My Ex Wife

My Ex Wife
Hanya Menurut Saja



Happy Reading.


Setelah acara makan siangnya bersama sang mantan istri, Nathan langsung melajukan mobilnya ke suatu tempat, bukan kembali ke kantor seperti yang ia katakan pada Nita.


Sambil menyetir, Nathan terlihat menghubungi seseorang.


"Persiapkan semuanya, aku tidak ingin ada sesuatu yang tidak sesuai keinginan, semuanya harus sempurna dan dalam waktu singkat harus tepat!"


"Baik, tuan!" jawab seseorang di sebrang telepon.


Nathan memutuskan panggilannya, dia bergegas untuk segera sampai ke tempat tujuan.


###


Rumah Sakit.


Nita tidak bisa tenang karena mendapatkan pesan dari seorang yang sangat dia kenal dan sedikit menyebalkan kalau sedang bersamanya, tapi akan menjadi orang yang paling baik kalau di hadapan semua orang. Seperti bunglon yang sangat pintar berkamuflase.


Entah kenapa semuanya jadi semakin sulit di mengerti, Nita tidak tahu sebenarnya apa yang terjadi, saat tadi dia menanyakan pada Nathan tentang adanya konspirasi, pria itu tidak menjawab, dan malah memakan makan siangnya dengan sangat lahap.


Tapi entah kenapa melihat pesan yang menurutnya sangat menyentil hatinya, Nita jadi merasa benar-benar ada sesuatu.


Setelah tadi Nathan menginginkan pernikahan mereka di percepat, tiba-tiba dia mendapatkan pesan dari tantenya dan membuat Nita sedikit meradang.


Lilik : Jangan pernah mengganggu Daniel, aku tahu kalau kamu tidak menyukainya, tapi Daniel memang menyukaimu dan dengan caramu yang masih menerimanya di samping mu, bahkan membuatnya seakan memiliki harapan, membuat Daniel tidak bisa melupakan mu, jadi lebih baik kamu tidak usah ikut campur di kehidupan Daniel mulai sekarang. Kau dan Daniel tidak bisa bersama, jadi jangan memberikan celah untuk Daniel mendekatimu lagi, ataukah memang sebenarnya kamu juga mencintai Daniel tapi sedikit gengsi karena kalian sepupu? aku akan membuatnya menikah dengan wanita pilihanku secepatnya, jadi jangan pernah membuat Daniel berpikir sangat menginginkan mu!


Nita memijat pelipisnya setelah membaca pesan yang membuatnya langsung terasa pusing. Kenapa juga tantenya mengatakan kalau dia menerima Daniel dan memberi pria itu celah? Padahal jelas-jelas ia sudah tidak mau bertemu dengan sepupunya itu setelah pulang dari Amerika.


Sebenarnya apa yang di katakan Daniel kepada Mamanya itu. Ah, Nita benar-benar pusing dengan kelakuan anak dan ibu itu.


Tok, tok, tok!


Nita mendengar suara pintu terbuka, berusaha bersikap profesional dan mengangkat kepalanya ketika melihat seorang perawat masuk.


"Dokter, tadi saya mendapatkan perintah untuk memberitahu kepada dokter, katanya Dokter Nita di suruh bersiap-siap," ujar perawat yang ber tag-name Maria itu.


"Bersiap-siap?" cicit Nita.


"Setengah jam lagi anda akan di jemput, jadi tadi saya mendapatkan perintah untuk memberitahu bahwa jam kerja anda sudah selesai," Nita melihat jam di pergelangan tangannya.


"Tapi ini masih jam Lima sore?"


"Ehmm, baiklah," jawab Nita tidak mau menduga-duga.


Sebenarnya dia harus bersiap kemana dan siapa yang akan menjemputnya. Nita tidak ingin di pusingkan oleh semua itu. Dia akan menurut saja pada perkataan perawat senior yang sudah menjadi kepercayaan sang kakek.


Setelah beberapa saat akhirnya Maria kembali dan mengatakan bahwa mobil jemputan untuk Nita sudah menunggu nya di depan rumah sakit.


Dengan langkah lesu, Nita keluar dari dalam ruangan nya dan berjalan mengikuti Maria di belakang. Rumah sakit sudah lenggang karena memang sudah tutup sejak jam 2 tadi untuk umum. Hanya instalasi gawat darurat yang tetap buka 24 jam dan menyisakan beberapa perawat yang berjaga di UGD maupun yang mendapatkan tugas shift.


"Silahkan masuk, dokter!" ucap Maria ketika seorang pria berpakaian rapi khas seragam hitam membukakan pintu bagian belakang.


Nita hanya mengangguk dan masuk kemudian. Dia benar-benar tidak tahu akan di bawa kemana dan bertemu siapa. Tidak ada pesan apapun di ponselnya. Bahkan saat bertanya pada Maria, perawat itu menjawab 'Nanti anda akan tahu sendiri' jadi percuma saja dia bertanya.


Nita bukan orang yang suka merengek meminta penjelasan ketika dia tidak mendapatkan jawaban yang sesuai dengan keinginan nya, alias tidak jelas sama sekali. Jadi lebih baik dia diam dan menurut.


Setelah menempuh perjalanan setengah jam, mobil itu berhenti di sebuah butik. Supir itu kembali membukakan pintu untuk Nita dan dia sudah di sambut oleh seorang gadis cantik berhijab.


"Mari nona, ikut saya masuk ke dalam," ujar gadis itu. Lagi-lagi Nita hanya menurut.


Gadis itu mengarahkan Nita ke sebuah ruangan di mana banyak sekali macam koleksi gaun pengantin, atau kebaya modern.


"Nama saya Ani, saya akan membantu anda memakai kan kebaya yang cocok di tubuh anda, nona, mari silahkan ke ruangan itu," tunjuk gadis bernama Ani ke sebuah kamar yang seperti kamar ganti.


Nita mengangguk saja, toh seandainya dia tanya mungkin gadis itu juga tidak akan mengatakan apa tujuannya.


"Memangnya kenapa aku harus berganti pakaian seperti ini?" akhirnya karena penasaran Nita pun bertanya.


Ani hanya tersenyum. "Nanti anda juga akan tahu, nona," benarkan dugaan Nita. Pasti jawabannya seperti itu.


Akhirnya setelah Ani membantu memakai kan kebaya modern berwarna pink lembut di tubuh Nita, gadis itu juga memoles sedikit make up di wajah cantik Nita.


"Aku sudah seperti model internasional saja," ucap Nita terkekeh.


"Anda lebih cantik daripada model internasional, lihatlah tubuh anda yang lebih indah, nona," jawab Ani membuat Nita tergelak.


"Sudah, nona, mari kita kembali ke dalan mobil dan akan ke tempat di mana tujuan anda," ucap Ani sambil menggandeng tangan Nita.


Bersambung.


mau kemana tuh Nita?