My Ex Wife

My Ex Wife
Bucin



Maaf karena kemarin ada kesalahan othor saat nyalin naskah😭 lagi gak konsentrasi pas masuk.


Jadi salah lapak juga🥲


Bagi yang belum baca kemarin udah aku ganti isi bab nya ya, coba baca lagi bagi yang belum baca.


Oke sekarang kita back ke cerita Nita & Nathan, Rara & Aris.


Insya Allah mulai Senin depan othor mau crazy up.


😽😽😽😽


Happy Reading.


Nita baru saja selesai melakukan visit ke beberapa pasien. Setelah ini dia akan istirahat sejenak untuk makan siang. Rasanya sungguh melelahkan ketika harus mengurus soal resepsi pernikahannya yang kedua ini.


Bagi Nita tidak perlu repot-repot lagi untuk mengadakan pesta resepsi yang meriah. Mengadakan syukuran saja menurut nya sudah cukup, tapi kakek dan suaminya merengek meminta di adakan pesta resepsi padahal ini hanya pernikahan kedua mereka.


Tok, tok, tok!


Suara pintu ruangan Nita di ketuk, wanita itu mendongak kan wajahnya menatap siapa yang masuk ke dalam untuk mencarinya.


"Nathan? Kok bisa kesini?" seru Nita melihat suaminya tiba-tiba datang ke rumah sakit.


"Kok gitu amat sambutan untuk suami tercinta nya?" ucap Nathan berjualan ke arah sang istri yang menyambutnya dengan pelukan.


"Ya habisnya kamu ngagetin aku tiba-tiba datang, kenapa gak nelepon atau chat dulu kalau mau ke sini?"


"Maunya, kan buat kejutan," jawab Nathan mencium bibir Nita sekilas.


"Oke, aku berhasil terkejut," Nita terkekeh kala Nathan menarik pinggang nya dan mencium seluruh wajahnya.


"Aku sangat merindukanmu," ujar Nathan mengagumi wajah sang istri.


"Aku juga, tapi sekarang aku sangat lapar, kita makan siang yuk?" rengek Nita bergelanyut manja di leher Nathan.


Membuat pria itu gemas dan mengecup bibir Nita berkali-kali.


"Aku ke sini emang mau ngajak kamu makan siang, ada pembukaan restoran baru milik temanku yang kebetulan letaknya di area sini, deket sama rumah sakit, katanya dia ngundang kita untuk pembukaan perdana restoran nya," ujar Nathan.


"Oke deh, aku siap-siap dulu, tapi gak bisa lama juga, karena masih ada beberapa pasien yang harus aku kunjungi," jawab Nita segera melepaskan diri dari suaminya.


Mengambil ponsel dan tasnya yang berada di atas meja, kemudian menarik lengan Nathan untuk segera berjalan keluar dari ruangan tersebut.


Mungkin mereka yang baru tahu hubungan Nathan dan Nita hanya sebatas hubungan sepasang kekasih.


"Siang Dokter Nita,," sapa seorang dokter pria muda yang tampak sedikit tampan di mata Nathan.


"Pagi juga dokter Wisnu," balas Nita.


Nathan memeluk Nita dari samping dan melirik Dokter yang bernama Wisnu tadi, seakan mengatakan bahwa wanita itu sudah ada pemiliknya.


Dokter Wisnu hanya tersenyum simpul sambil berjalan melalui kedua pasangan itu.


"Ternyata kamu cukup terkenal juga ya," bisik Nathan terdengar tidak suka.


"Aku bukan cuma terkenal, setelah rapat pertemuan para ketua direksi rumah sakit Medikal Center dan jabatan ku di naikkan menjadi kepala rumah sakit, tentu saja sebagian besar dokter yang bekerja di sini tahu siapa aku," jawab Nita.


"Hemm,, sepertinya aku harus segera mengumumkan pernikahan kita, sayang," ujar Nathan.


Nita merotasikan bola matanya, seperti nya suaminya itu jadi semakin posesif saja.


"Terserah kamu, aku sebagai istri hanya bisa nurut, kan?"


Nathan menarik pinggang sang istri dan memberi ciuman di kedua pipinya. "Eh, Nathan!! Jangan gini, malu di liatin orang!" Nita mendorong tubuh Nathan dan segera berjalan cepat keluar rumah sakit.


Nathan tersenyum lebar melihat tingkah istrinya itu, sungguh dia benar-benar merasa sangat bersyukur bisa kembali lagi rujuk dengan Nita.


Cinta Nita yang begitu tulus mampu membuatnya mempertahankan rasa cinta di hatinya. Selama Lima tahun ini Nathan tidak pernah berhenti memikirkan Nita meskipun di sampingnya sudah ada Silvia waktu itu.


Jujur meskipun dia dan Silvia masih menjalin hubungan, tapi di hati Nathan perasaannya terhadap Nita lebih besar.


Ponsel Nathan berdering, pria itu mengambil ponselnya dan melihat nama 'Ayu' tertera di layar.


Nita sudah berdiri di samping pintu mobil milik sang suami, bersedekap dada sambil menatap Nathan yang berjalan kearahnya sambil menerima telepon dari seseorang.


"Apa? Silvia kolaps?"


Nita terkejut ketika Nathan menyebut nama Silvia.


"Seharusnya kamu tidak menelepon ku, Ayu! Aku sudah tidak mau berhubungan dengan Silvia lagi!"


Bersambung.


Udah mulai masuk konflik ya