My Ex Wife

My Ex Wife
Kebahagiaan



Happy Reading.


Nathan dan Nita merasa sangat bahagia dengan kelahiran Twins Baby secara normal. Si cantik dan si tampan yang saat ini tengah di gendong oleh Nathan dan juga Rara. Kebahagiaan jelas terpancar dari wajah Nita dan Nathan, tidak henti-hentinya senyum merekah yang nampak di wajah mereka.


"Ganteng banget, sih? Mudah-mudahan calon putraku seganteng Baby Vero, ya?" ujar Rara gemas mencium pipi baby boy yang baru berusia beberapa jam itu. Mengajak bayi yang masih merah itu untuk bicara.


Aris mendekat ke arah sang istri dan melihat keponakannya yang tampan itu.


"Ya jelas ganteng donk calon Baby Boy-ku kan dari bibit unggul, lihat Bapaknya aja udah ganteng gini, apalagi di padu sama istriku yang sangat cantik, nanti gak kalah gantengnya sama Baby Vero," masih suka menyombongkan diri calon Bapak satu ini.


Nathan memutar bola matanya malas, dia memberikan Baby Girl-nya yang sepertinya sudah haus karena memang sudah saatnya di beri ASI.


"Uluh-uluh, Putri bunda udah haus, sini sayang, mimik dulu, ya?" Nita mengambil Putrinya dari dekapan sang Ayah.


"Bre, lo keluar sono, istri gue mau *****-in," ucap Nathan memandang sahabat nya dan menggerakkan dagu ke arah pintu guna menyuruh Aris keluar.


"Yaelah, Bre! Gue gak bakalan ileran juga, udah punya bini yang tiada duanya!" Rara langsung menginjak kaki sang suami yang berbicara asal.


Memang dasarnya dua pria dewasa ini kalau sudah saling melempar candaan tidak tanggung-tanggung, bisa bikin para istri sakit kepala.


"Aduh sayang, kok kaki ku di injak, sih?" Aris mengeluh dengan mode manja.


"Udah sana, nanti kalau gak di gituin bisa drama kalian, biar aku di sini sambil nunggu Baby Vera selesai nyusu," jawab Rara yang juga mengusir Nathan dari ruangan tersebut.


Nita sudah fokus menyusui Baby Girl yang di beri nama Vera putri Gabriel, dan sang putra yang bernama Vero Narendra Gabriel masih terlelap di gendongan tantenya.


"Cucuku!!" pintu kamar terbuka dan terlihat kedua paruh baya masuk ke dalam kamar rawat tersebut yang tidak lain adalah Papa dan Mama mertua Nita.


Keduanya membawa beberapa paper bag berisi buah-buahan dan makanan untuk makan siang. Setelah Nita melahirkan, kedua mertuanya itu juga ikut menjaganya dan baru keluar untuk bertemu dengan klien penting, tapi setelah urusan mereka selesai, mereka berjanji akan kembali lagi menjenguk Nita dan kedua cucunya.


"Mama, Papa, istirahat di rumah saja, udah ada Rara sama bang Aris di sini," ucap Nita.


"Siang Om, Tante!" sapa Rara ketika melihat Sarah berjalan ke arahnya.


"Siang juga, Ra ... sebentar lagi kamu juga memasuki HPL kan? Mudah-mudahan semuanya sehat, ya?"


"Aamiin ... Terima kasih, Tante," jawab Rara tersenyum.


Dia juga sudah tidak sabar ingin segera melihat calon Baby-nya yang di prediksi berjenis kelamin laki-laki.


"Cucu Oma! Sayang, sini ikut Oma, ya?"


Sarah mengambil alih Vero yang tengah di gendong Rara. Ibu dari Nathan itu benar-benar menantikan cucu pertama mereka ini. Selama pernikahan putra semata wayangnya ini, Sarah sangat bersyukur bisa melihat Nathan dan Nita bisa bersama kembali.


Bersatu dalam ikatan pernikahan untuk yang kedua kalinya.


"Sejak dulu, Mama selalu menantikan kehadiran cucu dari mu dan Nathan, nak, ternyata Tuhan mengabulkan doa-doa Mama, kamu tahu sayang, Mamamu menitipkan kamu pada tante waktu itu, karena saat itu Rara sudah menikah, dan putri mereka satu-satunya belum memiliki pendamping, akhirnya kamulah yang di jodohkan dengan Nathan," ujar Sarah mengingat masa lalu.


