My Ex Wife

My Ex Wife
Gosip



Happy Reading.


Seminggu sudah perhelatan acara akbar kedua pengantin itu di gelar. Semuanya sudah kembali pada aktifitas masing-masing.


Nita dengan rumah sakit, Rara dengan butiknya, Nathan dan Aris dengan bisnis di perusahaan yang sekarang sudah menjadi tanggung jawab penuh terhadap mereka.


Tapi sepertinya ada salah satu dari mereka yang sekarang menjadi sangat manja, merengek tidak mau jauh-jauh dari sang istri.


Entah kenapa kalau tidak mendapatkan jatah dari istrinya sebelum berangkat bekerja dia pasti akan uring-uringan di kantor dan kekesalannya akan di limpahan kepada para karyawan yang bahkan tidak melakukan kesalahan apapun.


Seperti saat ini, lihatlah dua pegawai wanita yang hanya bisa menunduk ketika membawakan laporan pemasukan sebulan terakhir, sebenarnya sudah tidak ada yang salah dengan laporan itu, tapi hanya karena double satu kata dan itu berhasil membuat mood Nathan langsung turun.


"Kenapa kalian tidak becus sama sekali, kalau sampai hal seperti ini terjadi lagi, maka aku tidak akan segan-segan memberi kalian surat peringatan!! Jangan mentang-mentang kamu Firda sudah saya percaya, lalu dengan mudahnya kamu lempar tanggung jawab ini pada bawahan mu?!! Apa kamu sudah bosan bekerja di sini! Hah??!"


"Maaf, pak, saya yang salah," hanya itu yang bisa Firda lakukan, minta maaf dan maaf. Dia tahu dan paham kalau mood bosnya itu surut dan timbul.


Firda dan Eva juga hanya bisa menelan ucapan Nathan bulat-bulat dan tidak membatah sama sekali. Kalai mereka sampai melakukan itu sama saja mereka telah membangun kan singa yang sudah mengaung.


Azam yang sejak tadi hanya bisa menonton drama tersebut, akhirnya harus turun tangan karena sebentar lagi ada meeting dengan kolega penting dari luar negeri.


"Maaf, Pak. Lima belas menit lagi kita ada pertemuan dengan Tuan Mark dari Perancis, sebaiknya kita bersiap-siap dulu," bisik Azam.


Firda melirik Azam dengan gerakan mata yang seakan-akan mengucapkan terima kasih pada sekretaris CEO tersebut.


Nathan mendesah panjang, dia menggerakkan tangannya mengusir dua wanita yang berstatus sebagai manajer keuangan dan juga bawahannya.


Setelah dua wanita itu keluar dari ruangan tersebut, Nathan langsung mengambil ponsel dan mengetik pesan singkat untuk sang istri.


Nita tidak bisa meninggalkan pekerjaannya begitu saja, meskipun Nathan sudah meminta agar istrinya itu berhenti bekerja karena rentan kelelahan, tapi Nita kekeh tetap bekerja meskipun sekarang tidak mengambil tugas jaga, dan hanya akan memeriksa pasien umum di jam-jam bekerja seperti biasanya, antara jam 8 pagi sampai jam 3 sore.


Nathan mengirim pesan seperti biasanya, meminta Nita untuk tidak terlalu kelelahan dan makan yang cukup, istirahat kalau sudah terlalu lelah.


Sementara di kubikel bagian keuangan, Eva dkk sedang bergosip ria tentang sikap atasan mereka yang ternyata memang benar yang di isukan selama ini.


"Jadi tadi lo di marahin pak bos cuma gara-gara ketik double?"


"Iya, tapi yang lebih parah mbak Firda yang di semprot, gue cuma diem aja," jawab Eva.


"Semenjak resepsi pernikahan pak bos, emang sekarang jadi tambah posesif tuh sama istrinya, mungkin karena emang istri pak bos cantik dan juga tajir, jadi ya gitu, takut kalau di ambil orang," ucap Dipta salah satu cs Eva.


"Gue kaget loh, waktu tiba-tiba kita dapat undangan resepsi pernikahan dari pak bos, gue kira pak bos mau nikah sama kekasihnya, tapi ternyata sama wanita lain, gak kalah cantik, sih, tapikan kesannya kek merebut gitu, ya?" Eva berucap.


"Katanya mantan pak bos udah ninggal karena sakit, waktu di putusin sama pak bos!" Keizia si tukang kompor ikut nimbrung.


"Siapa yang ngomong kek gitu? Denger-denger istri pak bos yang sekarang itu adalah mantan istrinya yang dulu, guys! Katanya mereka cerai secara damai, lalu Pak Nathan punya kekasih yang model itukan, padahal gue kira dulu mereka akan nikah, loh! Kok ini tiba-tiba Pak Nathan nikah sama mantan istrinya?" ujar Pandu yang langsung mendapatkan tatapan dari semua orang yang ada di divisi itu.


"Kok lo bisa tau ndu?"


"Clbk nih ceritanya!"


"Eghem-eghem!! Kalian gosipin apa?" tiba-tiba Firda keluar dari ruangan nya dan langsung mendengar grasak grusuk di depan ruangan itu.


"Enggak kok, mbak."


"Kita lagi ngomongin tempat buat makan siang, mbak," jawab Eva.


"Owh, setengah jam lagi kalau kalian mau makan, saya mau ke lantai 7 dulu," ucap Firda kemudian keluar dari ruangan khusus divisi keuangan tersebut.


Bersambung.