
Happy Reading.
Nita baru saja selesai memeriksa pasien yang baru saja menenggak racun serangga. Seorang anak kecil berusia 4 tahun dan belum tahu apa-apa, tidak sengaja melihat sebuah botol di dekat gudang dan meminumnya.
"Ah, untung saja gadis kecil itu selamat," ujar Nita lega.
"Iya, dok! Untung saja orang tuanya belum terlambat membawa anak mereka ke rumah sakit, racun tikus loh dok! Bahaya banget, kan?" ucap perawat yang bernama Ani. Perawat yang tadi ikut bersama Nita memeriksa pasien keracunan obat serangga itu.
Nita masuk ke dalam ruangannya, melihat jam di pergelangan tangan nya sudah menunjukkan pukul 2 siang. "Ani, makan siang dulu yuk, nanti biar di gantiin sama Dokter Alya, kita belum makan siang," ujar Nita.
"Oke, dok! Siap! Aku hubungi Dokter Alya dulu, biar gantiin jaga di poli umum," jawab Ani tersenyum senang.
Perawat satu itu memang sangat ceria, ulet dalam bekerja. Ani baru saja bekerja di rumah sakit itu beberapa bulan. Di usianya yang masih sangat muda ternyata kehidupan Ani menjadi tulang punggung keluarga nya membuat Nita sedikit merasa kasian terhadap gadis tersebut.
Ting!
Satu pesan masuk dari Nathan.
'Sayang, nanti aku pulang malam karena harus lembur, maaf tidak bisa jemput. Aku sudah nyuruh sopir buat jemput kamu, i miss u so much!'
Nita tersenyum setelah membaca pesan dari suaminya. Nathan rajin sekali mengirimkan pesan seharian ini hampir setiap satu jam sekali. Tentu saja di akhiri dengan kalimat 'i miss u so much' di akhir.
"Dasar Nathan! Belum ada sepuluh jam pisah tapi udah ngaku kangen berpuluh-puluh kali!" gumam Nita tersenyum.
####
Malam itu, akhirnya Nathan kembali ke rumah ketika jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Nathan terpaksa harus lembur karena telah menunda beberapa rapat dan juga bertemu dengan klien penting.
Nathan membuka pintu mobil dan langsung menutup nya, dia sudah tidak sabar bertemu dengan sang istri yang sudah tahu bahwa hari ini akan pulang malam.
"Nathan!!"
Nathan menghentikan langkahnya ketika mendengar seseorang memanggilnya.
"Nathan, aku ingin bicara!" pria itu membalikkan tubuhnya dan sedikit terkejut melihat penampilan wanita dihadapan nya saat ini.
"Silvia? Kenapa kamu bisa di sini?" Nathan sangat terkejut melihat penampilan wanita yang pernah menjadi masa lalunya itu.
"Aku-aku mengikuti mu, maaf Nathan!" jawab Silvia menahan getar di bibirnya.
Ada rasa takut yang menyusup ke dalam hati, takut akan kemarahan Nathan karena lancang mengikuti pria itu pulang ke rumah, rumah yang belum pernah ia datangi sama sekali.
Rumah yang di kabarkan bahwa itu adalah tempat tinggal Nathan bersama Nita dulu sewaktu masih menjadi suami istri.
"Ck, apa tujuan mu mengikuti ku? Bukankah sudah ku perjelas, kalau sebaiknya kita tidak usah bertemu lagi, urusan kita sudah selesai, aku sudah menikah dan jangan ganggu kehidupan pernikahan ku dengan Nita!" ujar Nathan tegas.
Silvia bisa melihat kemarahan pria itu dari tatapan matanya, ia tidak pernah menyangka bahwa Nathan akan sebenci itu terhadap nya.
Silvia tahu bahwa semua itu adalah kesalahannya, Nathan sangat kecewa terhadapnya, tapi di sisi lain karena memang hati Nathan sudah terjerat oleh cinta Nita. Silvia tahu semuanya.
"Aku-aku ingin meminta bantuan mu, aku butuh kamu, Nathan, please!!" ujar Silvia memohon.
"Silvia, apakah bantuan ku selama ini sangat kurang? Aku menghabiskan seperempat gajiku untuk pengobatan mu, bahkan sebelum kita putus, aku memberikan apapun yang kamu mau, lalu sekarang kamu masih ingin bantuan ku?"
"Nathan, sakitku semakin parah, aku harus melakukan kemoterapi dengan biaya yang tidak sedikit, sedangkan uangku sudah hampir habis karena tidak bekerja selama beberapa bulan, aku hanya ingin meminjam uangmu untuk berobat," ucap Silvia mengiba, bahkan saat ini dia sudah berlutut di hadapan Nathan.
"Pak Bokir!!"
"Iya, tuan!" seorang satpam mendatangi Nathan dan langsung menunduk hormat.
"Tolong antarkan nona ini kembali ke rumahnya," ujar Nathan.
"Baik, tuan!"
"Nathan! Tolonglah!!" Silvia meronta ketika Pak Bokir akan menarik tangannya.
"Kalau kamu mau pinjam uangku, kamu harus izin dengan istriku, karena sekarang semua gajiku sudah ku serahkan pada Nita, dia yang memegang kendali keuangan, jadi kalau kamu mau minta tolong, ayo masuk ke dalam dan bicaralah pada istriku!"
Bersambung.