
Happy Reading.
Nita mendengus kesal, melihat Nathan yang juga ikut memesan bakso dan duduk santai di sampingnya.
Kenapa juga sang mantan selalu ada di mana-mana, tidak mungkin kan kalau mereka jodoh, di pertemukan terus menerus dengan tidak sengaja, seperti kata-kata orang 'wah kita ketemu terus, ya, itu artinya kita berjodoh!' nyatanya memang mereka tidak berjodoh. Catat itu Nita.
Sedangkan Nathan tersenyum lebar ketika melihat kedua pasangan didepannya yang ia tahu adalah sahabat Nita pada waktu SMA.
Tentu saja Nathan tahu, karena Rara yang mengatakannya.
"Aku Nathan, sahabat Nita, sekaligus mantan suaminya," ucap Nathan memperkenalkan diri pada Revan dan Ara yang duduk di hadapannya itu.
Kedua pasangan suami istri itu langsung menyambut uluran tangan dari Nathan, meskipun mereka merasa sedikit terkejut karena pengakuan Nathan tersebut.
Karena sejujurnya kedua pasangan itu belum pernah melihat secara langsung suami Nita, karena saat itu keduanya tinggal di luar negeri.
Revan dan Nathan akhirnya asik berbincang sendiri karena saling memperkenalkan bisnis mereka, sedangkan Ara memandang Nita tersenyum penuh arti dengan kehadiran mantan suami Nita tersebut.
Nita hanya diam sambil memakan kuah baksonya, tidak lupa memberi tambahan dua sendok sambal full sesendok.
"Gimana ceritanya kalian bisa cerai? padahal sepertinya gak ada masalah, kan? nyatanya sampai sekarang kalian masih berteman?" tanya Revan penasaran.
Nita malas tidak menjawab, buat apa dia yang jawab, bukankah perceraian itu bukan keinginannya.
"Dulu gue masih labil, secara masih 23 tahun, umur segitu masih belum bisa memahami perasaan, jadi ya gitu, kita pisah baik-baik, kok, iya kan Ta?"
"Bangga banget, sih," sindir Nita sambil memasukan potongan bakso pedas ke mulutnya.
"Ya, gak gitu, Nit, semuanya itu udah di gariskan oleh yang maha kuasa, mungkin proses hubungan kita memang harus seperti ini," ucap Nathan tenang.
Revan dan Ara merasa tidak enak setelah menanyakannya hal yang sedikit tidak patut itu. Revan mengira kalau hubungan Nita dan Nathan masih baik-baik saja, tapi sepertinya Nita merasa tidak nyaman dengan kehadiran Nathan.
###
Rara mempersiapkan segala sesuatu untuk bertemu dengan kliennya hari ini. Yah, sepasang calon pengantin yang akan menggunakan jasa butiknya untuk membuatkan baju seragam untuk mereka.
Rencananya nanti, Rara harus membuat 15 set seragam untuk para wanita, dan 10 set untuk pria, tentunya di tambah pakaian kedua mempelai. Mereka meminta model gamis modern dan setelan untuk pria dengan warna yang sama dengan gamisnya.
Butik milik Rara sudah cukup terkenal di kalangan orang-orang hebat, dia juga aktif memamerkan rancangannya di sosial media, dan juga memanfaatkan situasi online shop untuk masarkan pakaian yang di buat oleh Rara sendiri di bantu oleh dua pegawainya, dan satu sahabatnya yang juga ikut menuangkan ide-idenya ketika Rara kehabisan ide rancangan.
"Selamat siang, silahkan masuk Nona Nana dan Bapak Aris," ucap Rara ketika melihat kedua calon pengantin itu datang ke butiknya.
"Hahaha, baiklah, Nana dan Bapak Aris?" Rara menatap calon mempelai pria yang juga sejak tadi menatap Rara tanpa berkedip.
"Rara?"
"A-aris?"
###
"Ta, tunggu donk!" seru Nathan mengejar langkah Nita yang lebar. Sebenarnya bukan kakinya yang panjang tetapi karena Nita sedikit berlari hingga Nathan kualahan untuk mengejar.
"Apa sih, Than! gak ada kerjaan aja, kenapa nyusul aku?"
"Pengen aja, emang kamu mau kemana?" tanya Nathan yang kini sudah berjalan sejajar dengan Nita.
Wanita itu tidak menjawab, dia hanya tersenyum ketika melihat pemandangan di depannya saat ini.
Nathan juga bisa melihat sebuah danau buatan di taman kota yang sedikit ramai di hari Minggu seperti ini.
"Kamu suka sama danau seperti ini?" tanya Nathan.
"Ya, dulu ketika aku pusing sama tugas sekolah, biasanya langsung kesini buat tenangin otak," jawab Nita tersenyum mengingat masa lalu.
"Apa benar dulu Azam mantan pacar kamu?" tanya Nathan menoleh menatap Nita dari samping.
Nita hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
"Jujur, aku cemburu, Ta!" Nita langsung menoleh.
"Maksudnya?"
"Ya, aku cemburu karena Azam yang tidak lain adalah asisten pribadi ku, pernah jadi kekasihmu, bahkan namanya juga pasti pernah tersimpan di hatimu!" jawab Nathan yang kali ini menatap ke depan.
"Bukankah kamu juga pernah, bahkan posisinya lebih tinggi di bandingkan dengan Azam, kalau kamu cemburu sekarang salah besar, karena dulu nama kamu juga pernah ada di hatiku, tapi tidak sekarang! bahkan aku tidak berfikir untuk membina hubungan apapun dengan seorang pria apalagi untuk menikah!"
Bersambung.
Kalau dapat komentar dan like banyak, aku up 1 lagi untuk hari ini 🥰🥰