My Ex Wife

My Ex Wife
Aris & Silvia



Happy Reading.


Nita terkejut dengan penuturan Rara, sebenarnya apa yang di katakan Rara barusan, dia masih belum bisa mengerti. Apa hubungannya Aris dengan Silvia? kenapa nama wanita itu selalu saja ada di sekitar kehidupannya. Baik Lima tahun lalu atau saat ini.


"Memangnya Aris kenal Silvia? kok kamu sangkut pautkan dengan pernikahan kalian? apa hubungannya dengan mereka?" tanya Nita yang semakin penasaran saja.


"Oke, aku akan ceritakan semua yang ku tahu, Silvia terkena kanker serviks, kan? sekarang dia sedang menjalankan kemoterapi, wanita itu udah gak kerja selama berbulan-bulan, semenjak putus dari Nathan, Silvia sudah kehilangan bank berjalannya, dia juga gak bisa maksa Nathan untuk bantuin dia bayar kemoterapi nya yang cukup mahal," Rara menjeda ceritanya.


"Terus,, apa hubungannya sama Aris?? sumpah, penasaran banget!" seru Nita.


Rara mengambil air mineral kemasan di atas meja, kemudian meminumnya sampai setengah. "Beberapa Minggu yang lalu aku mergokin Aris ketemuan sama Silvia di sebuah restoran, kebetulan aku lagi makan di sana, tapi mereka gak tau kalau aku ada di restoran itu, sejak mereka masuk aku ngambil posisi duduk di mana gak ada orang lain yang bisa lihat muka aku, jadi cuma punggung aja nih yang keliatan, nah, kebetulan sekali mereka duduk persis di belakang ku, dan yah!! aku dengar semua pembicaraan mereka!" ujar Rara.


"Apa mereka punya hubungan di belakang?? masa Aris mau sih sama Silvia?" tanya Nita.


"Sebenarnya yang aku dengar dari percakapan mereka itu cuma satu hal, Silvia memanfaatkan Aris karena balas budi."


"Hah? balas budi?" Rara mengangguk.


"Aku juga gak tau kalau dulu mereka tuh pernah jadi sahabat, deket malah, dan dari yang aku dengar Aris pernah memiliki riwayat penyakit leukimia, dan ternyata pada waktu Aris drop parah dan membutuhkan donor sumsum tulang belakang, punya Silvia ternyata cocok sama punya Aris, entah karena balasan apa, Silvia mau-mau aja tuh donorin sumsum tulang belakangnya buat Aris, dan seperti nya sekarang Silvia sedang menagih balas budinya dengan cara menyuruh Aris membiayai biaya kemoterapi nya," Nita membulatkan matanya sambil melongo.


Rara mengedikkan bahunya. "Setahuku Aris pasti gak bisa nolak, karena dia juga udah hutang nyawa sama Silvia, jadi aku makin galau kalau urusan mereka belum selesai, aku gak akan maksa Aris buat gak bantu Silvia, tapi bagaimana pun juga wanita itu banyak berjasa dalam hidup Aris," jawab Rara sendu.


Nita sekarang paham kenapa Rara begitu sulit untuk memutuskan menjalin hubungan yang lebih serius dengan pria itu. Tentu saja semuanya semakin rumit, apalagi ini masalah uang dan uang. Pantas saja Silvia sudah tidak mengganggu kehidupan Nathan lagi, ternyata sekarang sudah ada yang membantunya untuk membiayai seluruh biaya kemoterapi yang sedang wanita itu jalani.


"Apa Aris udah ceria ke kamu masalah ini? biar bagaimanapun ini menyangkut uang Aris yang nantinya setelah kalian nikah pasti akan jadi hak kamu, Ra?"


"Aris belum ceritain detail, cuma dia sempat ngomong kalau dia lagi bantuin temennya yang lagi kena musibah karena mau balas budi, dari situ aku pun udah paham siapa yang di maksud," Nita manggut-manggut paham.


Mungkin kalau dia berada di posisi Rara juga pasti bingung, tapi kalau sudah seperti ini memang harus ada komunikasi di antara Rara dan Aris. Takutnya nanti Silvia akan semakin ketergantungan dengan Aris dan itu akan membuat hubungannya dengan Rara menjadi renggang.


'Aku harus bicara sama Aris dan Nathan, kalau udah seperti ini masalahnya akan jadi runyam kalau Silvia tidak di kasih peringatan!' batin Nita.


Bersambung.


Kalau menurut akak reader langkah yang di ambil Aris dan Rara gimana nih?