My Ex Wife

My Ex Wife
Kontraksi



Happy Reading.


Nita masih terus melanjutkan gosipnya perihal Azam dan juga Firda, wanita yang tengah hamil itu merasa ini suatu kabar yang membahagiakan karena mantan kekasihnya akhirnya bisa move on darinya.


"Jadi tuh aku gak sengaja denger kalau Azam ngomong sama Firda kalau dia mau ngajakin cewek itu makan malam pas weekend nanti, tapi Firda belum ngasih jawaban, nah di situ Azam mulai memegang tangan Firda kek gini," Nita mempraktikkan dengan mengambil tangan Nathan kemudian di genggam nya.


"Ck, udah deh yank, gak usah bahas mereka, biarin aja kalau emang mereka mau ada hubungan, kan Azam juga udah tua, akhirnya dia bisa dapat cewek sebaik Firda," ucap Nathan menyela cerita sang istri.


"Ish, kamu nyebelin banget, sih! Aku kan seneng gitu lihat Azam udah bisa dapet cewek baik, pengen aja cerita dengan apa yang aku lihat di kantor," Nita melengos.


Nathan benar-benar merubah moodnya yang sedang asyik bergosip ria, tapi kesenangannya di potong begitu saja oleh sang suami.


"Kenapa juga harus cerita tentang Azam, kamu masih ada rasa sama dia?" Nita melotot ketika mendengar ucapan suaminya.


"Siapa yang masih ada rasa?? Aku tuh cuma ikut seneng, dan itu gak ada hubungannya dengan rasa apa-apa, ih kok Nathan jadi nyebelin banget, sih!!" mode bumil ngambek dan calon Ayah yang cemburuan mulai atraksi.


Rara dan Aris melihat situasi nya sudah tidak enak akhirnya memutuskan untuk pulang.


"Emmm.. Nit, Nat, kita balik ke rumah dulu, udah sore juga gak baik buat bumil, yuk yank!" Aris langsung menarik tangan Rara lembut untuk segera keluar dari rumah tersebut meskipun sang empunya rumah belum menjawab ucapan mereka.


"Haduh, dasar pasangan labil!" gerutu Aris. Rata hanya tersenyum menanggapi sang suami.


Mereka saat ini sudah berada di dalam mobil perjalanan pulang ke rumah Rara. Yah, mereka memang masih tinggal di rumah yang cukup besar itu karena memang Rara tidak mau di ajak pindah ke rumah sang suami.


Padahal Aris sudah punya rumah sendiri dan juga sebuah apartemen mewah yang saat ini ia sewakan. Lumayan bisa buat penghasilan, kata Rara waktu itu. Rara yang menawarkan apartemen sang suami pada sahabatnya untuk di sewa bulanan.


Meskipun awalnya Aris menolak, tapi akhirnya dia luluh juga oleh bujuk rayu istrinya tercinta.


"Kalau mereka pasangan labil, terus kita pasangan apa?" tanya Rara akhirnya setelah dia diam beberapa menit.


Aris menoleh ke arah sang istri kemudian mencubit pipi tembeb Rara. "Kamu masih tanya kita ini pasangan apa, yank?" Aris terkekeh.


"Kita kan, pasangan paling romantis sepanjang masa!" Rara ingin memutar bola matanya jengah mendengar jawaban suaminya itu.


"Dasar somplak!"


❤️❤️❤️


Hari demi hari berlalu begitu cepat, tidak terasa usia kandungan Rara dan Nita sudah sama-sama memasuki usia 9 bulan. Hari perkiraan lahir Nita bahkan seminggu lagi, tapi Nathan malah sedang sibuk-sibuknya bekerja.


Banyak tawaran kerja sama dengan perusahaan milik Nathan, bahkan dari luar negeri juga banyak tawaran yang sangat menggiurkan. Perkembangan nya benar-benar maju pesat, bahkan sudah bisa bersaing dengan perusahaan besar di Indonesia saat ini. Nathan benar-benar kualahan dan tidak bisa istirahat dengan baik.


Mungkinkah ini yang di namakan rezeki dari seorang istri yang selalu mendoakan suaminya?


