My Ex Wife

My Ex Wife
Mantan Terindah



Happy Reading.


Nathan mencium bibir Nita berkali-kali, kemudian beralih ke kening dan di sana Nathan menciumnya lama, menyalurkan segenap rasa cintanya pada Nita.


"Terima kasih, sayang," ujar Nathan menyatukan keningnya dengan kening sang istri.


Kemudian pria itu menjatuhkan tubuhnya di samping Nita, yang sama-sama masih berusaha mengatur napas setelah pergulatan panas mereka.


Nita memiringkan tubuhnya menghadap sang suami yang juga sama-sama menghadap ke arahnya. Nathan menyelipkan rambut Nita ke belakang telinganya, kedua mata mereka saling menatap.


"Sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan sama kamu," ujar Nita memainkan jari telunjuk nya di dada bidang sang suami.


"Memangnya mau bicara apa, sayang? Hem?" Nathan meringis tertahan ketika tangan Nita semakin nakal mengelus perut kotak-kotak nya.


"Ini tentang mantan tercinta kamu, Silvia," Nathan langsung menghentikan tangan Nita dengan cara menangkap nya.


Mendengar ucapan Nita yang mengatakan soal mantan tercinta membuat Nathan tidak suka.


"Jangan bahas dia lagi, sayang," ucap Nathan mencium punggung tangan sang istri, berusaha mengalihkan pembicaraan mereka agar tidak menjurus soal mantan.


"Tapi memang kali ini harus bahas dia, kalau kamu udah move on seharusnya gak masalah donk aku bahas Silvia!"


Nathan mendesah kasar, bukan maksud nya tidak mau membahas soal Silvia karena belum move on, tapi menurut Nathan memang sangat tidak penting membahas soal mantan.


Perasaan Nathan sudah lama berubah untuk Silvia Lima tahun yang lalu, ketika dia menyadari bahwa sebenarnya ia sudah memiliki rasa cinta untuk sang mantan istri.


"Aku gak perlu move on kalau sama dia, emang udah sejak aku nikah sama kamu yang dulu itu perasaan ku udah ke kamu, tapi aku tidak pernah menyadarinya karena Nathan yang dulu itu memang bodoh," jawab Nathan menarik hidup mancung Nita.


"Iihh, Nathan, sakit!" rajuk Nita yang kali ini ingin bicara serius tapi suaminya itu malah mencubit hidung dan kedua pipinya, menarik-narik seakan wajah Nita itu squisy.


"Memangnya ikan paus, yang muncul ke permukaan saat mau hirup oksigen," Nathan terkekeh.


"Nathan!! Aku tuh benar-benar mau diskusi serius sama kamu, tapi kok kamu kek gak mau gitu ya bahas-bahas soal Silvia," Nita memicingkan matanya, membuat Nathan menarik tubuh sang istri dalam dekapan.


"Iya-iya, aku sekarang juga serius dengernya, jadi ada masalah apa antara Rara, Aris dan Silvia?" Nita mendongak menatap wajah sang suami yang saat ini juga tengah menatapnya.


Akhirnya Nita menceritakan semuanya pada Nathan tanpa sisa, dia ingin membantu Rara agar terbebas dari Silvia.


"Kalau menurutku kasih aja uang berapa juta sama Silvia, gak perlu juga harus sampai biayain kemonya dan mengurus Silvia sampai sembuh, ia kalau sembuh! Jadi sepertinya memang Rara perlu bicara sama Aris," ujar Nathan memberikan sedikit solusi.


"Ya, memang sebaiknya seperti itu, mantan kekasihmu itu suka banget berkeliaran di sekitar ku, ya! Kek punya dendam gitu sama aku!" ucap Nita.


"Biarin aja, yang penting kamu gak terpengaruh sama dia, gak usah di ladenin kalau dia ganggu kamu," Nita memberengut kesal.


"Jadi dia boleh gangguin kamu kalau gitu?? Lantas gimana kalau situasi nya di balik! Mantan ku yang datang dan selalu berada di sekitar kamu? Apa kamu juga bakal tenang, apalagi dia tuh mantan terindah!!" sungut Nita kesal.


Entah kenapa kalau menyangkut Silvia membuat Nita benar-benar tidak bisa menahan kemarahannya.


"Mantanmu yang mana? Azam? Dia bakalan bonyok di tanganku kalau berani, hidup dia aja udah bergantung sama aku!" kali ini Nathan yang menjadi kesal karena Nita menyebutkan sola mantan nya.


"Tuh kan, gitu aja marah, belum jadi kenyataan juga udah emosi!"


"Iya-iya maaf sayang, udah gak usah bahas mantan lagi, masa lalu tuh gak perlu di tengok, tinggalin aja dan tetap melangkah maju demi mendapatkan kebahagiaan dan kehidupan yang terbaik, semuanya pasti memiliki masa lalu, tapi kita tidak perlu terbelenggu di dalamnya, kalau bisa di lepas ya lepaskan, kalau masih ganggu ya di tegasin," ujar Nathan.


Bersambung.