
Happy Reading.
Nita dan Nathan terlihat keluar dari dalam kamar mereka dengan penampilan yang sudah sangat rapi. Seperti pasangan muda yang lainnya, Nathan ingin menghabiskan waktu malam Minggu mereka dengan makan malam atau kencan ke suatu tempat yang romantis dengan sang istri.
Dia ingin menebus semua kesalahannya Lima tahun yang lalu yang dulu tidak pernah di lalui dengan segala macam kencan romantis bersama Nita.
"Kakek menyuruh kita ke sana, katanya ada hal penting yang akan di bicarakan dengan kita," ujar Nita setelah melihat pesan dari kakek Abimanyu.
"Ah, lalu gimana dengan kencan kita?" tanya Nathan lesu.
"Bisa besok-besok lagi, sebaiknya sekarang kita ke rumah kakek," jawab Nita.
"Daniel sudah gak ada di sana lagi, kan?" tanya Nathan saat membukakan pintu mobil untuk sang istri.
"Dia sudah kembali ke Singapore untuk mengelola klinik kakek yang ada di sana, karena memang klinik itu sudah di wariskan oleh kakek untuk Daniel dan rumah sakit di Jakarta akan jatuh ke tanganku dan juga Rara," jawab Nita setelah Nathan duduk di bagian kemudi.
"Baguslah, aku jadi lega sekarang," Nita menoleh dan menyipitkan matanya menatap sang suami.
"Maksudnya?"
"Ya, lega karena sebenarnya aku terlalu cemburu dan takut dengan Daniel karena hanya dia pria yang bebas dekat dengan kamu, karena aku tau kamu gak pernah tertarik sama pria yang lain kecuali aku," jawab Nathan tersenyum jahil.
"Iihh, kok kamu bener banget, ya? walau kata-katanya mengandung kepedean yang hakiki!" Nita menusuk-nusuk lengan Nathan.
Pria itu hanya tergelak, Nathan lebih memilih bersyukur bisa membuat Nita selalu bahagia seperti ini. Tentu saja apa yang ia semua ucapkan tentang Daniel dan kepergian pria itu yang telah ikhlas melepas Nita juga karena dirinya.
Sebelum kembalinya Daniel ke Singapore, Daniel menemui Nathan di kantor nya dan mengatakan bahwa mulai saat itu Daniel benar-benar menyerahkan Nita padanya.
Nathan hanya menjawab 'Tentu saja, karena Nita adalah tanggung jawab ku sekarang'
###
Rara melihat pria yang malam ini terlihat begitu tampan dua kali lipat dari biasanya. Aris memakai kemeja berwarna navy dengan bawahan celana jeans warna hitam.
"Udah terpesonanya? Gue tau kalau gue emang ganteng, pasti lo bakal terpesona ama kegantengan gue," Aris mengedipkan sebelah matanya menggoda Rara yang ketahuan sedang memandangnya tanpa berkedip.
"Iihh, pede banget sih, lo!" Aris terkekeh mendengar jawaban sewot dari kekasihnya itu.
Padahal kenyataannya memang Rara terpesona dengan ketampanan yang terpancar dari wajah pria itu dulu waktu pertama kali bertemu di kampus.
Jujur saja, sejak dulu Rara memang menyukai Aris karena pria itu good looking. Selain baik, Aris juga begitu perhatian terhadap nya, memberikan banyak cinta hingga Aris menjelma menjadi sosok lelaki yang sempurna di mata Rara.
Mungkin karena kesempurnaan itulah yang membuat Rara memilih mundur
"Malam ini kamu juga sangat cantik," Rara sedikit tersentak karena wajah Aris berada begitu dekatnya.
"Ehem, udah belajar aku-kamu, ya? Tapi gimana donk, aku lebih terbiasa lo-gue," Rara mengibaskan tangannya di depan wajah untuk mengurangi rasa gugupnya.
Berdekatan dengan Aris sangat tidak baik untuk kesehatan tubuhnya saat ini, gara-gara malam panas yang tidak di ingat oleh Rara itu, tubuhnya selalu meremang saat Aris menjaga jarak dengannya.
"Mungkin sebaiknya memang kita mulai belajar manggil aku-kamu gitu, biar lebih intim dan dekat," ucap Aris mengelus pipi Rara lembut.
Wajah pria itu semakin mendekat mengikis jarak di antara mereka. Rara bisa merasakan hembusan napas Aris dengan wangi mint menerpa hidung dan pipinya, Aris semakin berani karena Rara tidak melakukan perlawanan, pria itu menempelkan bibirnya pada bibir Rara, melihat Rara yang diam saja, Aris membuka bibirnya dan menyesap bibir Rara lembut.
Rara memejamkan matanya sambil membalas ciuman itu, tapi setelah beberapa saat dia mendorong tubuh Aris karena sadar saat ini mereka sedang berada di mana.
"Jangan di sini! ada pak satpam yang bisa lihat kita," ucap Rara menunjuk pos satpam di depan gerbang rumahnya.
Aris menggaruk kepalanya yang tidak gatal, salah tingkah karena ketahuan mencium Rara dan menjadi tontonan gratis oleh dua satpam yang berjaga di rumah wanita itu.
"Ayo kita ke rumah kakek, aku akan memintamu secara baik-baik pada kakek karena beliau wali mu sekarang," ujar Aris menuntut Rara untuk masuk ke dalam mobil.
Jujur saja malam ini Rara merasa sangat gugup karena Aris akan menemui kakek Abimanyu untuk mengatakan rencananya meminang nya.
Bersambung.