Tapi karena hal itu pula Nathan jadi sering lembur dan tidak bisa memperhatikan Nita semaksimal mungkin. Ya, meskipun masih perhatian, tapi mungkin tidak seperti dulu yang masih memiliki waktu luang yang cukup banyak untuk sang istri.


"Aduh, kenapa perutku mules terus, nyeri banget ini!" gumam Nita gelisah. Sejak semalaman dia merasa perutnya yang seperti kontraksi, bolak balik ke kamar mandi dan juga terkadang terasa sangat sakit. Sekarang masih jam 3 pagi, tapi Nita sama sekali tidak bisa tidur.


"Awww! sakit banget!" Nita merintih sambil menatap suaminya yang tidur begitu lelap di sampingnya.


Nathan terlihat sangat lelah, bahkan raut wajahnya saat tidur seperti ini sudah terlihat begitu lelap dan nyaman. Nita benar-benar tidak tega untuk membangunkan nya.


Nathan terbangun ketika mendengar rintihan Nita yang sejak tadi mengusik tidurnya.


"Sayang? kamu kenapa? apa perutnya sakit?" Nathan langsung bangkit duduk dan mengelus sang istri. "Aaawwwk!!" Nathan semakin panik ketika melihat Nita berteriak seperti itu.


"Ayo kita ke rumah sakit, sayang!" Nathan langsung bangkit dan menggendong Nita untuk di bawa ke rumah sakit.


"Bik Sum!! tolong bawa barang-barang Nyonya yang ada di tas warna pink! Pak Sobri!! tolong siapkan mobil!!" teriak Nathan.


"Baik tuan!"


Bik Sum yang memang sudah bangun langsung bergegas menuju kamar majikannya dan menyiapkan barang-barang keperluan Nita yang memang sepertinya akan lahiran.


Nathan memang sangat panik, tapi dia tidak boleh terlihat gelisah karena biar bagaimanapun dia sudah sangat mempersiapkan dirinya untuk menghadapi kelahiran sang istri.


❤️❤️❤️


"Tarik nafas dalam-dalam sayang!!" ucap Nathan ikut memberikan instruksi pada sang istri. Tangannya terus menggenggam tangan Nita sejak tadi untuk memberikan dukungan.


Nita sudah pembukaan sepuluh dan sekarang sudah mulai mengejan karena baby2-nya akan segera lahir. Nita benar-benar terlihat sangat kuat, dengan beberapa kali mengejan akhirnya terdengar suara bayi yang menggema di ruangan ini.


"Oeekk! Oeekk!'


setelah beberapa menit terdengar suara tangisan yang kedua.


"Sayang, putra-putri kita sudah lahir!" seru Nathan meneteskan air matanya. Dia benar-benar terharu sudah bisa melewati semua ini dengan ketegangan yang luar biasa.


Nathan langsung mendekap baby2nya setelah di bersihkan dan mengadzani nya, selagi Nita juga masih di beri penanganan oleh dokter dan perawat.


Kedua orang tua Nathan juga sudah di perjalanan menuju rumah sakit setelah di beri kabar kalau menantunya melahirkan.


"Sayang, kenapa semua mirip sekali sama kamu!" ujar Nita saat sudah selesai di pindahkan di ruang perawatan dan saat ini tengah memberikan sang putra Asi.


"Iya donk, harus seperti aku, kan yang udah berusaha nyetak bibitnya aku," Nathan benar-benar merasa sangat bahagia.


"Iih, aku kan yang udah ngandung dan juga lahirin, tapi kenapa gak mirip aku aja, sih? ntar dedek gak percaya kalau aku Mamanya, gimana?" Nita mengerucut kan bibirnya.


"Ya gak lah, kamu adalah Mama yang hebat, pasti dedek bangga banget punya Mama yang tangguh seperti kamu, sayang."


"Namanya siapa?" tanya Nita. "Kalau aku belum kepikiran," lanjutnya.


"Ehhmmm...."


Bersambung.


Anak Nita dan Nathan kembar kan?


Hayo siapa nama putra-putri Nathan dan Nita, ada yang mau kasih saran gak akak reader??🥰