"Terima kasih, Mama, Papa, Nita sangat beruntung bisa menjadi menantu Papa dan Mama kembali," jawab Nita mengusap air mata yang mengalir di pipinya.


Dia memang sangat bersyukur bisa mendapatkan mertua yang sangat menyayangi nya.


❤️❤️❤️


Seminggu sudah Baby Vero dan Baby Vera lahir di dunia, hari ini baru saja di adakan aqiqah untuk kedua baby Nathan dan Nita tersebut. Banyak tamu yang hadir dalam acara tasyakuran tersebut.


Nathan dan Nita tidak henti-hentinya mendapatkan selamat dari sahabat, keluarga, kolega dan para tamu yang berprofesi sebagai dokter dari rumah sakit.


"Sayang, lihat arah jarum jam 9," bisik Nita pada suaminya.


"Selamat atas kelahiran putra dan putrinya Pak Nathan dan Ibu Nita," ujar sang tamu pria yamg tidak lain adalah Azam.


Mantan kekasih Nita itu menyalami atasan dan juga istrinya, wanita yang dulu pernah ia sia-siakan.


"Terima kasih, Azam," jawab keduanya kompak.


"Bu Nita, ini ada hadiah untuk Twins Baby-nya, selamanya atas kelahirannya, Bu Nita?" ucap seorang wanita yang tadi datang bersama Azam yang tidak lain adalah Firda.


"Terima kasih, Firda," jawab Nathan.


"Terima kasih, ya? Jadi kalian ini beneran ada hubungan, kan?" tanya Nita to the poin sambil menatap keduanya bergantian.


Azam salah tingkah dan Firda menunduk malu-malu.


"Doakan saja, bulan depan rencananya saya mau melamar Firda," Azam yang menjawab.


Nita dan Nathan bisa melihat kalau dua sejoli di hadapannya ini memang tengah kasmaran, tatapan mata mereka memancarkan binar cinta.


"Wah, selamat Azam dan Firda, mudah-mudahan bisa sampai pelaminan dan langgeng pernikahannya," ujar Nita tersenyum lebar.


"Selamat untuk kalian, tapi kalian tahu peraturan perusahaan bukan?" tanya Nathan dan langsung di angguki oleh Azam dan juga Firda.


Nita menoleh ke arah sang suami dan mengerut kan keningnya. "Memangnya peraturan apa?"


"Di perusahaan itu kalau ada karyawan menikah dengan karyawan satu kantor, salah satunya harus resign, jadi tidak boleh ada suami istri yang bekerja satu kantor," jawab Nathan.


"Oh..!"


"Mungkin saya yang akan resign, karena jabatan Azam lebih tinggi dari pada saya," sela Firda.


"Ya memang itu mauku, sayang, kamu di rumah aja gak usah kerja, nanti kamu ngurus anak-anak dan aku kalau di rumah," ujar Azam menatap Firda penuh cinta.


"Eghem-eghem!"


"Duh, yang lagi kasmaran, romantis nya," goda Nita.


Membuat kedua pasangan itu salah tingkah, Nathan sendiri hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku sang istri yang sepertinya senang sekali menggoda Azam dan Firda.


❤️❤️❤️


"Aaaggrrhhhh!!! Huff .... Huff ...."


"Sudah kelihatan kepalanya, Bu! Ayo tarik napas dalam-dalam, dan mengejan lagi!!"


"Ayo sayang, kamu pasti kuat!!" bisik Aris sambil terus menciumi tangan Rara.


"Sakit!! Aku gak kuat, Aris!! Aku gak bisa!!" teriak Rara.


Rambut Aris tidak bisa lepas dari cengkraman tangan Rara, bahkan tangannya sudah penuh cakaran kuku jari istrinya.


"Aku gak mau hamil lagi, besok kamu aja yang hamil!!" Rara masih berteriak sambil mengejan. Sang dokter juga terus memberi instruksi pada Rara meskipun wanita itu tidak bisa diam dan Aris yang menjadi sasarannya.


"Oeekk!! Oekk!!"


"Alhamdulillah, akhirnya aku bebas!" Aris langsung mencium kening Rara yang basah karena keringat. Perasaan lega memenuhi relung jiwanya.