
Happy Reading.
Nita membuka matanya perlahan, ia pun mengerjab sesekali, menetralkan cahaya yang masuk ke dalam retina matanya. Bukan cahaya dari lampu, tetapi sinar itu seperti berasal dari cahaya matahari yang masuk melalui celah jendela di tempat itu.
'Aku di mana?' batin Nita.
Merasa dia sedang tidak berada di kamarnya, langit-langitnya terasa sedikit asing, membuat wanita itu memejamkan matanya kembali.
Berusaha mengumpulkan kembali kesadaran dan ingatannya, sepertinya dia ingat kalau kemarin sore ada yang menjemputnya dan membawanya ke sebuah butik. Setelah salah seorang pegawai butik itu memakaikannya sebuah kebaya dan juga memoles make up di wajahnya, mereka kemudian pergi ke rumah yang dulu pernah ia tempati saat menjadi istrinya Nathan.
Mengingat soal Nathan, tadi malam pria itu mengucapkan kembali ijab qobul di hadapan kakek, Rara, kedua orang tuanya dan kedua orang dari kantor pengadilan agama, tapi benarkah malam itu mereka sudah menikah kembali? lalu sekarang ia ada di mana?
Nita merasakan sebuah hembusan nafas hangat mengenai pucuk kepalanya.
Deg!
Refleks wanita itu langsung menoleh ke arah kanan dan langsung membulatkan matanya.
"Nathan!!' pekik Nita terkejut.
Melihat Nathan yang tidur damai di sampingnya dan tidak memakai baju. Jantung Nita seakan lompat dari tempatnya.
"Ehm,, kamu udah bangun, sayang?" gumam Nathan dengan mata yang masih tertutup.
Seakan semua ini adalah tindakan yang benar.
"Ke-kenapa kamu ada di sini?! kenapa kita tidur seranjang?" tanya Nita sedikit takut. Sedikit menggeser tubuhnya ke samping.
"Apa kamu lupa, sayang?" gumam Nathan kembali, masih memejamkan mata.
Nita benar-benar merasa takut dengan situasi ini, bagaimana kalau nanti ada orang yang melihat mereka berdua di dalam kamar dan satu ranjang.
Diapun langsung berusaha bangun dan menjauhkan tubuhnya dari Nathan, ingin segera lari dari atas tempat tidur itu, tapi Nathan langsung menahan lengannya agar Nita tidak pergi.
"Kenapa pergi? di sini dulu, aku masih ingin tidur sambil meluk kamu," ucap Nathan yang kali ini sudah membuka kedua matanya.
Kedua bola mata Nita membulat sempurna mendengar kata-kata Nathan, apa tadi ia bilang? tidur sambil meluk? yang benar saja!
Nita merasa gerah sendiri. "Nathan, kenapa kamu-kamu jadi seperti ini, sih? kita gak boleh tidur seranjang!"
"Kenapa gak boleh? kita kan udah halal," ucap Nathan.
"Apa?? halal?!" seru Nita.
'Jadi kejadian itu bukan mimpi dan sekarang Nathan udah resmi jadi suami ku?' batin Nita.
Nathan mengecup bibir Nita sekilas, kemudian ia memeluk tubuh Nita dan menutup matanya kembali, sepertinya memang Nathan terlihat sangat lelah.
Tapi hanya dalam batinnya saja, dia tidak mau kalau harus mengucapkan kata-kata itu di hadapan pria ini.
'Mungkin memang dia masih mengantuk, sebaiknya aku harus segera keluar dari dalam kamar, otakku masih belum bisa mencerna semua ini!' batin Nita.
Setelah mendengar suara dengkuran halus, Nita baru bisa melepas pelukan pria itu dari pinggangnya.
Dengan terburu-buru Nita masuk ke dalam kamar mandi, Nita berjalan ke arah cermin yang ada di dalam kamar mandi itu, dia sudah memakai pakaian tidur, siapa yang menggantikan kebayanya tadi malam?
Wanita itu tidak mau berpikir lebih jauh, sebaiknya dia cepat-cepat mencuci muka dan menggosok gigi.
Setelah kegiatan yang di kamar mandi selesai, Nita memutuskan untuk keluar kamar. Melewati Nathan yang masih terlelap dalam tidurnya.
Nita melihat sekeliling, tampak bangunan rumah itu tidak ada yang berubah, masih sama seperti Lima tahun lalu. Ya, kini dia yakin kalau saat ini dirinya sedang berada di rumah lama yang dulu pernah di tempati olehnya dan Nathan saat masih menjadi suami istri.
Rumah yang beberapa waktu yang lalu pernah ia datangi, semuanya nampak masih sama seperti dulu. Tidak ada yang berubah, tapi Nita bisa melihat kalai rumah itu sangat terawat, seakan ada orang yang menghuni nya.
Nita memutuskan turun ke lantai bawah, dia merasa haus dan tenggorokannya terasa sangat kering.
"Selamat pagi Nyonya Nita, saya Bik Sum, asisten rumah tangga di rumah ini," sapa seorang wanita paruh baya di lantai bawah sambil membawa kemoceng.
"Oh, Bik Sum,, ehmm saya mau tanya, apakah di rumah ini ada orang lain, selain Bik Sum dan Nathan?" tanya Nita to the point.
Mumpung ada orang yang bisa ia mintai keterangan. "Kalau sekarang cuma ada saya dan tukang kebun Nyah, di depan ada dua satpam yang jaga," jawab Bik Sum tersenyum ramah.
"Ehm,, keluarga Nathan ada yang tinggal di sini?" Bik Sum menggeleng.
"Kalau keluarga besar tidak ada Nyah, cuma terkadang Tuan Nathan nginep di sini," jawab perempuan paruh baya tersebut.
Nita mengangguk-angguk. "Jadi tadi malem itu beneran aku dan Nathan udah nikah lagi, Bik?" tanya Nita.
Bik Sum sedikit terkejut, tapi setelah itu diapun mengerti karena tadi malam memang Nita pingsan saat Nathan selesai mengucapkan ijab qobul dan Bik Sum termasuk orang yang ikut membantu Nathan mengganti pakaian nya.
"Iya Nyah, tadi malam kan Nyonya Nita pingsan, saya yang ikut bantuin Nyonya ganti pakaian, semua orang panik saat Nyonya tiba-tiba tidak sadarkan diri," jawab Bik Sum membuat Nita semakin lega.
Secara tidak langsung dia tahu siapa yang menggantikan pakainya dengan baju tidur sekarang.
"Aku mau ambil minum dulu bik," ucap Nita.
"Saya ambilkan, Nyah?"
"Gak usah, bik, biar aku saja," jawab Nita langsung berjalan menuju ke dapur untuk mengambil air minum dingin.
'Masa sih sekarang aku udah jadi istrinya Nathan?'
Bersambung.