My Ex Wife

My Ex Wife
Merajuk



Happy Reading.


Nita merasa sedikit bersalah ketika melihat sang suami yang menunggunya terlalu lama. Wanita yang tengah hamil muda itu baru saja selesai melakukan pemeriksaan dan visit ke beberapa pasien yang memang sudah di jadwalkan harus di kunjungi. Tapi seharusnya itu bukan tugasnya melainkan tugas dokter Reo, berhubung Dokter Reo mengabari bahwa tidak bisa berangkat shift di karenakan istrinya yang terjatuh dari motor, sehingga membuat Nita menggantikan nya terlebih dahulu sebelum dokter Koas datang.


Padahal jam sudah menunjukkan pukul setengah 6 sore dan Nathan sudah menjemputnya sejak jam setengah empat. Biasanya Nita sudah selesai jam kerja pada waktu pukul 3 sore.


"Sayang, jangan cemberut! Aku kan gak enak sama dokter Reo, istrinya sakit, jadi dia harus ngrawat istrinya," ujar Nita dengan jurus puppy eyes nya. Berharap Nathan mengubah mimik wajahnya menjadi sedikit lembut.


"Bukannya istri dokter Reo juga seorang dokter, ya? Apa gak ada yang bisa ngrawat istrinya?" ucap Nathan masih dingin dan datar.


Sebenarnya dia tidak marah dengan sang istri karena harus menunggunya hampir dua jam di ruangan Nita, sendirian pula. Tapi Nathan tidak suka istrinya menggantikan posisi dokter Reno yang seharusnya berjaga tersebut harus meminta tolong pada sang istri.


Bukankah masih banyak dokter lain yang bisa di mintai tolong? Nathan tidak habis pikir.


"Istri dokter Reo kecelakaan terjatuh dari motor, mungkin karena agak parah jadinya dokter Seila harus di rawat intensif." Jelas Nita berusaha agar suaminya tidak marah lagi padanya.


Nita tahu kalau Nathan pasti kesal dengannya, tapi kalau harus di jutekin seperti ini, tentu saja Nita lama-lama juga ikut kesal.


Setelah beberapa saat mereka sampai di rumah. Nathan mendesah pelan ketika melihat Nita yang keluar lebih dulu dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah, tanpa menunggu Nathan.


"Sepertinya sudah giliran dia yang merajuk," gumam Nathan menggelengkan kepalanya.


Ternyata ingin marah dan kesal terhadap Nita sangat susah, dia tidak akan betah kalau istrinya itu marah. Alhasil sekarang dia yang harus membujuk Nita yang sudah berubah moodnya.


♥️♥️♥️


Tadi istrinya itu langsung membersihkan diri dan rebahan sambil menunggu makan malam yang baru di siapkan oleh Bik Sum.


"Ih, aku lagi gerah, jangan peluk-peluk!" ternyata Nita beneran marah. Batin Nathan gemas.


"Kalau gitu aku bantu bukain ya, bajunya," Nita langsung bangkit karena tidak mau suaminya membuka baju yang nantinya bakal membuat mereka telat makan malam.


"Udah deh, yank marahnya, tadi kan aku cuma kesal karena kamu gantiin jaga si Reo-reo itu!" Nathan ikut duduk dan menarik tangan sang istri lembut.


"Ya aku kan gak enak sama dokter Reo, nanti dikira aku gak mau bantu dia, padahal selama ini dokter Reo juga udah sering nolong aku," ucap Nita menatap wajah suaminya sendu.


Natha yang melihat Nita nampak serius dan berkaca-kaca menjadi tidak tega.


"Aku minta maaf, tadi sempet kesal sama kamu, aku cuma gak mau kamu kecapekan, ini juga si boy udah aktif gerak, kamu jangan sampai kelelahan, ya?" ucap Nathan menyentuh perut Nita yang sudah mulai terlihat buncit.


Saat ini usia kandungan Nita suda mencapai dua puluh empat minggu atau jalan Enam bulan, membuat Nathan semakin tidak tega melihat kondisi sang istri yang harus bekerja lembur seperti tadi.


"Iya, sayang! Aku paham kok bagaimana kondisi tubuhku, kalau emang udah gak kuat pasti aku akan mengantisipasinya," jawab Nita tersenyum lebar.


Nathan yang gemas dengan sang istri langsung mencium bibir Nita bertubi-tubi dan yang terakhir adalah hisapan yang sangat lembut di bibir sang istri.


Bersambung.