My Ex Wife

My Ex Wife
Kenangan yang memiliki arti



Happy Reading.


Aris merasa melihat sosok familiar saat dia baru saja keluar dari halaman butik Rara. Bahkan mobil tadi memasuki parkiran butik calon istrinya itu. Seorang pria yang beberapa waktu lalu juga di lihatnya main ke butik.


Pria yang mengaku akan melamar Rara dan membuatnya seketika emosi. Aris mencengkram kuat setir mobilnya kala mengingat pria itu, ya, mananya Andra. Tentu saja dia bisa ingat dan melihat dengan jelas kalau pria yang berada di dalam mobil itu adalah Andra, karena kaca mobilnya tidak tertutup.


Aris ingin kembali ke butik, tapi saat ini bukan waktu yang tepat karena Papanya menelepon ada keadaan darurat di kantor. Tentu saja dia harus ke kantor terlebih dahulu untuk segera menyelesaikan masalah apa yang terjadi.


Sebenarnya Aris dulu tidak kuliah di manajemen bisnis, tetapi karena tuntutan dari kedua orang tuanya yang menginginkan dia menjadi pemimpin perusahaan, akhirnya dia mengambil S2 dengan jurusan management bisnis agar dia bisa mengelola perusahaan keluarganya.


"Aku akan memberi pesan pada Rara agar dia mengusir pria brengsek itu!" Aris mengambil ponselnya dan menghentikan mobilnya dipinggir jalan hanya untuk untuk mengetikan beberapa pesan untuk sang kekasih.


Aris bisa melihat kalau pria yang bernama Andra itu mempunyai tujuan lain saat mendekati Rara. Apakah dia harus mencari tahu sendiri siapa sebenarnya Andra itu? Pria muda yamg terlihat konyol dengan mendatangi seorang janda dan tiba-tiba melamar nya, bukankah ini terlalu terlihat keanehannya?


Pria muda itu dengan tidak tahu malunya mengatakan akan menikahi Rara setelah mendapatkan amanah dari almarhum Tomy yang menyuruhnya menjaga Rara sampai maut memisahkan. Sungguh konyol!"


Alih-alih menggunakan tedeng mantan kakak ipar agar bisa terlihat sangat natural saat mendekati Rara.


'Yank, cowok tengil yang barusan dateng ke butik kamu, sebaiknya di usir aja, aku tahu kalau dia sebenarnya punya niat terselubung, pokoknya langsung tendang aja kalau dia tetap tidak mau pergi.'


Setelah Aris mengirimkan pesan itu kepada Rara, akhirnya dia segera melajukan mobilnya kembali.


Sedangkan di dalam butik.


Andra menatap Rara dengan tatapan kecewa, wajahnya menunduk, terlihat dia sedang berusaha meluapkan emosinya saat ini.


Setelah beberapa saat pria muda itu mengangkat kembali wajahnya dan menatap Rara sambil tersenyum.


Rara sedikit terkejut melihat pria itu masih bisa tersenyum padanya padahal tadi Rara sudah mengusir nya secara terang-terangan.


"Kenapa kamu malah tersenyum? seharusnya kamu tuh tau diri dan segera angkat kaki dari sini?" ucap Rara dingin.


"Gak kak, aku gak mau pergi sebelum kakak percaya sama aku, kalau aku ini beneran serius sama kakak," jawab Andra masih dengan senyumnya.


"Ya Tuhan!!" Rara berbalik pergi meninggalkan Andra dan segera masuk ke dalam ruang kerjanya. Tapi sepertinya Andra berhasil menahan pintu ruangan itu saat Rara akan menutup nya.


Rara tidak bersuara lagi, dia langsung mengambil ponsel dan mengirim pesan kepada pegawainya untuk mengusir Andra dari butik.


"Kak, kakak tuh gak pantas sama pria yang namanya Aris, aku lebih pantas sama kakak!" seru Andra.


Rara tidak menggubris, biarlah, lama-lama juga pasti akan pergi sendiri. Tapi ternyata dugaan Rara salah.


