama Nita sangat lah berkesan.
Nathan tahu Nita adalah wanita yang sangat baik, perhatian dan penuh kasih sayang.
'Seandainya kita bertemu lebih awal, Ta!'
Bersambung.
Sebenarnya Nathan dan Nita udah merasa nyaman saat menjadi suami istri di waktu itu.