Rara benar-benar muak melihat Andra yang masih betah berada di dalam butik dan tidak mau keluar dari butiknya padahal sudah di usir ribuan kali.


Bahkan Nia dan Sari yang sedang tidak sibuk juga harus ikut membujuk Andra.


"Mas, kok masnya ngotot banget, sih! Udah di bilangin kalau mbak Rara itu lagi sibuk, banget!! Lagian kenapa sih ngejar-ngejar mbak Rara? emang mbak Rara cantik tapi sayang sekali mbak Rara udah punya calon suami!" seru Nia bersedekap dada, menatap tidak suka kepada Andra


Namun sepertinya Andra tidak menghiraukan Nia dan lebih memilih masuk ke dalam ruang kerja itu


Pria itu terlalu membuat Rara jengkel setengah mati, apalagi melihat ekspresi wajahnya yang sama sekali tidak memperlihatkan keseriusan.


"Apa sih sebenarnya mau lo? Siapa yang nyuruh lo buat nglakuin ini semua!!" Rara masih berusaha mengontrol emosinya agar tidak meledak ledak.


Andra tertawa pelan sambil menggelengkan kepalanya, kemudian detik berikutnya wajahnya berubah menjadi serius.


"Kenapa kamu curiga terus sama aku, kak, aku benar-benar tulus loh, sama kakak!" Kali ini wajah Aris benar-benar harus nampak serius.


Rara menggeleng sambil tertawa sinis. "Dek, Andra, kamu tuh aneh banget, ya? Kenapa juga harus sama aku, kan masih banyak tuh, janda kaya lainnya."


####


Nita mendengarkan lagu nostalgia yang memiliki suatu kisah tersendiri untuknya dan juga Nathan. Maklum malam ini dia harus jaga shift malam.


Biasanya kalau tidak ada pasien yang darurat tentu dia bisa lenggang sampai pagi.


Lagu dari Shania Twain, adalah lagu yang paling berkesan untuk nya.


From this moment, life has begun


Sejak saat ini, hidup telah dimulai.


From this moment, you are the one


Sejak saat ini, engkaulah satu-satunya.


Right beside you is where I belong.


Di sisimulah tempatku berada


From this moment on


Sejak saat ini dan seterusnya


From this moment I have been blessed.


Sejak saat ini aku telah diberkati


I live only, for your happiness


Hidupku hanya untuk membahagiakanmu


And for your love


Dan demi cintamu


I'd give my last breath,


Rela kuberikan hidupku


From this moment on


Sejak saat ini dan seterusnya


Ku ulurkan tanganku padamu beserta hatiku,


I Can't wait to live my life with you


Ku tak sabar untuk hidup bersamamu


I Can't wait to start.


Aku tak sabar.


You and I will never be apart,


Kau dan aku takkan terpisah,


My dreams came true because of you


Mimpiku jadi nyata karena mu


From this moment, as long as I live


Sejak saat ini, seumur hidupku


I will love you.


Aku akan mencintaimu.


I promise you this.


Kuberjanji padamu


There is nothing I wouldn't give


Semua kan kuberikan


From... this... moment on.


Sejak saat ini dan seterusnya


You're the reason. I believe in love,


Engkaulah alasanku percaya pada cinta,


And you're the answer to my prayers, from up above


Dan engkaulah jawaban doaku, dari yang di atas


All we need is just the two of us.


Yang kita mau hanyalah berdua


My dreams came true because of you.


Mimpiku menjadi nyata karena mu


From this moment as long as I live


Sejak saat ini seumur hidupku


I will love you


Aku akan mencintaimu


I promise you this


Ku berjanji padamu


There is nothing I wouldn't give


Semua kan kuberikan


From this moment


Sejak saat ini


I will love you (I will love you)


Aku kan mencintaimu


As long as I live


Seumur hidupku


From this moment on


Sejak saat ini dan seterusnya


Mmmmmm


Bersambung.


Maaf mata othor tinggal 5 Watt 😔😔😪